The WSK Orientation: Fair Communication for Good Relation

Acara pertama program WSK yang saya ikuti adalah orientasi WSK angkatan ke 4. Dua agenda besar dilaksanakan sekaligus pada acara tersebut. Pemberian penghargaan kepada peserta WSK angkatan 3 terpilih dan penyerahan sertifikat keanggotaan bagi semua peserta angkatan 4.  Dengan berakhirnya acara perdana ini maka angkatan 3 telah mengukir sejarah mereka masing-masing. Sedangkan bagi kami,  sebuah cerita baru saja dimulai.

The best blogger of WSK 3rd batch. Indonesian. Barakallah mas Febi
another award: notable blogger. Indonesian again. Barakallah Acul.

Seperti yang telah saya ceritakan dalam tulisan sebelumnya (https://syahjayasyaifullah.wordpress.com/2010/12/08/perjalanan-menuju-wsk-orientation-and-kick-of-3rd-batch/)  perjalanan menuju museum nasional korea pagi itu memiliki kesan tersendiri. Dingin angin kota Inchon langsung menyambut kami  sesaat ketika baru mucul dari pintu keluar stasiun bawah tanah sub way. Selain mempercepat langkah, saling ngobrol berbagai topik yang menarik bisa menjadi cara lain untuk membunuh rasa dingin yang tidak bisa dihindari dalam situasi demikian. Seorang teman berceloteh

“Wah..ternyata masih sepi”

Koridor menuju museum kosong melompong. Pos satpam yang biasanya dikuasai tunggal oleh seorang petugas masih tertutup rapi. Sebuah toko menyendiri di tepi halaman  museum makin memperkuat kesan beku dan sepi.

Sebagian halaman museum dibatasi pagar seng sebagai penanda adanya aktivitas kerja konstruksi di dalamnya. Pemandangan lazim di  seantero tanah korea. Negara ini terus menggeliat. Membangun infrastruktur tak putus-putus. Seakan dengan aktivitas pembangunan fisik ini Korea ingin mengatakan pada dunia jikalau mereka adalah salah satu raksasa Asia yang tak pernah tertidur dan terus berbenah.

berpose meski dingin🙂

setelah mengabadikan beberapa foto diri dengan latar belakang sudut-sudut menarik museum, kami memilih segera masuk ke lantai dasar museum. Museum nasional korea dikonsep sebagai sebuah komplek belajar sejarah yang terpusat. Selain menyimpan benda-benda sejarah yang tak ternilai harganya, museum juga dilengkapi fasilitas edukasi yang sangat menunjang. Ruang kuliah atau konferensi merupakan salah satu fasilitas pendukung tersebut.

meja registrasi itu

Ternyata sepi di luar tidak berarti acara belum siap untuk dimulai. Seluruh panitia sudah siap dengan tugas mereka masing-masing. Kami langsung registrasi di meja yang sudah disediakan. Mungkin ini salah satu budaya negara kita yang mulai memudar. Mudah-mudahan kita bisa kembali membudayakan kebiasaan tepat waktu ini. Dengannya kita bisa memetik banyak manfaat suatu saat nanti.

sang pencetus: Fair Comunication for Good Relation
sang pencetus: Fair Communication for Good Relation

Acara dimulai. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Chair woman WSK. Dari kata sambutan yang beliau sampaikan terdapat satu frase  yang sangat berkesan bagi saya.

“Fair Communication for Good Relation”

sederhana namun kaya makna. Melalui WSK, korea berharap seluruh mahasiswa asing yang sedang berdomisili di korea mau menjadi duta bagi komunitas mereka masing-masing. Duta yang bertugas membangun posisi tawar yang baik akan Korea di mata dunia. Mereka sadar betul bahwa tulisan mampu mengambil peran perintis bagi cita-cita masa depan mereka untuk menjadikan Korea lebih mendunia dengan image yang baik. Mereka sadar komunikasi adalah kunci sebuah hubungan. Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari pemaparan sang ketua mengapa WSK ini diselenggarakan.

Ya…komunkiasi yang jujur. Tanpa komunikasi yang jujur rencana dan cit-cita besar itu mungkin tercapai, namun akan rapuh. Mampu berdiri sesaat kemudian runtuh bersamaan dengan berahirnya kepentingan dua kelompok yang saling berhubungan. Sungguh disayangkan jika hal ini terjadi.

Sebagai wahana pembelajaran bagi saya. saya ingin sekali melihat sejauh mana WSK mampu mengajarkan kepada kami para pesertanya untuk menjadi orang yang mampu beramal komunikasi jujur untuk membangun hubungan yang baik.

***

touring time

acara dilanjutkan dengan tour keliling museum guna mengenal semua koleksi benda sejarah yang ada. Sebelum kemudian acara berakhir dan semua peserta kembali ke habitatnya masing-masing.

Sampai jumpa di camp WSK angkatan 4, inshaAllah.

boegesumnida. see you in the next program
boegesumnida. see you in the next program

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s