Kunjungan dan sholat jumat pertama di Daejon

“Segera keluar….saya segera akan naik bus.

Saya tidak turun loh.

Tunggu bus di Bus Stop, tepat berada di samping pintu keluar KRIBB”

Sebuah SMS tiba-tiba masuk ke hp saya. SMS dari seorang senior, Pak Gufron, mengingatkan saya untuk bergegas mempersiapkan diri guna berangkat ke masjid Daejon bersama beliau. Seperti yang beliau gambarkan sebelumnya, ternyata di Daejon (khususnya jalur-jalur tertentu seperti jurusan KRISS (institusi tempat pak Ghufon belajar untuk program phd-nya)-KRIBB-Masjid) bus relatif jarang. Saya jadi teringat dengan sebuah daerah pusat pemerintahan di provinsi Bengkulu. Sebuah jalan bernama padang harapan yang nyaris dikatakan steril dari angkutan umum. Selama penantian bus di daejon ini, saya merasakan kondisi yang kurang lebih serupa dengan pengalaman saya ketika baru tamat SMP dan mesti menjelajah padang harapan tanpa angkutan umum beberapa tahun silam.

Sambil menunggu bus, Saya punya cukup banyak waktu untuk mengambil sedikit foto di sekitar bus stop.

gerbang KRIBB (Korea Research Institute of Bioscience and Biotechnology)

Dari gedung utama KRIBB saya berlari kencang penuh semangat tadi…..(semangat takut tertinggal….tidak lucukan, jika tertinggal?…yang ada sedih ….:D). Setiba di tempat yang dituju, ternyata yang saya temukan hanya jalan berjalur dua sepi dari penggunanya, termasuk si bus yang ditungu-tungu kehadirannya. Putar mata sana-sini…eh tepat di sisi kanan tempat saya berdiri,  dua pokok pohon gingko biloba (bukan wingko babat ya he..he..puasa2 ingat makanan aja bawaannya) berdiri tegak nan mempesona seakan meminta saya untuk mengabadikan mereka meski hanya sekali jepretan saja.

Tanaman ini amat  akrab dengan mata saya, ibarat seorang teman karib masa lalu yang sulit untuk dilupakan. Bentuk daunnya yang unik membuat mereka mudah dikenali. masih lekat dalam ingatan saya bagaimana perkenalan pertama kami yang hanya melalui sebuah foto (tepatnya sebuah  copian. hmmm klo demikian namanya bukan foto tapi gambar ya? :)) yang ada di handout mata kuliah taksonomi tumbuhan berpembuluh semasa kuliah dahulu.

sebaris pokok gingko di depan sekolah menengah kota Cheonan, primadona musim gugur

Sedikit tentang mister loba-loba ini (maksud saya si Gingko Biloba ini), daunnya berbentuk seperti kipas (cantik). buahnya berbentuk seperti kelengkeng kembar yang muncul dari satu tangkai. dan yang terus saya ingat dari tanaman ini: Ia berkhasiat sebagai obat peningkat daya ingat. Nah sebuah produk obat di indonesia ada yang mencantumkan nama si mister seacara terang2 di kemasannya sebagai bahan promosi. Di lab saya dahulu, jika ada seorang teman yang telat dalam berfikir, lagi-lagi, mister ginko ini akan menjadi bahan ejekkan untuk mengolok sang teman agar kecepatan berfikirya dapat ditingkatkan (jangan dicontoh di rumah)….Dan satu lagi……daun ini identik dengan lamabang sebauh universitas kenamaan asia, TODAI, Tokyo Daigaku (Tokyo University). Saya sempat punya cita-cita untuk sekolah disana saat masih kuliah s1 dahulu. mudah2an masih ada kesempatan di program s3 saya nanti.amin.
Tuit, sms masuk lagi
“Saya sudah di bus. 2 menit lagi, siap2 ya…”
Buspun datang…mata saya lekat, menatap si bus ampe grogi….tapi untungnya sih bus masih normal dan saya juga masih baik2 saja….jadi adegan terlarang itupun tidak berlangsung lama dan berefek buruk bagi saya dan penumpang lain (maksudnya?). Maksudnya, saya berusaha mencari sosok pak Gufron….aha…mata kami bertemu…seorang pria berwajah indonesia asli melambaikan tangannya di bangku depan bus seraya celagak celiguk berusaha menemukan saya. Bus berhenti dan saya segara menggapai pintu bus dan….hup…laluku tangkap…..saya naik deh bus…….

