Mencoba untuk mencinta bahasa /Korea/ Arab

Mencoba untuk mencinta bahasa /Korea/ Arab

(sebuah tulisan lama: 2009, July 07)

Beberapa bulan yang lalu, saya sedikit bersedih. Ingin rasanya, perasaan sedih ini segera dilepas bersama evaporasi air oleh terik Mata hari kota Bogor. Kering, tidak basah lagi.

Ada apa gerangan?.

Sebenarnya, bukan sesuatu yang penting. Tapi bisa juga menjadi sangat penting. Masalahnya hanya terdapat pada running tool yang bernama “bersyukur” dalam processor otak saya. Astaghfirullah. Saya kira, saya telah sempat  tidak bersyukur-semoga saya terhindar dari hal demikian- dengan merasa sedih karena sebuah keputusan terbaik atas diri saya. Mohon ampun Ya Robb. Setelah berfikir sejenak dan saya mencoba untuk merangkai hubungan klausa ” bersedih hati” dengan tidak “bersyukur”. Berikut tulisan saya… (masih penasarankan? apa hubungannya isi tulisan dengan Judul? ) …………….

Mari lanjutkan!!.

 Saya bersedih karena saya harus meninggalkan kegemaran terhadap bahasa Jepang untuk sementara waktu. Ada satu dan lain hal yang menyebabkan saya harus memaksakan diri untuk menyukai dan mengagumi bahasa Korea. Dalam pandangan saya bahasa Jepang punya daya tarik sendiri, karena itulah dengan segala keterbatasan, saya terus berusaha mempelajari bahasa negeri matahari terbit ini. Alhasil, saya menjadi jatuh cinta dan kagum terhadap bahasa tersebut (semoga suatu saat Bahasa Arab akan menjadi bahasa cinta saya yang utama: amin). Seperti kata pepatah: tak kenal, maka tak sayang. Demikianlah yang terjadi dengan design imajinasi saya tentang bahasa Korea. Bahasa Jepang telah mendominasi benak saya, secara tidak sadar mempengarui saya. Saya acap kali membanding-bandingkan kedua bahasa tersebut. Tak hanya itu, sayapun lebih dekat dengan ekpresi reflek menggunakan bahasa jepang (satu dua kata) ketika menanggapi suatu. Seakan bahasa jepang sudah mengambil beberapa kapling memori dalam otak saya. Alhasil, saya berkesimpulan bahwa bahasa Jepang lebih unggul dari Bahasa Korea. Ini menjadi lumarh karena memang bahasa Jepang lebih dahulu saya kenal. Niat yang lahir karena paparan serta dukungan peluang untuk mengenal bahasa Jepang lebih besar daripada bahasa Korea sejak saya duduk di bangku SMU dahulu. Efeknya, bahasa Korea kalah pamor. Bahasa korea termarginalkan dalam sesi kegemaran bahasa dalam dunia saya. Dan dampak yang paling tidak baik adalah, ketika saya mesti mulai belajar bahasa Korea- saya tidak menikmati proses belajar otodidak bahasa korea saya.

 Belajar dari hal serupa yang terjadi beberapa tahun yang lalu (dalam tulisan saya Mengapa saya bertahan di Biologi IPB), Saya segera bertindak praktis: evaluasi dan esekusi. Saya mengevaluasi diri: tidak akan menghasilakan sesuatu yang menguntungkan jika saya terus terjebak oleh “perasaan” tak terarah ini. Maka saya harus “mengarahkan” perasaan saya bergerak menuju ranah motivasi positif agar saya mampu “akrab” dengan bahasa Korea (target). untuk kasus seperti ini, biasanya saya harus melakukan eksplorasi sisi positif atas “target” agar persepsi positif terbangun dan memberi pengaruh yang baik terhadap output. Out put ini akan berupa perlakuan yang saya pilih terhadap target. Alhamdulillah, setelah memakan sedikit waktu. Akhirnya motivasi saya untuk mencintai bahasa Korea mulai terbangun meski dalam takaran kadar minim. Hal tersebutbermula dari sesuatu yang sederhana. Dari sebuah arti Annyong Haseyo. Saya memiliki sebuah padangan tersendiri akan arti dari ucapan “selamat pagi” ini. Frase tersebut memiliki makna yang dalam (silahkan baca ” Annyonghaseyo (안녕하세요) vs Assalammu’alikum dalam pendapat saya”).

Mudah-mudahan suatu saat saya juga menemukan makna yang dalam dari hakikat penguasaan bahasa Arab -yang semestinya telah saya kuasai-. Bahkan harus sesegera mungkin. Bukankah bahasa Arab sebagai bahasa penghuni syurga telah menjadi alasan yang cukup untuk bisa mencintai dan menguasainya di atas bahasa lain.

Ya Allah berikan hamba keinginan sekokoh karang….untuk menjadi penutur bahasa Mu.

 -sebuah harapan dan cita2 saya

(rivised)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s