PeDe saja tidak cukup saya kira :)

kebetulan sekali dua hari yang lalu jadwal isolasi total DNA saya dan Lee berbarengan. Lee bekerja dengan lili sebagai material isolasinya sedangkan saya bekerja untuk Carnation. Jikalau sudah berurusan dengan pekerjaan yang satu ini, saya sering bernostalgia akan pengalaman saat berjibaku di sebuah pusat penelitian kampus di Indonesia dahulu. Perjuangan membunuh waktu untuk menambang sekelompok data yang akan saya ubah menjadi tulisan narasi berujukkan aturan baku tulisan ilmiah bernama skripsi. Ibarat kata, isolasi DNA itu merupakan langkah paling awal dari sebuah rangkaian panjang proses analisa molekular yangan dilakukan pada penelitian tingkat tinggi bidang molekular. Dan penelitian s1 saya, tidak jauh-jauh dari proses “sederhana” tersebut dengan sedikit analisa bioinformatik yang saya rasa lebih dinamis dari pada kerjaan molekular murni itu sendiri🙂. Jadi benar-benar sangat sederhana jika menjadikan kerjaan saya sekarang sebagi standar kompleksitasnya. Saya teringat akan masa-masa sulit dalam “camp” pejuangan kami yang berlokasi di lantai paling atas sebuah gedung tua bernama pusat antar universitas (PAU) IPB tersebut. Kondisi sulit sekedar untuk mengisolasi DNA karena kami  bekerja tidak menggunakan KIT (produk satu paket bahan kimia siap pakai yang sudah teruji keberhasilan kinerja isolasinya secara pabrikan. ibarat sebuah mesin, KIT bisa disebut juga sebagai quick operate pada menu pengoperasiannya) serta segudang peraturan lab yang saya lihat lebih terlihat sebagai langkah antisipatif manajemen lab agar lab bisa bertahan hidup. Peraturan untuk mengakali seabrek keterbatasan ini dan itu. sesuatu yang khas dari dunia penelitian negara tercinta saya ini. Dengan KIT, isolasi DNA  yang terkesan ribet bisa dilakukan dengan gampang. Hasil yang diperolehpun juga sangat menjanjikan. Maka tak heran jika perjuangan saya di camp tersebut, menggenapkan usia studi s1 saya menjadi 5 tahunn lebih 2 bulan meski tak satupun mata kuliah saya perdalam lebih dari satu kali masa study (mengulang).

Pekerjaan “sederhana” yang dikerjakan bersama-sama inipun kemudian menjadi terasa lebih berwarna. Kala Lee dirongrong oleh banyak permintaan dari faculty member karena dia juga bekerja sebagai staff di departmen kami, saya bisa menghandle pekerjaan isolasinya bersamaan dengan kerjaan saya. Atau jikalau saya mesti istirahat sebentar untuk melakukan sholat, saya bisa total berkonsetrasi untuk ibadah karena ada Lee yang bisa diandalkan. Alhasil, semua diselesaikan dengan baik meski dipenghujung waktu kerja kami hari itu. alhamdulillah.

Total DNA sudah disimpan apik dalam freezer. Total DNA, dalam kondisi demikian akan aman dan bisa kami gunakan kapan saja bilamana kami ingin melakukan exprimen lanjutan. Dan saya memutuskan untuk melakukan PCR (perbanyakan DNA secara buatan menggunakan mesin) keesokan harinya.

merujuk dari trial sebelumnya, saya akan yakin sekali jika gene (potonagn DNA tertentu) yang saya idamkan dari sekumpulan DNA yang saya isolasi kemarin bisa saya peroleh melalui PCR. maka dengan semangat hari baru dan kepercayaan diri yang tinggi saya lakukan PCR disela waktu sebelum kelas prof. Ahn dimulai. hmm….hmmm…saya yakin akan perolehan data yang saya idamkan. harap..harap cemas.🙂, sepanjang proses penantian kala mesin PCR menderu-deru bekerja membuat DNA (memang mobil menderu2 kwkwkwk).

Dan prosesi pengecekan gene tersebutpun datang juga. Saya persiapkan semuanya. Saya larikan larutan yang berisi kumpulan gen tersebut pada sebuah agar. Dan saya akhiri prosesi tersebut dengan mengintip gen yang berada dalam agar menggunakan bantuan sinar lampu berpendar pada sebuah iluminator. Dan hasilnya adalah tak satupun gen yang saya harapkan menunjukan senyumnya pada agar tersebut. jangankan senyumnya yang berupa satu utas garis, wujud dan tanda-tanda kehidupannyapun tidak saya temukan, meski secuil. Oh…Allah…saya lemas. ternyata….hari ini keberuntungan saya belum mampir ke rumah jiwa saya, meski hanya diberandanya….sudahlah..masih ada esok untuk bertarung menjemput takdir saya…

mudah-mudahan hari ini jauh lebih baik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s