Sebuah hujah penting seputar GAY (I)

beberapa hari yang lalu saya mendapatkan (secara tidak sengaja) seorang pria melalui dunia maya (chatting dan diskusi) yang mengalami kebimbangan jiwa. Beliau adalah pelaku homoseksual. Saya merasa peduli dengannya dan ingin agar beliau segera meninggalkan perbuatan keji tersebut (semoga kita terhindar dari perbuatn keji lagi nista ini, amin ya Allah). beranjak dari perasaan dan keinginan tersebut saya berusaha mencari literatur seputar perkara ini. Saya ingin mengajak beliau dengan sentuhan hikmah yang baik. Alhamdulillah saat blog walking, saya menemukan salinan tulisan yang begitu lengkap di: http://kaahil.wordpress.com. Berikut saya salinkan, semoga bermanfaat.

semua tulisan dibagi dalam sekuel sebanyak I-VI yang berasal dari sebuah tulisan asli berjudul:  Wa Laa Taqrobul Fawaahis, Penulis Syaikh Jamal bin Abdurrahman Ismail dan DR. Ahmad Nida dan diterjemahkan oleh Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy.

****

KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH) 

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy

Liwath atau gay termasuk dari dosa yang paling keji dan paling jelek karena perbuatan ini menunjukkan akan penyimpangan pada fitrah, kerusakan pada akal, dan keganjilan dalam jiwa. Adapun definisi Liwath adalah seorang lelaki menikahi lelaki lain atau seorang pria menyetubuhi pria lain, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala tentang kaum Nabi Luth ‘alaihissalam :

”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]:165-166)

Dinamakan Liwath karena penisbahan kepada kaum Nabi Luth ‘alaihissalam. Perbuatan keji ini dilakukan oleh mereka. Perbuatan ini tidaklah diperbuat, kecuali oleh orang yang ”buta matanya”, “hitam hatinya”, dan ”terbalik fitrahnya”, yaitu fitrah yang diberikan Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada manusia. Adapun perumpamaannya seperti seseorang yang diberikan rezeki oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala berupa daging yang baik, masak, dan lezat. Lalu, ia berpaling dari daging tersebut dan mencari daging yang mentah, bau, dan busuk kemudian ia makan dari daging itu. Ia meridhai dirinya menyelam dalam keadaan-keadaan yang kotor, menjijikan, bau tahi, dan sejelek-jelek najis.

Tentunya ini merupakan fitrah yang terbalik, tabiat yang menyimpang, dan jiwa yang buruk lagi keji. Sesungguhnya orang yang melakukan perbuatan kaum Luth yang hina ini akan mendapatkan kerusakan-kerusakan yang tidak terbatas dan tidak bisa dihitung.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“وَلأَنْ يُقْتَلَ الْمَفْعُوْلُ بِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يُؤْتِيَ (يُلاحَطُ بِهِ) فَإِنَّهُ يُفْسِدُ فَسَادًا لا يُرْجَى لَهُ بَعْدَهُ صَلاَحٌ أَبَدًا، وَيَذْهَبُ خَيْرُهُ كُلُّهُ، وَتَمُصُّ الأَرْضُ مَاءَ الْحَيَاءِ مِنْ وَجْهِه،ِ فَلا يَسْتَحْيِ بَعْدَ ذَلِكَ لا مِنَ اللهِ وَلا مِنْ خَلْقِهِ وَتَعْمَلُ فِى قَلْبِهِ وَرُوْحِهِ نُطْفَةُ الْفَاعِلِ مَا يَعْمَلُ السَّمُّ فِى الْبَدَنِ”… إنتهى.

“Lebih baik pelakunya dibunuh daripada diusir. Sesungguhnya ia membuat suatu kerusakan yang tidak bisa diharapkan setelahnya ada perbaikan selama-lamanya, hilanglah semua kebaikannya, bumi mengisap air rasa malu dari wajahnya. Setelah itu, ia tidak merasa malu kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dan kepada makhluk-makhluk-Nya sehingga kejelekan pelakunya menjalar di dalam hati dan ruhnya lebih dari menjalarnya racun dalam tubuh.”

***

Para ulama telah mengatakan bahwa ia (orang yang dilakukan perbuatan kaum Luth kepadanya) lebih jelek dari anak yang dihasilkan oleh zina. Ia lebih kotor dan lebih buruk. Ia tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan, akan terhalang antara kebaikan dengan dirinya. Setiap kali ia melakukan kebaikan, Allah Subhaanahu wa ta’ala akan mendatangkan baginya sesuatu yang dapat merusak kebaikannya tersebut. Ia tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, amalan shalih, dan tidak pula taubat nasuha (yang sebenar-benarnya), kecuali jika Allah Subhaanahu wa ta’ala menghendaki sesuatu kepadanya.

 sumber: Al-Jawaab Al-Kaafii, hlm. 188.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s