JAYA; CERITA; DUNIA, karya

kumpulan CERITA tentang JAYA dan DUNIA yang pernah, sedang dan akan ia jelajahi. [Berusaha] menemukan, mengumpulkan dan berbagi hikmah melalui KARYA


2 Comments

Muslim Food Guide

Many Korean dishes are made with pork, and it is customary in Korea to drink liquor during or after a meal. This may be offensive to Muslims, who do not eat pork and abstain from drinking liquor. In the past, some Muslims brought canned or packaged instants food with them on their trips to Korea. To make their stay in Korea more comfortable, below is a list of restaurants serving Middle Eastern food. A list of masjids in Korea is also provided for worship services.

 

Middle Eastern food

In Islam, the blood of dead animals, pork, meat of carnivorous animals, and meat not properly slaughtered or slaughtered in any name other than Allah are prohibited. Even among herbivorous animals and birds, only halal meat (slaughtered properly in the Islamic way) is allowed. Therefore, Muslims may experience difficulties finding proper food when visiting Korea. Here is a list of Middle Eastern restaurants serving halal food in Korea.

→ Recommended Islamic & Indian Restaurants in Korea

 

 

 

Additional Information:Masjids in Korea

In Korea , most of the masjids for worship services are in Seoul and Gyeonggi-do. There are also masjids in Jeju, Cheolla-do and Busan. In areas without a masjid, Islamic centers are operated so worshippers can hold services and build friendships.

 

Seoul Central Masjid

Opened in 1976, Seoul Central Masjid is located between the Han River and Namsan Mountain. On the first floor are the Korean Muslim Federation and a conference room. A prayer hall for men is located on the second floor, and one provided for women can be found on the third floor. Worship services are held five times a day, and the schedules vary depending on the time of sunrise and sunset.
The Islamic Center, located in an attached building, houses a place to educate Muslim children and offices for related organizations, including the Korea Institute of Islamic Culture and the Student Association.

Address : 732-21, Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul
Tel : +82-2-793-6908 ( Main )/+82-2-793-3156 (Missionary Bureau)
Fax : +82-2- 798-9782
Directions : Take Seoul Subway Line 6 and get off at Itaewon Station (Exit 3). Go straight and you will find Itaewon Fire Station. Turn right and go uphill about 100 meters. At the three-way intersection, turn left and walk about 200 meters.

 

Gyeonggi-do/ Paju Masjid

Located near the Imjin River , the Paju Masjid is mostly frequented by Bangladeshi and Pakistani Muslims in the vicinity.

Address : 421-9, Yeongtae-ri, Wonreung-myeon, Paju-si, Gyeonggi-do 
Tel : +82-31-946-2110

 

Bupyeong Masjid

Located in the east end of Incheon, Bupyeong Masjid is a place of worship for immigrant Muslim workers in nearby areas, including Namdong Industrial Complex in Incheon.

Address : 574-19, Sipjeong-dong, Bupyeong-gu, Incheon
Tel : +82-32-512-2612

 

Anyang Masjid

Anyang Masjid, not far from Seoul, is operated independently by Muslim immigrants from Bangladesh and Pakistan.

Address : 618-132, Anyang 5-dong, Anyang-si, Gyeonggi-do
Tel : +82-31-444-7757

 

Ansan Masjid

An imam from Bangladesh serves at the Ansan Masjid, which is operated independently by immigrant Muslims from Bangladesh, Pakistan, and Indonesia working at the nearby Ansan Industrial Complex.

Address : 741-5, Wongok-dong, Danwon-gu, Ansan-si, Gyeonggi-do
Tel : +82-31-492-1948

 

Gwangju Masjid

In Gwangju (Gyeonggi-do), which is adjacent to Seongnam, Icheon and Namyangju, Gwangju Masjid, Korea ‘s third masjid, was opened in 1981.

Address : 48-9, Yeok-ri, Gwangju-eup, Gwangju-gun, Gyeonggi-do
Tel : +82- 31- 761-3424

 

Jeolla-do/Jeonju Masjid

Matching Jeonju’s reputation as a city of tradition and art, Jeonju Masjid shows the harmony between Korean and Islamic architecture. Traditional Korean roof tiles adorn the Islamic dome.