hanya butuh waktu beberapa menit saja…kami sudah turun dari bus….selain kami ternyata ada dua orang mahasiswa indonesia lain di bus yang kami tumpangi. jadilah kami berkafilah sekarang. mumpung  masih ada waktu tersisa, kami mampir ke  supermarket untuk belanja sejenak. Setalah puas, kami kembali berjalan kaki di sepanjang jalan menuju masjid Daejon. Masjid sudah cukup penuh…Senangnya bisa melihat wajah2 ceria saudara seiman di sana. Tak hanya orang indonesia, di sana juga bisa saya temukan brother dari berbagai negara dunia..wus….saya telah menjadi warga dunia saudara2….hi..hi…haru membayangkan jika bisa saling berbagi manis ukhuwah islamiyah dengan mereka…tapi sepertinya butuh waktu untuk melakukan itu semua.

Setelah sholat selesai, sedikit bertukar kata….berkenalan dengan jabatan tangan, kami pamit undur diri. Pak gufron berkenan memutar arah lagi untuk menemani saya hingga pintu gerbang KRIBB. Akhirnya saya kembali ke KRIBB dengan selamat. Selamat datang kembali ke dunia seminar tanpa kata (yang saya pahami).

Sholat Ashar yang Aneh
Waktu sholat ashar telah tiba. Seminar masih terus berlangsung. sedikt iseng, saya sapukan padangan ke peserta lain yang sedang asyik mengikuti seminar. ternyata banyak juga peserta korea yang tidur  pulas, tidak terkecuali mahasiswa korea yang nota bene mereka mengerti bahasa pengantar yang digunakan dalam presentasi.

“Dari pada ngantuk mending keluar dan sholat pikir” saya.

Setelah berputar2 menikmati lingkungan KRIBB yang nyaman sembari survei tempat sholat. akhirnya saya memutuskan untuk sholat di ruangan digital exhibition-nya KRIBB.

semula saya ragu menggunakan ruangan tersebut. dari namanya saya yakin sekali tempat itu akan banyak pengunjungnya. setelah diintai selama beberapa menit. ruangan tersebut tak kunjung ramai dan nyaris sepi. Ruangan ini adalah sebuah ruangan berbentuk U yang dibelah oleh sebuah tembok tinggi. di seluruh sisi ruangan bagian dalam di pasang berbagai media eksibisi baik itu digital maupun manual terkait dunia bioteknologi korea dan dunia. karena berdasarkan hasil pengamatan saya dalam waktu yang cukup lama ruangan ini berkondisi sepi, maka saya putuskan melakukan sholat dipojok sudut huruf U ruangan tersebut. Posisi saat saya melakukan sholat cukup strategis, tertutup dari pandangan orang dan posisi kiblat saya pun tertutup tembok pembatas tadi. Saya memulai sholat dengan membentangkan jaket sebagai sajada. memasuki rakaat ke dua, tiba2 dari pintu masuk terdengar riuh rendah suara orang2 berbicara satu sama lain. sesaat kemudian suara itu berhenti dan diikuti oleh suara laki-laki yang lebih keras karena menggunakan alat pengeras suara. jeda sesaat suara terdengar mendekat tempat di mana saya sedang mendirikan sholat. konsentrasi saya buyar. karena ketakutan, meskipun sedang sholat saya bergerak menjauhi suara sembari menyelesaikan sholat. masyaAllah, saat itu perasaan saya kacau. saya khawatir akan terjadi fitnah ketika mereka datang sementara saya sedang sholat di ruang eksibisi ini. akhirnya sholat sayapun berakhir dengan perasaan serba salah yang mengundang rasa tidak nyaman yang luar biasa. saya meninggalkan ruangan eksibis semabri melirik ke belakang dan menemukan sekelompok pelajar smu korea yang sedang terlihat fokus mendengarkan penjelasan seorang pemadu di depan sebuah media presentasi yang menjelaskan tentang DNA. hufh…..sholat asahr teraneh yang pernah saya lakukan. saya beristighfar sebanyak2nya sembari meninggalkan ruangan eksibis menuju ruang seminar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s