Tipe apakah anakku nanti?

Petualangan ku di korea lebih berwarna kini. Dahulu, dimasa-masa prasejarah, maksud ku, dimasa-masa hitungan bulan aku di korea, aku aktif berinteraksi dengan teman-teman Indonesia yang masih berstatus single. Baik itu single sejati maupun single domestic. Single domestic maksudnya adalah berstatus single di Korea dan berstatus sudah menikah di Indonesia. Khusus untuk status yang terakhir ini, apakah bisa dikatakan available ya?. Hmmmm jadi ingat salah satu istilah yang terkait dengan hal ini. Hmmm, apa ya istilah tersebut?  [sambil garung-garuk kepala].  ….available in relathioship atau apa gitu?. Aku tiba-tiba ingat dengan terminologi itu karena pernah menemukan sebuah pembahasan seputarnya di dunia maya.  Ada-ada saja, topik yang seperti ini saja bisa menjadi sebuah thread  panjang untuk didiskusikan. huh..huh…Kembali ke topikku. Bagi para single domestic mungkin semua ditentukan oleh iman mereka maing-masing. Saya hanya bisa berdoa semoga Allah segera persatukan mereka di Korea atau jika sulit, semoga Allah jaga mereka masing-masing dari rayuan setan yang terkutuk.Aku belum bisa membayangkan jika suatu ketika nanti aku menjadi salah satu mahluk yang menyandang status ini. Sejauh ini aku merasa akan tidak ada masalah jika itu kuhadapi. Tapi makin hari makin susut percaya diriku akan keyakinan itu. Sungguh Allah saja yang lebih mengetahui urusan yang belum aku ketahui. Jadi semua aku serahkan pada yang Maha tahu.

Sekarang aku sudah banyak mengenal senior yang memiliki keluarga di Korea. Mereka terdiri dari keluarga yang memang sudah lama di korea dan keluarga yang baru saja diboyong ke korea beberapa bulan terakhir. Diantara keluarga-keluarga tersebut ada diantara mereka sudah dikarunia buah hati. Secara otomatis ketika aku mengenal dekat ayah atau ibu dari keluarga bahagia ini, aku juga perlahan akan menjadi akrab dengan anak-anak mereka. Dari proses interaksi akrab inilah kemudian aku sedikit mulai lebih serius berfikir seputar tipe-tipe anak.

Mengenal tipe-tipe anak menjadi penting jika kita ingin menjadi bagian dari mereka. Sejalan dengan  kata pepatah, tak kenal maka tak mungkin bisa sayang. Rasa sayang sudah pasti merupakan interaksi dua arah antara yang menyayangi dan yang disayangi.  Memang sih,  rasa sayang bisa saja satu arah. Tapi, jenis sayang demikian akan terasa hampa dan tak bisa dinimati secara normal. Aku suka sekali mempelajari tipe-tipe manusia dan segala bentuk pernak-pernik interkasi sosial di dalamnya.

Berikut tipe-tipe anak menurut Irawati istadi, seorang penulis bidang parenting Indonesia. Sederhananya tipe anak dibagi 3. Tipe pertama adalah tipe anak mudah. Anak jenis ini adalah anak yang mudah berinteraksi dengan lingkungan tanpa rasa canggung sedikitpun. Jenis anak dalam tipe ini biasanya aktif hingga sangat aktif. Tipe kedua adalah anak sedang. anak yang masuk kedalam kelompok ini adalah anak yang membutuhkan sedikit waktu loading sesaat akan memulai interaksi sosialnya. Baik itu interaksi yang sama sekali baru maupun interaksi lama yang sempat terhenti oleh jedah waktu yang cukup panjang. Dengan kata lain anak tipe ini membutuhkan pemanasan terlebih dahulu untuk memulai sebuah interaksi. Mereka bukan penakut, melaikan berusaha menormalkan keberaniannya untuk memulai. lepas beberapa waktu saja mereka akan segera menjadi seperti anak mudah. Tipe anak yang terakhir adalah anak yang sulit. Anak jenis ini biasanya sangat sulit untuk berinteraski dengan orang lain, apalagi memulai. Mereka adalah tipe yang selalu membutuhkan kedekatan dengan orang tuanya, terutama sang ibu. Bisa dikatakan dimana ada sang ibu anak ini akan ada disana. Meski pada dasarnya anak jenis ini akan berubah menjadi pencerita yang handal ketika mereka berada dirumah. Bahkan tak jarang anak-anak tipe ini sering bercerita banyak seputar teman-temannya diluar rumah dengan rinci. namun jika sudah kembali ke lingkungan di luar rumah mereka serta merta akan berubah menjadi sosok pasif dan pemalu. Semua jenis anak diatas pada dasarnya baik. Hanya membutuhkan waktu saja untuk menjadikan mereka sosok yang kita dambakan.