Address : 1562-10, Inhu-dong 2-ga, Deokjin-gu, Jeonju-si, Jeollabuk-do
Tel : +82- 63- 243-1483

 

Busan/Busan Masjid

Busan Masjid was the second masjid to open in Korea. It was built in 1980 with financial support from Ali Fellaq, the former minister of finance of Libya .

Address : 30-1, Namsan-dong, Geumjeong-gu, Busan
Tel : +82- 51- 518-9991

 

Islamic Centers/Macheon-Geoyeo Center

Address : 186-26, Geoyeo-dong, Songpo-gu, Seoul
Tel : +82-2- 431-6850

 

Suwon Center

Address : 320-15, Dangsu-dong, Gwonseon-gu, Suwon , Gyeonggi-do
Tel : +82- 31- 295-2956

 

Jeju Center

Address : Rm. 1215, Jeonghan Officetel, 939, Nohyeong-dong, Jeju
Tel : +82- 64- 712-1215

 

Daegu Center

Address : 202-6, Jukjeon-dong, Dalseo-gu, Daegu
Tel : +82-53- 523-2171

 

Gwangju Center

Address : 894-7, Wolgyeo-dong, Gwangsan-gu, Gwangju
Tel : +82-62- 972-5136

Website of Korea Muslim Foundation: http://www.koreaislam.org (Korean, English)

 

Islamic restaurants

Name

Telephone

Fax

Website

India Gate

82-2-563-0503(K,E)

 

www.indiagate.co.kr
(K, E)

Durga

82-2-733-4786(K,E)

 

http://www.durga.co.kr
(K)

Namaste

82-2-2232-2286(K,E)

 

http://namasterestaurant.co.kr
(K)

Pooja

82-2-744-2199(K,E)

 

http://www.pooja.co.kr
(K)

New Delhi

82-2-957-7955(K,E)

 

 

Taj Palace

82-2-505-7786(K,E)

 

 

Moghul

82-2-796-5501(K,E)

82-2-796-5501

http://www.moghul.co.kr
(K. Most information also
available in English)

ALSABA

82-2-792-1488(K,E)

82-2-794-2843

http://www.alsaba.co.kr 

The Taj

82-2-776-0677(K,E)

82-2-774-9599

http://thetaj.co.kr
(K,E)

Wazwan

82-2-798-1253(K, E)

 

http://www.wazwan.co.kr
(K, English menu also available)

Babaindia

82-2-521-4588(K,E)

82-2-521-4589

http://www.babaindia.co.kr
(K)

Chakraa

82-2-796-1149(K)
82-2-796-2255(E)

82-2-796-0048

http://www.chakraa.co.kr
(K)

GANGA

82-2-3444-3610(K,E)

82-2-543-3692

http://www.ganga.co.kr
(K,E)

Ashoka

82-2-792-0117(K,E)

 

http://www.ashoka.co.kr
(K, E)

Taj Mahal

82-2-749-0316 (K,E)

82-2-793-4517

http://www.tajmahal.co.kr
(K)

Usmania

82-2-798-71559 (E)

82-2-798-7156

http://www.usmania.com.ne.kr
(E)

Salam

82-2-793-4323(K, E)

 

http://www.turkeysalam.com
(K,E)

Evergreen Halal
food Restaurant

82-2-790-77739 (K, E)

 

 

Cappadocia

82-51-515-5981(K,E)

 

http://www.kebaphouse.co.kr
(K)

 

Vegetarian Restaurants

Name

Telephone

Fax

Website

Chaegundam

82-2-555-9173 (K)

 

 

Gamnodang

82-2-3210-3397 (K)

82-2-3210-3398

http://www.sachalfood.com
(K)

Kongdu Pasta

82-2-722-0272 (K)

 

http://www.pulhyanggi.co.kr
(K)

Pulhyanggi

82-2-539-3390 (K)

