Sampai jumpa(lagi), guru.

Hari itu saya akan meninggalkan lab. Saat melewati sebuah meja di dekat pintu keluar kantor dengan tumpukan kardus berisi kertas A4 di atasnya, perhatiannya saya tercuri oleh sebuah kertas berukuran kartu nama tergeletak di sana. Ternyata kertas itu memang sebuah kartu nama. Di dalam kantor lab kami, saya sering menjumpai kartu nama sales dari berbagai perusahaan alat lab dan bahan kimia. Bilamana mereka datang dan tidak berjumpa dengan Lee, mereka akan meninggalkan beberapa brosur promosi berserta sebuah kartu nama sembari membungkuk menghadap saya dan undur diri. Biasanya saya akan sampaikan “amanah”  itu kepada Lee seketika saat berjumpa dengannya di kantor. Dan tak jarang pula brosur dan kartu nama  itu akan menemukan fakta sakitnya diterlantarkan karena Lee tak mau peduli dengan keberadaan mereka meskipun sekedar untuk memindahkan mereka dari tempat dimana mereka ditinggalkan oleh sang empunya. Alhasil, kartu nama itu akan berserakan disembarang tempat, bernasib tak jelas. Semula saya mengira kartu nama yang saya lihat kali ini adalah salah satu dari mereka. Dengan sedikit minat saya ambil kartu itu dengan maksud memindahkannya pada tempat yang layak. Sekilas saya perhatikan kartu nama ini. Sebuah kartu nama dengan tinta cetak yang pudar. Kertas yang digunakkanpun sangat sederhana. Kesederhanaan ini menjadikan kartu nama ini semakin menarik rasa ingin tahu saya. Saat itu juga saya yakin jikalau kartu nama ini bukan satu dari kartu-kartu nama yang tak jarang memiliki nasib akhir di kerajangan sampah tersbut.  Saya takjub. Pemilik kartu nama tersebut adalah seorang “guru” yang meninggalkan saya beberapa minggu yang lalu.

Beliau adalah senior saya di Korea. Beliau selama ini berkantor di  gedung yang sama dengan saya. Beliau telah menjadi mahasiswa kampus kami sejak 4 tahun yang lalu. Kebetulan sekali saat saya berada di Indonesia beliau meninggalkan korea dikarenakan seluruh urusan beliau selesai. Beliau kembali ke Indonesia dengan gelar Doctor-nya. Alhamdulillah.

Beliau melewati hari-harinya di Korea penuh dengan perjuangan untuk sebuah harapan yang dibangun sejak awal. Sebuah harapan yang menjelma menjadi sebuah sekolah kehidupan secara sendirinya bersamaan dengan berjalannya waktu. Dari beliau saya belajar sebuah keteguhan menggapai cita. bahkan keteguhan itupun tak meluruh hingga akhir perjuangan belajar beliau.  Beliau masih harus bermain tarik ulur “melawan” profesornya guna mendapatkan sebuah kepastian kapan waktu kepulangan beliau akan tiba. Hal inilah yang kemudian menjadikan kami akhirnya tidak sempat bertemu untuk saling bertutur kata perpisahan di akhir hari beliau di Korea.

Semoga Allah senantiasa mencurahkan keberkahanNya pada diri beliau. Dan semoga Allah menjadikan kebaikkan pada diri beliau bermanfaat bagi lingkungannya.
Selamat jalan. Selamat berkarya Dr. Agr. Sc. Rahayu, SP. MP. di negeri kita tercinta. Perjuangan mu disini maupun disana akan menjadi inspirasi bagi saya yang masih tertinggal.

Saat pembentangan hasil penelitian itu dilaksanakan

Saya kembali melirik sebuah kartu nama yang sekarang menjadi salah satu penghuni dompet kulit hangat saya. Saya teringat dengan sebuah kata terakhir yang beliau tuturkan pada saya sehari sebelum kepulangan saya ke indonesia untuk berlibur

“InshaAllah kita masih bisa berhubungan” tutur beliau sembari meraba seluruh kantong yang melekat di baju dan celana beliau kenakan.

“Wah…saya tidak punya kartu nama. InshaAllah akan tetap bersilaturahmi. Ajak istrimu dan datanglah ke Solo. Jadikan kami Kakak kalian”

inshaAllah, guru, sayapun akan menjaga silaturrahmi ini.

dalam diam dan marah mu pun saya belajar tentang teguhnya kau mengahdapi hidup. terima kasih untuk semua kebaikkan yang kau berikan. Tak bisa saya balas. Semoga Allah memberikan balasan terbaikNya untuk mu.

Selamat berkarya dan doakan kami yang masih tertinggal.

Semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s