sebuah catatan menggulung jarak: Korea-taiwan-Indonesia (I)

Izin professor sudah saya kantongi. Kelas terakhir sudah dideklarasikan tutup pintu untuk semester ini. dan tugas paperpun sudah disimpan dengan nama study dan prof penanggung jawabnya masing-masing. tinggal menunggu maklumat pengumpulan. lega. Semua yang akan saya tinggalkan diharapkan akan berada dalam keadaan baik-baik saja hingga waktu bersua kembali itu tiba.

Tiket elektronik modal perjalanan kali ini sudah disimpan rapi dalam buku kecil tempat persemayaman passport. dokumen yang mungkin dibutuhkan pun sudah saya persiapkan sedemikian rupa, jauh-jauh hari. Tiket kali ini menjadi sedikit istimewa. Tiket yang direservasikan oleh prof. langsung. Iya, langsung dengan tangannya sendiri. Prof, sedikit menggerutu ketika beliau mendapati bahwa tiket kepulangan saya hingga menjelang hari H belum juga saya peroleh.

“How comes?”

“Ya gitu deh prof. Masih berusaha hunting. saya belum berhasil. Saya meminta bantuan senior di Seoul”

“Kau tidak meminta bantuan Lee yang sudah pasti lebih mahir bahasa korea. Saya tak yakin seniormu lebih mahir dari dia. Heran saya. mengapa kau tidak minta bantuan orang2 yang ada di sektira mu”

“saya tidak mau merepotkan prof.”

“Baiklah jika begitu saya akan melakukannya untuk mu sekarang”

tiba-tiba saja acara konsultasi singkat penelitain saya kali ini berubah menjadi kegiatan singkat berburu tiket bersama prof.  saya merasa mulut saya terlalu kecil untuk mengucapkan sebuah kata yang akan menggambarkan betapa besarnya rasa terima kasih saya kepada beliau. saya sempat tidak memiliki ide, kata apa yang paling tepat harus saya gunakan untuk mengekspresikan rasa terima kasih sayakal itu. Diam. Saya terhinoptis kebaikan beliau, dan hanya bisa mengamati lincahnya jari beliau melompat-lompat di tuts keyboard Dell.

Prof. benar2 melakukan langkah2 reservasi tiket seolah2 untuk dirinya sendiri. Tiket tercocok untuk saya berhasil dicetak. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau.

***

Hari keberangkatan tiba. Saya menyempatkan diri untuk hadir di Lab, dipagi hari sebelum bertolak meninggalkan Cheonan pada pukul 12 nanti. Saya ingin memastikan semua pekerjaan yang akan saya tinggalkan dalam keadaan baik2 saja selama kepulangan saya nanti. Saya temui prof. dan mohon izin kembali kepada beliau. Beliau meminta saya untuk meninggalkan memo yang berisi langkah teknis pekerjaan saya. Alhamdulillah, saya siap dengan semua itu dan hari itu saya meninggalkan cheonan dengan perasaan yang lega. Bismillah semoga semua akan baik2 saja.

***

Saya tidak tahu sejak kapan peraturan ini berlaku. Sebuah pertanyaan saya akan persoalan “re-rentry” yang belum terjawab di kantor imigrasi cheonan beberapa waktu yang lalu, terjawab  hanya dalam hitungan menit saja di bagian imigrasi bandara. Dari petugas dan diperkuat oleh sebuah poster yang terlihat baru ditempel di dinding ruang tunggu imigrasi bandara, saya peroleh informasi bahwa untuk visa dengan kategori tertentu (termasuk visa belajar) tidak dibutuhkan lagi surat izin “re-entry” saat masuk kembali ke korea selama izin tinggal masih berlaku . Kebijakkan ini bisa jadi menjadi sebuah hal yang baik bagi para pelajar asing di korea yang memegang visa single entry. Ketika ingin keluar masuk korea, pemegang jenis  visa yang tertuliskan di sana tidak perlu repot2 mengurus surat re-entry lagi. Alhamdulillah.

Dengan demikian saya memiliki waktu sisa yang cukup untuk menikmati bandara Incheon kali ini sebelum berangkat menuju tanah air tercinta. teringat beberapa benda yang belum sempat saya beli, maka saya memutuskan untuk belanja beberapa makanan sebagai bekal transit di taipe nanti. Kemudian saya menyantap bekal sarapan pagi yang saya siapkan berupa nasi putih dari apartemen tadi. Sudah pasti saya menyantapnya bersama  lauk cumi kering dan kim yang saya peroleh di bandara saat berbelanja tadi.

saya sempat takjub dengan sebuah fakta yang saya temukan saat belanja. Adalah menjadi rahasia umum, jika belanja di airport atau tempat2 umum penting yang terbatas sistem akses lainnya, harga barang akan menjadi berlipat dari harga normal di luar sana.  Kali ini saya menemukan hal yang berbeda. perkara sederhana mungkin, tapi tidak bagi saya. ini menjadi sebuah penemuan yang luar biasa. Sebuah jaring retail besar di korea memiliki gerai di dalam airport. Mereka membuka toko yang sama dengan toko yang mereka miliki di seantero korea. Yang unik, selain barang yang disediakan sama lengkapnya, harganya pun sama dengan harga normal. wow. saya takjub. saya membeli semua barang yang saya butuhkan dengan perasaan bebas. bebas merdeka dari perasaan takut tidak mampu membayar karena harga yang tidak masuk akal untuk barang yang sama. sedikit informasi tambahan juga. Makanan khas korea bisa juga ditemui di toko ini. Siapa tahu anda lupa menyediakan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tanah air. Dengan mudah anda bisa memperolehnya disini. Sudah pasti dengan harga standar warung korea🙂.

belanja sudah. kini giliran makan sebelum boarding. saya memilih makan di kursi tunggu dekat pintu boarding yang telah disediakan pengelola airport. saya makan nasi putih berlauk cumi kering dan kim di antara lalu lalang penumpang yang hiruk pikuk. sempat ada rasa canggung ketika beberapa orang korea mencuri pandang kepada saya yang sedang asik menggigit cumi kering yang alotnya tidak ketulungan. saya berusaha cuek. apa peduli saya. tak perlu malu selama kita tidak salah dan mengganggu mereka. jadi ingat dengan filosofi “mengapa malu dengan apa yang kita lakukan. wong mereka bukan yang membayar kita dalam beraktivitas”🙂. terkadang cuek itu asyik juga. Berkat cuek, saya bisa kenyang dan siap melakukan perjalanan dengan aman dan damai menuju taipe ketika itu.

Bismillah. Tunggu saya taipe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s