Sebuah kajian lengkap seputar GAY (III): Karakter para Pelaku Liwath (Gay)

1.       Fitrah mereka terbalik dan terjungkir dari fitrah yang diberikan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada kaum lelaki. Sesungguhnya tabiat mereka bertentangan dengan tabiat manusia yang diciptakan oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala bagi kaum pria, yaitu memiliki syahwat terhadap kaum wanita, bukan pada lelaki.

2.       Kelezatan dan kebahagian yang mereka rasakan ketika melampiaskan syahwatnya berada dalam kubangan najis-najis, sampah-sampah, dan bau (kotoran manusia). Maka hilanglah air kehidupan di sana.

3.       Rasa malu, tabiat, dan keberanian mereka lebih rendah daripada binatang, baik secara watak maupun dibuat-buat.

4.       Pada benak mereka terus-menerus ada pikiran, angan-angan, dan keinginan untuk berbuat keji setiap saat. Sesungguhnya para lelaki berada di hadapan mereka di setiap waktu, setiap kali mereka berjalan, bepergian, keluar, dan masuk tidaklah hilang dari mereka bayangan kaum lelaki. Maka jika salah seorang dari mereka melihat seorang anak laki-laki, pemuda, atau lelaki dewasa, ia ingin melakukan (perbuatan keji itu) kepadanya atau dilakukan terhadap dirinya.

5.       Engkau akan mendapatkan mereka memiliki sedikit rasa malu. Sungguh bumi telah mengisap air rasa malu dari wajahnya sehingga ia tidak merasa malu kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, tidak pula kepada para makhluk-Nya. Dan jika seperti ini (keadaannya) maka tidaklah ada manfaat padanya, tidak pula ada kebaikan darinya.

6 . Ia tidak memiliki kekuatan yang dimiliki kaum lelaki, tidak pula keberanian mereka dan sifat keras mereka. Ia adalah seorang yang lemah selama-lamanya di hadapan setiap pria karena sesungguhnya ia membutuhkan (kepuasan dan kasih sayang) dari pasangan umurnya. Hal lainnya adalah Allah kjadikan wajah-wajahnya sebagai wajah yang paling buruk.

7.   Allah Subhaanahu wa ta’ala telah menyifati mereka bahwa mereka adalah اَلْفَسَّاقُ (orang-orang yang fasik) dan أَهْلُ السُّوْءِ (para pelaku kejelekan), sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS. Al-Anbiya [21]:74)

8.    Mereka adalah اَلْمُسْرِفُوْنَ (orang-orang yang berlebihan), sebagaimana dalam firman-Nya:

“Malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.“ (QS. Al A’raf [7]: 81)

Maksudnya ialah melampaui batas-batas hukum Allah Subhaanahu wa ta’ala.

9.  Allah Subhaanahu wa ta’ala menyebut mereka اَلْمُفْسِدُوْنَ (para pelaku kerusakan) dalam ucapan nabi mereka (yakni Nabi Luthq), sebagaimana dalam firman-Nya:

“Luth berdo’a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (QS. Al-Ankabut [29] : 30)

10. Allah Subhaanahu wa ta’ala menamai mereka dengan اَلظَّالِمُوْنَ (para pelaku kezaliman), sebagaimana dalam firman-Nya:

“Mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Ankabut [29]: 31)

Hendaklah engkau memerhatikan mereka-mereka yang disifati oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan sifat-sifat ini dan yang dicela dengan celaan-celaan ini. Mereka pantas mendapatkannya. Sungguh mereka melakukan dosa yang aneh menurut tabiat, akal, pikiran, dan perangai, sampai-sampai Abdul Malik bin Marwan berkata,

” لَوْ لاَ أَنَّ اللهَ ذَكَرَ آلَ لُوْطٍ فِي الْقُرْآنِ، مَا ظَنَنْتُ أَنَّ أَحَدًا يَفْعَلُ هَذَا “

“Seandainya Allah Subhaanahu wa ta’ala tidak menyebutkan (kisah) kaum Luth ini dalam Al-Qur’an, aku tidak menyangka ada seorang pun yang akan melakukan perbuatan ini.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s