Ke-Ge-eR-an mau ditilang.

Saya baru saja pulang dari masjid. Feeling saya sejak keberangkatan dari apate tadi mengatakan hari ini saya harus mengenakan helm. Saya memiliki kebiasaan mengunakan topi atau peci untuk melapisi bagian dalam helm bukan milik  pribadi. Jika diformat demikan, saya baru bisa merasa nyaman menggunakan helm pinjaman. Jika tidak, saya akan berfikir dua kali untuk mengenakannya. Kecuali jika saya mendapat jaminan jikalau helm tersebut benar-benar bersih.  Alhamdulillah, peci yang biasa saya gunakan sebagai pelapis dengan mudah diperoleh di atas meja belajar. Jadilah saya menggunakan helm malam itu. maklum, saat itu saya sedang diburu waktu. Saya harus bertindak taktis guna menghemat waktu.

Ternyata feeling saya tepat sekali. Saat melewati jalan pintas dari masjid menuju apate. tepat di bawah jalan layang berornamen tiang melengkung 180 derajat yang merupakan salah satu landmark kota cheonan, saya berpapasan dengan mobil polisi yang sedang patroli. Meski jarak kami masih relatif jauh, kenyamanan saya berkendaraan segera terusik. Demikianlah nasib bawaan pengendara ilegal: selalu mawas diri dan penuh curiga terhadap polisi 🙂. Saya tidak memiliki surat izin mengemudi. Jika saya memilih berbalik arah untuk menghindar, karena  jalan tersebut pintas dan sempit maka akan sangat mencolok.  Ide tersebut segera saya hapus dari daftar aksi mengatasi kecemasan saat itu.

Saya sedikit menjadi tenang saat teringat sebuah cerita teman pekerja yang menjelaskan bahwa di korea dikenal regulasi berkendaraan roda dua tanpa izin mengemudi. Saya berusaha berbaik sangka akan kebenaran cerita tersebut. Tapi sayang, cerita itu tidak cukup menghibur. Karena kala saya balik bertanya kepada sang penutur saat beliau bercerita, untuk memastikan kebijakkan tersebut, beliau hanya menjawab “ya, klo ternyata aturan itu ndak ada. Ya saya lepas saja motornya klo memang mau ditilang”. Nah lo, bagimana bisa khabar yang belum jelas kebenarannya tersebut sebagai cerita penghibur. Makin serem😦.

Motor ini adalah motor teman saya. dapat dibayangkan bukan, betapa naasnya kehilangan barang pinjaman. Rugi dua kali istilahnya. maka yang terpikir dibenak saya kala masa genting itu menerpa, hanya satu:  bertindak wajar. Tetap mengendara dengan tenang. Toh saya sekarang sedang menggunakan helm dan berjalan di sebelah kanan. Saya berusaha membangun kepercayaan diri agar tidak terlihat sedikitpun sebagai orang yang layak untuk ditilang. saya berdoa mudah2an apa yang saya takutkan tidak terjadi. bisa dibayangkan serunya jika ditilang dengan bahasa yang tidak dimengerti sama sekali bukan?. Ditilang di indonesia saja sudah cukup membuat kita stress apalagi ditilang di sini. Bisa gila saya dibuatnya.

tak terasa skuter yang saya kendarai mulai mendekat mobil patroli polisi tersebut. Gawat mobilnya melambat. dan tiba-tiba terdengat suara klakson yang mengema. huh…nyaris putus dan menggelinding keluar tubuh jantung saya. untung saat itu saya masih mampu menahan kesadaran untuk tidak tiba-tiba terbang; menabrak mobil patroli; atau ambil langkah seribu meninggalkan motor sendirian di sana.  Saya masih mampu mengendalikan diri sehingga posisi wajah polisi yang membelakangi saat itu sudah cukup menjadi pertanda yang menyadarkan saya bahwasanya klason tadi bukan ditujukan kepada saya. wah saya sudah ke ge er an dibuatnya. Benar saja. Ternyata klakson tersebut untuk seorang pemuda korea yang sedang duduk jongkok dengan kepala tertunduk, tersembunyi di balik kedua lututnya. Ternyata sang polisi yang berpatroli tersebut lebih “perhatian” dengan warga mereka yang mabuk dan parkir di sembarang tempat seperti pemuda tadi. Atau jangan-jangan pemuda tadi adalah anak salah satu polisi yang berpatroli tersebut. Jadi bapaknya mencoba membangunkan sang anak untuk pindah tidur ke rumah daripada tidur dipinggir jalan yang sepi. Apapun alasannya. Allah telah menolong saya.

Ya….Allah. Saya yang sempat dilanda ketegangan yang melebihi kadar ketegangan saat saya menaiki wahana kora-kora di ancol dahulu. setelah saya mengetahui peruntukan klason tadi bukan untuk saya. Serta merta saya merasa lega dan amat bersyukur. Alhamdulillah, saya terselamatkan. Tanpa basa-basi lagi, sebelum polisi tersebut melirik saya. Saya dengan santai mempercepat laju skuter dan meninggalkan mobil patroli menujuh arah yang berlawanan. beberapa menit kemudian, setelah saya melewati perempatan. dari sebelah kiri muncul sebuah skuter yang dikendarai seorang gadis korea dan temannya. sepertinya apa yang saya cemaskan tadi langsung menyergap mereka. Sembari berteriak dalam bahas korea, sang teman yang dibonceng menepuk-nepuk pundak temannya. sontak saja, tanpa meminta penjelasn verbal sang gadis pengemudi berbelok dan memutar mengikuti arah laju saya dan berbalik ke belokan dimana mereka muncul tadi. tingkah pola mereka lucu sekali. Tingkah pola yang lahir dari rasa kikuk dan tegang. Persis seperti seorang pencuri yang nyaris kepergok polisi namun berhasil lolos karena bukan sang pencuri yang dipergoki polisi melaikan kebalikkannya. Lucu. Saya sengaja berhenti dan menepi untuk mengamati mereka karena ingin sekali memastikan apakah mereka akan bermasalah jika ditemukan polisi mengendarai motor tanpa menggenakan helm. Eh…belum saya dapati jawabannya dengan pasti. mereka, sang kelinci perconbaan saya, malah kabur terlebih dahulu dengan lucunya. Ya…setidaknya saya bisa berspekulasi bahwa pada dasarnya menggunakan helm merupakan salah satu kewajiban pengendara motor. meski di korea, banyak sekali saya temukan para penghantar makanan pesanan tidak menggunakan helm saat mengirim pesanan para konsumen mereka.

saya tertawa sendiri melihat kejadian barusan. Sungguh lucu. Mungkin adegan yang sama bisa dijumpai pada saya beberapa menit yang lalu saat pertama kali akan berpapasan dengan mobil patroli. Lucu. tindakan keki bercampur tegang. Tingkah pola yang lahir dari rasa kikuk dan tegang. Persis seperti seorang pencuri yang nyaris kepergok polisi namun berhasil lolos karena bukan sang pencuri yang dipergoki polisi melaikan kebalikkannya. Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya untuk menjadi pengendara motor ilegal yang taat hukum…ha..ha.. emang ada ya ilegal taat hukum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s