Dan Akhirnya Beliau meninggalkan Kami (II)

” Saya katakan kepada Beliau….Tunggulah sampai Naya sampai di Korea. Seakan Beliau mengerti, saya yakin Beliau akan bertahan meski beberapa hari saja” sepotong kalimat yang dituturkan mbak Rita kepada saya dengan ketabagan yang mengkokoh.

***

Hari itu sampai juga Naya di Bumi Gingseng. Naya, anak tertua mas herlambang yang kira-kira berusia 9 tahun. Gadis kecil ini akhirnya diundang datang ke Korea oleh ibunya untuk melihat sang Ayah. Ibunya mungkin telah berfikir secara mendalam tentang keputusan ini. Mengajak beliau menemui dirinya, adik bungsunya: Lia yang telah berangkat lebih dahulu bersama sang ibu dan sudah tentu melihat sang ayah.

“Saya sudah katakan kepada Naya. Ikhlas ya kak…Nanti Kakak lihat saja seperti ini ayah sekarang. Kita doakan Ayah ya”.

mbak rita tidak bermaksud mendahului Allah seputar perkara sebuah keputusan hidup dan mati. Mbak rita hanya berikhtiar dengan fikiran dan petimbangannya. Mbak Rita mencoba menyelesaikan cerita panjang kehidupan suaminya dengan sebuah perkumpulan terakhir yang indah, Setidaknya demikian. Mbak rita mengerti apa yang harus dia lakukan dimasa-mas akhir seperti ini. Mbak rita mengerti untuk bertindak sebagai istri, ibu dan menantu.

Selama menunggu di ruang tunggu ICU kala itu, telpon genggam mbak rita selang-seling berdering tanda banyaknya panggilan yang datang.

“Saya sih kasihan dengan ibunya mas Herlambang. Beliau menelpon saya seakan tidak tahu harus berkata apa. Terkahir saya mendapat khabar jika beliau begitu terkejut dengan peristiwa. Kasihan beliau…..”

“Musibah kematian datang beruntun menerpa beliau. hmmmmmm…….Jika saya mas, Saya sudah teramat bisa ikhlas dan bersabar, apaupun hasilnya nanti. Ya sekarang kami hanya menunggu”.

Naya datang bersama seorang pegawai BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) di mana mas Herlambang bekerja. Sesaat setelah semuanya berkumpul, Naya dibawa masuk ke ruang icu untuk bersua sang Ayah. Alhamdulillah pertemuan itu berjalan dengan baik. Naya, mungkin menjadi tabah karena melihat ibunya bisa tegak setegar batu karang menghadapai masa-masa penantian yang tidak pasti ini. Sedangkan Lia, gadis kecil ini belum  mengerti sama sekali apa gerangannya yang sedang berlaku. Dia gadis kecil yang memiliki dunianya sendiri: Dunia permainan yang penuh kebahagian.

***

Akhirnya saya pulang meninggalkan rumah sakit tempat mas Herlamabang dirawat. Hanya lantunan Doa yang bisa saya berikan. Semoga semuanya dihantarkan Allah kepada hal yang paling baik.

***

Lepas beberapa hari dari pertemuan kami tersebut, khabar kepulangan mas Herlambang menemui sang Rabbnya tersiar dimilist. Innalilahi wa innailaihi rojiun. Ucapan turut berduka cita datang bertubi-tubi dari semua anggota milis. Alhamdulillah, meski anggota milis tidak pernah saling bersua namun rasa empati yang diberikan tetap terasa nyata.

***

Jenazah mas Herlambang disemanyamkan di Soon Hyang University Hospital, Itaewon, Seoul. Semua elemen masyarakat muslim Indonesia (Perwakilan Kedutaan Besar RI (termasuk dubes dan istri), Imuska (lembaga da’wah Muslim Indo di Korea) dan PERPIKA) mengahadiri prosesi sholat jenazah yang diselenggarakan pada hari rabu (12 mei 2010). Prosesi berjalan lancar dan khusuk. Alhamdulillah semua hak mas Herlamabng tertunaikan sudah. Alhamdulillah, jauh dari tanah air tidak menjadikan hak beliau sebagai muslim terpaasung. Syukur kami ya Allah atas karunia mu. Dan kamis kesesokan harinyapun mas Herlambang dan semua rombongan Indonesisa akan meninggalkan Korea dengan jalur Seoul-Yogya-Solo.

***

Selamat Jalan Mas……Semoga kami bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini. Dengannya semoga semakin meningkat ketakwaan kami yang kau tinggalkan. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s