Sebuah cerita di balik layar penyiapan bahan “mengajar” perdana

Mendadak prof. meminta saya untuk menggantikan beliau mengajar anak-anak s1 senin minggu depan. Beliau tidak bisa hadir pada kesempatan kali ini karena harus mengikuti sebuah pertemuan di Seoul. Saya menerimanya dengan senang hati meski pun sebuah kosekuensi berupa menyiapkan bahan ajar yang akan menyita waktu saya diakhir pekan ini siap menghadang. Disamping itu sepertinya akan sulit menolak permintaan prof kali ini karena dalam waktu dekat saya akan mengambil izin cukup lama guna  “beristirahat ” di indonesia. Sedangkan dari sudut pandang positifnya. melalui aktivitas ini saya akan mendapatkan pengalaman baru sebagai “the real lecturer”  “in the real class”. bagi saya, manfaat terakhir tersebut saja sudah menjadi alasan yang cukup untuk tidak menolak tawaran ini.

Sejak di Indonesia dahulu, saya sering sekali diminta dosen pembimbing untuk membantu beliau dalam melakukan bimbingan bagi anak s1 pada kelas praktikum. Setelah dinilai cukup membantu, sembari berjalannya waktu, saya naik pangkat🙂. Saya tidak hanya dipercaya menjadi asisten praktikum. Saya dipercaya menjadi asisten pengawas asisten praktikum pada jam dimana semestinya dosen pembimbing saya bertugas menjadi pengawas. Saya merasa senang sekali kala itu terjadi. Saya merasa bisa berbagi ilmu lebih banyak kepada orang2 yang membutuhkan ilmu saya.

Menjelang kelulusan, saya kembali naik pangkat🙂. Dari serorang pengawas asisten praktikum (biasanya asisten praktikum dilakoni oleh mahasiswa aktif (semester 3 keatas ) yang lolos seleksi aplikasi kerena memenuhi kriteria tertentu) menjadi seorang pemberi pelatihan dalam sebuah program orientasi rutin bagi asisten baru untuk  bidang yang berada dibawah tanggung  jawab lab dimana saya melakukan penelitian. Senang, saya merasakan betapa asyiknya dunia mengajar di lingkungan universitas. Meski kadang rasa lelah acap kali mengusik. Hanya jiwa dan hobi berbagi ilmu yang kemudian mampu menepis itu semua. Saya merasa ilmu yang saya miliki terus berkembang pesat bersamaan dengan makin seringnya saya mengulang-ulang ilmu yang sama dalam proses transfer ilmu yang dilakukan.

kembali pada tugas dadakan prof. kali ini. sayapun menghabiskan weekend di lab untuk menyiapkan bahan ajar yang baik. satu hal yang menjadi acuan saya dalam menyiapkan bahan ajar kali ini. pernyataan singkat prof. saat meminta saya menyiapkan bahan ajar sendiri. (huh dikira bahan ajarnya sudah ada :))

“They are may not be interested in your lecture. Thus, your first job is to prepare all the things which could carry of their attention on your lecture”

saya semakin tertantang. Belum lagi perkara bahasa yang pasti akan menjadi hal yang cukup serius bagi saya dan mereka.

Saya tepis semua kendala tersebut dengan mempersiapkan semuanya dengan baik. Mudah2an layaknya sebuah pertunjukan perdana dalam kontes pertunjukan besar. saya ingin program perdana mengajar saya kali ini juga menyenangkan dan berdampak baik bagi saya sebagai seorang pengajar maupun bagi student saya sebagai orang yang menjadi target transfer ilmu. bahasa sederhananya adalah saya lancar mengajarnya dan mereka memperoleh ilmu yang diharapkan. amin.

informasi keren yang saya temukan saat menyiapkan bahan ajar.

slide yang saya siapkan sudah memasuki bagian akhir.

setelah yakin semua target materi yang diamanahkan kepada saya sudah tercapai melalui pemaparan di beberapa lembar slide sebelumnya. kini giliran saya ingin memperkaya informasi dari topik kali ini dengan memberikan sedikit contoh nyata terkait materi yang saya sampaikan.

Saya memulai slide tambahan ini dengan mengetik judul “Other stories about gene transformation product”. Untuk mengumpulkan bahan, sudah pasti saya bertanya kepada mbah google. Kata kunci yang saya gunakan, saya ambil dari topik-topik hangat yang sering sekali saya sampaikan kepada adik-adik kelas saya ataupun rekan-rekan awam bioteknologi ketika mereka meminta saya bercerita seputar hal yang menarik dari bioteknologi. Saya bernostalgia. Puas rasanya ketika melihat raut wajah antusias dan gumpalan awan pekat rasa ingin tahu yang tiba-tiba memenuhi wajah lawan bicara ketika saya jelaskan betapa luar biasa hal yang bisa dilakukan bioteknologi untuk kehidupan. Jikalau sudah demikian semuanya akan bisa saya lupakan. saya hanya bisa memahami makna kepuasan yang teramat luas dimomen-momen seperti ini. alhamdulillah.

