Jaya, your visa is expired

Tiga hari yang lalu teman lab saya, Lee, sang menejer lab menelpon saya. Kebetulan hari itu beliau tidak masuk. Inti dari obrolan singkat via telpon itu adalah: staf administrasi departemen kami membutuhkan tanggal  habis izin tinggal saya di korea. Beliau juga melanjutkan “Dia butuh passport mu”. Dari semua premis itu, sayapun berkesimpulan sendiri. Ada orang yang membutuh tanggal expired izin tinggal saya, dan itu bisa diketahui dari passport. Ok, saya akan fokus dengan urusan passport ini. Saya bertekad akan segera membawanya serta bilamana esok hari saya datang ke lab. hari pertama dan kedua setelah itu saya lupa. Hari ketiga lupa kembali. demi reputasi bangsa indonesia yang disiplin janji (ceile) saya mengagendakan akan pulang saat istirahat hari ini untk sekedar mengambil passport yang dibutuhkan.

Saya pulang hari ini. Saya boyong si buku hijau. Saya temui sang penguasa kantor administrasi departemen. Dan terjadilah obrolan singkat berikut:

“where is your passport” sambut dia terbata2.

“he…he..he..here you are” serah saya sambil gak jelas karena sedikit malu sudah menunda-nunda

“Yokon ? (tulisan koreanya benar atau tidak, saya tidak tahu. namun demikian telingan saya menangkap desir suara mulut orang korea jika menyebut buku hijau itu)” tanya retoris saya. Mencairkan suasana.

“he..he..he” terderang suara tawa yang tersimpan dalam karena wajahnya sedang  asyik mengamati passport saya. Dia sibuk membolak-balik buku hijau saya. Beliau mencari halaman dimana gerangan stiker visa saya bersembunyi. Saya dengan sigap membantu, menemukan lembar halaman yang diincarnya. Dan….ketemu.

“Aigo, jaya…it’s expired” teriak dia sembari menyilangkan kedua tangannya.

“what……?” saya terkejut.

langsung saja adegan berjudul KHAWATIR mengisi jadwal tanyang theater otak saya. Saya teringat cerita seorang senior bilamana visa kita terlanjur expired. berikut list masalahnya. agar tidak ikutan mumet, saya bantu dengan menampilkannya dalam bentuk daftar:

1. kita mesti membayar denda 100 rebu won. jika dikonversikan ini berarti 1 jeti rupiah. Denda itu adalah denada terlambat untuk setiap satuan bulan. Jika terlambat satu hari saja tetap dihitung satu bulan. :(

2. biaya administrasi reguler 30 rebu won. gede juga ya.ini seharaga 20 Kg beras.

3. Untuk mengurusnya, saya mesti datang ke imigrasi kota tetangga. Untuk kesana dibutuhkan watu 2 jam bolak balik…..dan sederet embel-embel kemumetan lainnya karena saya akan menjelajah hutan belantara hanggul….

kontan saya takut. Saya dibayangi seramnya jumlah uang yang akan tersedot. Sedikit mengutuk diri akan kebodohan yang tak termaafkan ini. Dan sayapun keluar dari kantor dengan bekal selembar kertas petunjuk yang semuanya dituliskan dalam hanggul. Kata si officer “ini adalah panduan untuk mengurus perpanjangan visa mu”. Makin amburadul isi otak saya….maksud saya, pikiran saya.

“welcome to jungle. surely. it is being jungle of hanggul” keluh saya lemas.

“Ya…Allah bantu saya” guma saya.

***

masuk lab. saya temukan Son (adik kelas korea saya) sedang mengutak-atik Hp layar datarnya. sayapun curhat kepadanya, meski saya sangsi dia akan 100% ngeh. Singkat cerita, dia menganjurkan saya untuk menelpon prof. Langsung saja saya meminta dia agar berkenan lakukan itu untuk saya. Prof pun di telpon. Hari ini kebetulan prof tidak ada ditempat. Diantara suara tambrakan bola-bola bowling dari ujung telpon sana, saya mencurahkan isi otak saya kepada beliau. Saya curahkan semuanya, sudah pasti bukan dalam bentuk sup otak. Saya sengaja memberikan tekanan suara dengan nada berat  saya saat menginformasikan sejumlah uang yang saya harus keluarkan terkait keteledoran ini. dan saya hanya memperoleh jawaban berupa

“Go to Intl. office and let me know the next information”.

mungkin beliau sibuk bermain bowling, pikir saya cuek.

***

dengan skuter saya meluncur kantor Intl. office. Disana saya bertemu officer yang satu tahun lalu menyerahkan Alien card saya. Kembalilah saya menjadi moderator sesi curhat hari ini, dengan sang officer sebagi tamunya. dan apa yang saya dapat pemirsa?. Setelah sedikit salah komunikasi karena keterbatasannya berbahasa inggris. akhirnya saya mengerti jikalau dia tidak hanya butuh passport saya. Dia juga membutuhkan Alien card saya, yang dia sebut dengan sebutan registration tadinya..hu..hu…huh. Setelah saya tunjukan, diapun bergumam

“oh…your visa is not expired yet. Look at here. it’s still one year left” tunjuk tangannya ke muka saya. Dia menyodorkan KTP intl saya itu  sembari menepuk saya pelan.

lalu saya tanya

“lalu bagimana dengan tanggal ini?. saya menyodorkan stiker visa”. belum sempat beliau menjelaskannya, saya sudah tersenyum sendiri.

“I got it” pekik saya, sudah pasti salam alam pikiran saya saja.

tanggal 2010.8.12 tersebut adalah tanggal expired untuk multi entry saya..huh…huh….saya merasa makin bloon karena sudah berhasil dihalau ke ranah kebimbangan oelh staf administrasi dept. saya tadi. hmmm…saya seketika sadar bahwa merespon sesuatu ada baiknya selalu dengan hati yang tenang. jangan serta merta mengerahkan emosi yang hanya mengundang pikiran yang kalut saja.

ai..ai..ai..layaknya kristal es yang serta merta disapa angin spring. saya mencair. Galau saya meluap. dan sacara tiba-tiba, riuh rendah penonton theater otak saya berbisik kecewa karena adegan bertopik cemas galau, gagal tayang. Pelangi senyum saya terbit di ruangan intl. office sore itu.

“wakakakak…kamsahamnida songsenim, terima kasih pak” tawa saya diikuti ucapan terima kasih yang benar-benar ikhlas.

***

Saya langsung bergegas menuju gedung lab kami untuk menuntaskan kegembiraan ini. Calm down, Jay.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s