Akupun menemukan 3 tipe anak diatas dalam waktu bersamaan di korea. Ada Aiya, nama lengkap gadis kecil ini  Asiyaa Rasyid. Penjelasan tipe pertama nyaris 100 persen bisa aku jumpai pada sosok Aiya. Putri Bang Andrey dan Kak Elok ini sudah begitu akrab dengan ku. Pernah suatu ketika Aiya lebih memilih aku dari pada Abinya..Ha..ha..aku sempat berfikir bahwa aku sudah berhasil menjadi seorang Om yang baik dalam dunia Aiya, Semoga. Tapi jika diamati, sosok anak seperti aiya sudah pasti menuntut stamina fisik dan otak yang prima dari sang ibu. hmmmm…hmmmmm asyik juga memiliki anak tipe ini. meski kadang kala kita pasti akan sport jantung dibuatnya. Sport jantung dengan makna kiasan karena khawatir dengan tingkah polahnya yang kadang bisa membahayakan diri sendiri maupun sport jantung dalam arti sesungguhnya karena menemani si kecil lari sana sini disepanjang hari. Pantas jika suatu ketika Bang Andre berujar demikian kepada seorang sahabat kami yang lain, ketika menemani Aiya bermain di sebuah taman kota di Seoul

 ” Gimana lo udah capek?. Gua sih gak melihat Aiyanya yang capek. Dia gak ada capeknya. Kita yang nemani yang keburu capek dibuatnya” . it makes sense now.

nah mari kita lihat sedikit intermezo yang saya beri judul : Metamorfosis senyum Aiya: selalu ada kecerian disetiap pergantiannya.

This slideshow requires JavaScript.

tipe kedua ada……masih belumaku temui. Belum terlacak atau memang belum ada ya?. mungkin karena aku belum terlalu akrab dengan yang bertipe ini sehingga belum bisa bercerita banyak untuk tipe anak jenis ini.

Tipe ketiga, kutemui pada 2 jagoan kecil yang masih berusia 1 tahunan. Yang pertama adalah si imut Syami. Buah hati saudara Aagie ini sungguh lucu. Wah…keimutannya membuat aku ingin menjadi orang yang akrab dengannya selain karena ayahnya merupakan teman baikku sejak awal berada di korea. sama halnya dengan Aiya, tipe ketiga nyaris 150 persen aku temui pada sosok Samy. Hmmmm, Samy…kapan ya om bisa menggendong mu dan bermain bersama. Sebuah tantangan yang luar biasa untuk diwujudkan.

Sosok lain yang masuk dalam tipe 3 adalah Halim. Buah hati Bang rusdi dan Kak Uci ini baru saja sampai di korea di akhir musim dingin tahun ini. Wah..wah…menyentuhnya saja saya belum bisa, apalagi jika ingin menggendongnya. Halim sungguh lucu. Apalagi ketika ayahnya menunjukan aku beberapa foto beliau saat berada dirumah. Sungguh lucu dan berbeda. Halim belum bisa berpindah tangan dari Umi dan Abinya. Selain karena memang masih kecil, halim kelihatannya belum bisa mengenal orang lain selain kedua orang tuanya. Mungkin memang demikian anak tipe 3. padahal saya ingin sekali bisa bermain bersama halim.

lepas dari tipe-tipe anak di atas. Semuanya adalah bersifat modal dasar yang bisa berubah bersamaan dengan berjalannya waktu. Mengenal tipe anak bisa jadi akan lebih memudahkan kita untuk menemani perkembangannya. Jika sudah membahas hal demikian, saya sering berfikir untuk diri saya sendiri. hmmmmmm, kira-kira nanti saya akan menjadi sosok ayah dari anak tipe mana ya. Kali ini saya hanya bisa tersenyum sendiri jika teringat pernyataan kak Elok minggu lalau saat kami dalam perjalanan menuju acara Muslimah Gathering di Seoul.

“Jaya. Sebelum berfikir tipe anak seperti apa. Sepertinya perlu berfikir tipe umi yang seperti apa yang jaya akan peroleh”

ha…ha..ha.. saya tersenyum sendiri jika berfikir dua hal ini.

“kak elok, tunggu saja tanggal mainnya”. senyum ku lebih mekar kini.

5 thoughts on “Tipe apakah anakku nanti?

  1. elok says:

    artikelnya menarik banget Jay… nyokapku seneng baca n liat foto2nya Aiya.. jd pengobat rindu katanya.. k k k… tenkyu y.. niwey kita doain mudahan calon ummi anaknya Jaya adl muslimah yg solehah yg baik hati… aamiiin… ^.^

    1. syahjayasyaifullah says:

      Alhamdulillah..salah satu tujuan menulis jaya tercapai: tulisan bermanfaat (semoga jadi nilai ibadah).
      Wah makasih kak atas doanya…anyway ntar dikenalkan…ha..ha..(sambil berfikir emang dah ada rencana ya?).
      wah iya tuh…bang Andrey dah sampaikan ke jaya…ada salam dari mami-nya kakak di jakarta. Iya..salam balik..salam kenal dan salam ukhuwah islamiyah…semoga berkah untuk semua….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s