82-2-539-3357

 

Sanchon

82-2-735-0312 (K)

82-2-735-1900

http://www.sanchon.com
(K,E,J)

VIPS Gangnam Store

82-2-558-7415 (K)

 

http://www.ivips.co.kr
(K)

Sizzler Jamsil Store

82-2-3431-6450(K)

 

http://www.sizzler.co.kr
(K)

 

sumber: http://www.visitkorea.or.kr/ena/CU/CU_EN_8_1_6.jsp


41 Comments

Pentingnya label halal: kasus mie instant shin ramyun noodle soup

Terkait dengan tulisan ini, saya ingin sedikit memberikan penjelasan lebih lanjut seputar mie instant yang dimaksud. mie shin ramyun noodle soup memang merupakan salah satu produk mie instant populer di Korea. Seperti yang saya ulas dalam tulisan sebelumnya, ternyata mie dengan nama produk yang sama sudah mendapat label halal dari Korea Muslim Federation (KMF) . Tak hanya itu, saya juga menjelaskan jikalau mie dengan label halal tersebut diproduksi dengan tujuan export saja (info ini baru saya peroleh dari beberapa rekan).

Selepas tulisan terkait saya publish, ada beberapa rekan (termasuk saya) berinisiatif untuk mengecek apakah mie bermerek dan nama dagang sama serta beredar di seantero pasar Korea berkadar halal yang sama meski tidak berlabel halal?. Alhamdulillah akhirnya dengan segera saya menemukan jawabannya.

produk mie shin ramyun noodle soup: Kiri= berlabel halal dari KMF; Kanan= produk yang ditemukan di pasaran lokal.

Cara iseng dan sederhana saya gunakan untuk mengamati kehalalan produk ini. Pertama saya perhatikan gambar kemasan bagian depan mie instant. Saya sendiri sempat terkejut saat memperhatikan dan membandingkan kedua foto kemasan mie instant. Ternyata mie yang tidak berlabel halal KMF di kemasan bagian depan (masih) terdapat gambar daging di dalam gambar mie  siap santapnya sedangkan mie yang berlabel halal KMF tidak dijumpai (sepertinya sudah diedit dan diganti dengan gambar jamur saja). Memang jika tidak jeli (jeli mata fisik dan mata iman), perbedaan itu sulit ditemukan karena warna daging dan jamur dalam gambar itu sama. Memang sih itu hanya sekedar pengamatan yang sederhana berdasarkan kemasan saja. Saya jadi ingat pepatah “dont judge book from the cover”. Baiklah sobat, saya ikuti arahan pepatah ini. Saya tanyakan langsung perkara ini kepada teman Korea. Dan jawaban beliau adalah ” You can’t eat this food”. Menurut penjelasan beliau bahwa mie instant yang tidak berlabel halal tersebut mengandung daging. Saya kaget luar biasa dengan pernyataan teman Korea tersebut. Dan benar adanya kecurigaan saya terjawab. Allahuakbar…….sebenarnya tulisan ini sudah saya siapkan sejak awal untuk mengklarifikasi ulang hakikat halal dalam tulisan saya sebelumnya. Memang benar ya…..label halal itu penting sekali. semoga suatu saat produk-produk makanan Korea makin banyak yang berlabel halal. dan yang terpenting tidak hanya untuk tujuan export saja melainkan juga untuk pasar lokal. Dalam urusan ini, mestinya  Korea juga tak mau kalah dengan negara “saingannya” (Jepang) yang sudah mulai melirik dan memberlakukan regulasi pangan halal ini.

Jadi sobat semua. Melalui tulisan ini saya ingin memberikan peringatan kepada sobat beberapa hal:

1. mari kita beristighfar mohon ampun kepada Allah atas khilaf yang terjadi. Terutama saya sebagi penulis yang memiliki peran besar dalam kesalahan ini. Ya Allah ampuni hamba. Untuk hal ini saya ucapkan terima kasih kepada mbah (diprotes nih saya. maaf sobat bukan MBAH tapi maksud saya Mbak) Shinta rini yang telah mengirim pertanyaan secara pribadi kepada saya sehingga saya langsung memposting tulisan ini. Sekali lagi, saya mohon ampun pada Allah dan mohon maaf kepada semua sobat.