Kata kunci pertama yang saya ketik adalah alfalfa collects gold. wow ternyata sudah ada banyak kemajuan untuk jenis produk ini. Cerita ini pertama kali saya peroleh dari dosen pengajar molecular bidang hewan di kampus IPB dahulu. Beliau menceritakan dengan detail terkait tumbuhan yang bisa “menghasilkan” emas ini. cerita ini cukup berarti bagi saya. cerita yang menginspirasi saya sehingga jatuh cinta dengan dunia bioteknologi. Seakan meruntuhkan imajinasi saya seputar cerita ini hanya sekedara dongeng. kali ini saya makin percaya karena saya temukan sebuah jurnal ilmiah tertanda januari 2003 dari sebuah produsen jurnal ilmiah yang sudah tidak diragukan keabsahannya. jika pembaca penasaran bisa bertanya kepada mbah google dan temukan jawabannya.

jurnal imiah yang memuat info tumbuhan "penghasil" emas. jadi ingat cerita rakyat indonesia. ada yang tahu judulnya :)
jurnal imiah yang memuat info tumbuhan "penghasil" emas. jadi ingat cerita rakyat indonesia. ada yang tahu judulnya🙂

kata kunci kedua adalah golden rice. ini cerita lain terkait kemutahiran bioteknologi yang juga sangat berkesan bagi saya. Setahu saya, golden rice dahulu kala ditemukan sejak awal oleh tim pusat peneltian padi ASEAN yang terkenal dengan nama IRRI. Namun ketika saya makin akrab dengan dunia bioteknologi, cerita masa lalu terkait golden rice ini sudah tidak terlalu identik dengan IRRI lagi. Bahkan nama IRRI pun juga mulai tidak segemilang dahulu. Golden rice adalah sebutan produk padi hasil bioteknologi yang mampu menghasilkan vitamin A sebagai kandungan tambahan padi itu sendiri.

 

dan hal yang membuat saya takjub sore ini adalah, saya menemukan sebuah berita yang dimuat oleh korea time, jikalau pada tahun 2006, peneliti korea berhasil menghasilkan produk yang sama. wow hebat sekali ilmuan tersebut. memang, dalam dunia ilmu yang terkenal sangat dinamis ini, adalah lumrah setiap temuan bisa saling berbalapan antar para peneliti diseantero dunia ini. dari teknik yang satu ke teknik yang lain akan selalu ada perbaikan dan pemutahiran hingga dihasilkan teknik paling bagus untuk dieksekusi pada level komersial. saya makin memahami makna pernyataan lawas seorang ilmuan besar muda indonesia dalam sebuah tulisannya.

“Saya sampai tidak percaya. terkait ilmu tomography, dahulu saya adalah orang yang menggunakan sumber rujukan tulisan ilmiah orang-orang dimana pada suatu waktu baru-baru ini, mereka menjadi peserta sebuah seminar dengan saya sebagai salah satu pembicaranya” (ditulis ulang secara bebas).

arti pernyataan diatas adalah di dalam dunia ilmu memang lumrah sekali terjadi loncatan-loncatan penemuan yang bisa jadi datang dari orang yang termasuk pemain baru dalam dunia tersebut. sebut saja seputar golden rice tadi. ternyata korea sudah sangat maju dalam bidang ini. dengan konsep yang samapun, bisa jadi suatu saat indonesia dengan segala kelebihannya akan menjadi negara yang sangat mutahir dan memipin dalam bidang ini. saya optimis.

kembali kepada cerita saya. saya takjub, ternyata peneliti korea untuk bidang ini cukup punya taring. saya menjadi penasaran. mudah2an suatu saat bisa bertemu para peneliti RDA korea untuk belajar dan memperoleh sharing ilmu di bidang yang mereka geluti. subhanallah.

sungguh sebuah renungan akan kenangan masa lampau yang sangat berarti bagi saya apa yang terjadi dipenghujung akhir minggu kali ini. semoga ini menjadikan semangat belajar saya semakin membumbung tinggi, amin.

bismillah. hamba berserah pada Mu di wilayah takdir dan berjuang maksimal di wiliyah-wilayah ikhtiar hamba. sugohaseyo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s