Hal yang baru saya ketahui seputar sholat sunnah (1)

agama itu hikmah. Banyak hikmah (pelajaran, ilmu) yang belum saya ketahui. Kata “belajar” dan frase “berusaha mencari tahu” berusaha saya dipelihara agar gemerlapnya tetap terang. saya beharap senantiasa untuk akrab dengannya, agar jiwa tidak “merasa” asing akan kata dan frase itu ketika saya menemukan bahwa diri ini masih begitu bodoh untuk dibilang “tahu”.

Semangat belajar jangan pernah disepelekan, apalagi dipadamakan. Dan semoga aktivitas yang digerakan oleh semangat ini, bisa dilihat sebagai proses kecil pengabdian kita kepada Sang pemilik ilmu.

Terkait sholat sunnah?. banyak hal yang belum saya ketahui. Hmmmm…logikanya,saya harus mencari tahu. Sedikit-sedikit, bertanya sana sini perkara yang tidak diketahui. Alhamdulillah ada sedikit demi sedikit pula hal yang terjawab. Sudah cukup?. belum, menjadi satu-satunya pernyataan atas pertanyaan tersebut. Masih begitu banyak ilmu yang belum terjaring oleh jaring lemah yang saya miliki. saya merasa lebih banyak waktu dihabisi untuk memperbaiki tali temali jaring yang rusak ketimbang menggunakannya untuk menjaring ilmu. ya Rabb maafkan hamba. dalam bentuk poin (karena tulisan aslinya memang berbentuk poin..hi..hiii. jadi saya ngikut saja alias copas), berikut sedikit poin tersebut.

Sunnah rawatib yang paling mu’akkad:

Sunnah rawatib yang paling mu’akkad adalah dua rakaat fajar, dan sunnah dipersingkat,

setelah membaca fatihah pada rakaat pertama disunnahkan membaca surat al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas. atau pada rakaat pertama membaca: 

 –> Barangsiapa yang tidak melakukan sunnah ini Karena ada halangan, disunnahkan mengqadha’nya.

 –> Barangsiapa yang tidak melakukan sunnah ini Karena ada halangan, disunnahkan mengqadha’nya.

• Apabila seorang muslim wudhu’ dan masuk masjid setelah adzan dhuhur misalnya, dan shalat dua rakaat dengan niat shalat tahiyatul masijd, sunnah wudhu’, dan sunnah rawatib dhuhur, maka itu boleh.

• Disunnahkan memisahkan antara shalat fardhu dg sunnah rawatib qabliyah atau ba’diyah dengan berpindah atau berbicara.

• Shalat-shalat sunnah ini dilakukan di masjid atau di rumah, dan yang lebih utama dilakukan di rumah, berdasarkan sabda nabi saw: …maka shalatlah wahai manusia di rumah kalian karena shalat yg paling utama adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib. (muttafaq alaih).

• Boleh shalat sunnah sambil duduk walaupun mampu berdiri, dan shalat berdiri lebih utama, adapun shalat fardhu, maka berdiri merupakan rukun kecuali bagi yg tidak mampu berdiri, maka ia shalat sesuai dengan kondisinya seperti telah diterangkan di atas.

• Baransiapa yg shalat sunnah sambil duduk tanpa ada halangan, maka ia mendapatkan separuh shalat berdiri, kalau ada halangan maka ia mendapat pahala seperti shalat berdiri, dan shalat sunnah sambil berbaring karena udzur maka pahalanya seperti shalat berdiri, dan jika tanpa udzur maka mendapat separuh pahala shalat duduk. demikianlah..semoga bermanfaat.

referensi:

1. Shalat-Shalat Sunnah Disusun Oleh:Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry, Penerjemah: Team Indonesia, Murajaah : Abu Ziyad, Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s