2. mie instant bermerek shin ramyun noodle soup di pasaran umum korea belum berlabel halal dan memang secara kandungan, mie tersebut masih mengandung daging. Jadi, meskipun merupakan produk yang sama, hakikatnya mereka memiliki hukum yang berbeda. MasyaAllah, penting sekali label halal itu.

3. Jika terjadi kesalahpahaman tentang tulisan saya terdahulu mudah2an Allah ampunkan saya dan sobat semua (sebenarnya dalam tulisan terdahulu saya sudah menyebutkan bahwa produk berlabel halal itu hanya untuk tujuan export)

4. mari kita mengambil pelajaran bahwa betapa penting fungsi label halal di sebuah produk makanan. terlihat jelaskan bahwa ada korelasi kuat antara label halal dan kandungan bahan haram pada sebuah produk makanan. Orang korea aja tahu kalo daging yang tidak dipotong dengan cara islam itu haram bagi orang islam, lalu kenapa kita yang orang islam sendiri tidak bersifat pilih-pilih dalam mengkonsumsi makanan di Korea ini ya?. semoga ada hikmah yang bisa kita petik dari kejadian ini.

sekali lagi saya mohon ampun kepada Allah dan maaf kepada sobat semua.

demikian sobat. semoga tulisan ini bermanfaat. mari kita tingkatkan kehati-hatian dalam mengkonsumsi makanan di negara minoritas ini sembari semakinmemperbanyak berdoa semoga suatu saat makanan berlabel halal dalam di korea makin mudah diperoleh suatu saat nanti. waulahu’alam


Leave a comment

Ikhwah fillah abadan abada

Saya berada di sini, Korea.

Menemukan manisnya madu Ukhuwah pengobat rindu hati yang gulana

Menjadikan keriangan lebih penuh makna dan kesyukuran.

Sungguh maha besar Allah yang menumbuhkan perasaan cinta dan menjamin menuju syurga bagi mereka yang mencintai saudaranya karena Allah.

Ikhwah fillah abadan abada

semoga Allah senantiasa tautkan hati-hati kita

semoga Allah menjadikan kita saudara daam ketaatan pada Nya hingga kaki ini menginjak tanah syurga

” Ya….Akhy, ana uhibbukum fillah”

(video courtesy: IKRAM-MALAYSIA)


10 Comments

Dua hal yang menarik di masjid Itaewon minggu ini: Anak-anak SD korea “study banding” dan Kesempatan ngobrol dengan pemuda korea yang mualaf.

Minggu kemarin saya berkesempatan ke masjid itaewon. Setiba di tangga saya melihat seorang pemuda muslim warga negara korea sedang tekun membersihkan tangga masjid menggunakan sapu plastik dan serok sampah di kedua tangannya. Aha…beliau menyegarkan ingatan saya akan sebuah video syahadat seorang warga korea yang masih SMU di masjid itaewon. Beliau adalah “tokoh utama” cuplikan video tersebut.

Meski sudah memiliki agenda sendiri, kali ini saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk berdialog lebih dekat dengan si pemuda.

“harus ngobrol dan saling kenalan” batin saya.

pucuk di cinta ulam pun tiba, saat memasuki masjid saya belum menemukan teman-teman yang terikat janji dengan saya kali ini. Saya kembali keluar dan berniat menemui sang pemuda tadi. ternyata beliau sedang berada di sisi lain tangga. karena posisi kami saling berjauhan maka saya melemparakan pandangan ke lantai dasar masjid sebelum benar-benar menyapa beliau dan memulai perbincangan. Saat saya melirik ke lantai dasar, saya temukan segerombolan anak-anak SD yang sedang mengamati beberap banner X berisi informasi keislaman bersama beberapa wanita dan laki-laki dewasa yang semuanya warga negara korea. Oh..ternyata masjid Itaewon sedang mendapat kunjungan sekelompok anak SD yang didampingi guru-guru mereka.

 

Setelah mengambil momen menarik di atas. saya kembali melempar pandangan kepada sang pemuda. Sebenarnya, kami sudah pernah saling bertemu serta sempat terlibat obrolan super kilat beberapa minggu yang lalu. Saat itu saya sedang sibuk mengurus perpindahan lokasi dauroh yang kami lakukan di masjid itaewon ini. Karena beliau menjadi semacam sukarelwan aktif di masjid itaewon serta bisa berbahasa inggris maka saat itu  beliau saya minta bantuan untuk memanggilkan brother yang bertanggung jawab pada pelayanan peminjaman ruangan. selepasnya, kami kembali pada kesibukan masing-masing

Tak berapa lama beliau sudah berada di sisi tangga dimana saya berdiri sejak mengamati anak-anak SD tadi. Sementara anak-anak SD sudah bergerak menaiki tangga menuju ke ruangan utama masjid. Karena momen ini juga amat langkah dan si pemuda masih sibuk dengan aktivitas menyapunya. Akhirnya, saya mengikuti gerakan gerombolan tersebut memasuki masjid dan kembali mengambil gambar ketika brother afganistan memberikan penjelasan seputar islam dan masjid dalam bahasa korea yang lancar (pengen banget bisa seperti beliau). 

Saya tinggalkan gerombolan anak-anak SD yang sedang asyik mendengarkan penjalasan seputar ayat suci Al quran karena teringat kembali dengan niat saya untuk menegur si pemuda korea.

 Saat saya keluar beliau terlihat tidak terlalu sibuk menyapu lagi. Segera saya tegur dengan sapaan salam dan basa basi bertanya kabar. Obrolanpun bergulir terjadi dan berlanjut. Senangnya saya bisa berkenalan dengan beliau kali ini.

dari obrolan ini saya ketahui jikalau nama beliau sekarang adalah Habibullah. Beliau tinggal di dekat stasiun wasngsimni, seoul. Beliau bersyahadat sejak 4 bulan yang lalu. Dan beliau berislam melalui proses pencarian dengan inisiatif sendiri karena penasaran dengan tuhan Agama islam. Sehingga ketika beliau menemukan banyak jawaban yang sesuai dengan hati nurani dan mampu menemukan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan ganjil tak terjawab oleh agama lamanya, akhirnya beliau bersyahadat sendiri.

Dari beliau saya juga mengetahui jikalau video di atas adalah sayahadat kedua beliau yang berjarak beberapa minggu dari syahadat pertama yang beliau lakukan secara mandiri di dalam kamarnya. Habibullah termasuk lebih beruntung karena memiliki keluarga yang tidak mempermasalahkan keislamannya. Sejauh ini beliau hanya merasakan sedikit kesulitan untuk medirikan sholat zuhur karena saat waktu zuhur datang, beliau masih berada di sekolah. Sistem sekolah korea juga memberlakukan waktu istirahat namun tidak lebih dari 5 menit saja. Ketka ditanya tanggapan teman-teman SMU-nya seputar keislaman beliau. Beliau bercerita jikalau ada yang bertanya maka beliau akan enngan senang hati menjelaskan dengan terperinci dan sejauh ini semua baik-baik saja.

Siang itu, saya hanya bisa takjub dan merasakan emosi kebahagian luar biasa dari seorang saudara baru kami di korea, meski tidak menyaksikan peristiwa bersyahadatnya habibullah secara langsung. pemaparan cerita yang habibullah tuturkan sudah lebih dari cukup untuk mengatakan kepada beliau

“welcome home Borther. We’r family right now”.

***

Beberapa saat kemudian brother afganistan meminta saya untuk mengambil gambar beliau dan rombongan anak-anak SD dengan latar belakang masjid Itaewon.

KIMCHI…….semoga mereka pun suatu saat juga menemukan keceriaan senyum bersama Oppa/Hyong Habibullah yang telah dahulu menemukan kebahagian sejati bersama islam.

Kimchi....

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 964 other followers