[JADI Korea] Juga ada di Korea. Pasar Tradisional

Assalammu’alikum wr wb

Sobat.

Kita bersua kembali melalui rubrik  JADI Korea (Juga Ada DI Korea). pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita dan gambar seputar pasar tradisional di korea.

Sejauh pengamatan saya, pasar tradisional di korea tak berbeda nyata dengan pasar kita di Indonesia. Sama-sama berkesan tradisional. Sama-sama masih bisa dibedakan dengan mall atau supermarket yang menjadi simbol pasar modern. dan sudah pasti sama-sama berharga miring. Hanya saja,  mungkin karena manajem sanitasinya berbeda dengan kita di indonesia sehingga dari sisi kebersihan keduanya terasa berbeda.

Dan untuk urusan manajemen sanitasi ini, di Korea, saya berasumsi jikalau penerapan kebijakkannya diserhkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah setempat. Saya pernah mendengar jikalau salah satu presiden korea (siapa namanya ya?. jika saya tidak salah presiden yang menjabat sekarang) dahulu sempat menjabat sebagai walikota seoul. Kebijakan yang terkenal dari beliau terkait sanitasi adalah program pembersihan seluruh sungai di seoul. Karena perjuangannya tersebut (sudah pasti dengan bantuan tim sanitasi dan kepedulian warga seoul) kita dapat menikmati kebersihan dan keindahan sungai-sungai seoul pada hari ini. Dan sisi baiknya, semua pemerintah daerah berlomba-lomba menjadikan kotanya sebagai kota terbaik yang tertuang pada logo dan visi misi kota yang berbeda-beda.

Saya sudah berkunjung setidaknya lebih dari 3 pasar tradisional yang berbeda dari lokasi yang berbeda pula.

Ada pasar lokal cheonan yang sudah sangat rapi dan menjadi salah satu tujuan wisata kota cheonan merujuk dari sebuah papan informasi objek wisata Cheonan yang bisa dijumpai di pintu keluar stasiun Cheonan. Untuk info terakhir, saya belum menemukan banyak hal yang bisa dijelaskan. Saya melihat selain penataan yang baik serta harga yang murah, pasar cheonan belum memberikan nuansa objek wisata yang membanggakan saya sebagai warga Cheonan. Huh..siapa peduli dengan cita rasa wisata saya..ha..ha..Namun jika dibandingkan dengan pasar tradisional indonesia kebanyakan. Pasar tradisional Cheonan lebih teratur dan bersih. Tapi jangan salah, beberapa pasar tradisional di Indonesia yang baru2 ini di buka dibeberapa kawasan mungkin memiliki kwalitas yang sama dengan pasar cheonan. bahkan mungkin lebih baik lagi (banyaknya penggunaan kata “mungkin” pada kalimat ini menunjukkan saya belum pernah berkunjung ke sana. namun saya tahu keberadaannya pernah ada dari media masa nasional. Adakah rekan yang bisa berbagi informasi?)

Pasar kedua yang pernah saya kunjungi adalah pasar Jangwe. Sebuah pasar tradisional yang berlokasi di Seoul, tepatnya Sangwolgok, nama kota di mana KIST (Korea Institute Science adn Technoogy) berada. Nyaris serupa dengan pasar Cheonan, pasar ini juga sudah ditata dengan rapi. Hampir seluruh pasar di Korea memiliki jalan-jalan yang sudah ditutupi semen secara menyeluruh di dalam gang-gang kecilnya. Kondisi becek ketika hujan mungkin akan sulit ditemukan disini. 

soal sampah?. Saya belum tahu bagaimana manjemen pengelolaan sampahnya secara detil. Hampir di seluruh pasar tradisional Korea tidak saya temukan bau sampah yang menyengat atau sampah yang berserakan di mana-mana dalam jumlah besar dan mencolok. Meskipun di Korea, barang-barang yang masuk ke pasar tradisional  masih saya temukan dalam kondisi tidak seratus persen sudah bersih (saya pernah membaca dalam sebuah tulisan jikalau di beberapa negara ada semacam peraturan yang dikenal dengan nama 0% sampah di pasar tradisionalnya. Sebuah peraturan yang melarang masukknya produk ke dalam pasar dengan potensi sampah yang dibawanya. Dengan peraturan ini produk yang masuk ke pasar sudah siap jual tanpa sampah, sudah bersih). Mungkin dalam waktu dan kesempatan lain akan saya ulas juga perkara ini di korea. cukup menarik bukan?.

pasar ketiga yang pernah saya kunjungi adalah pasar Daejon. Kebetulan sekali pasar in berlokasi dekat dengan masjid Ann  noor. Nuansa indonesia banget, ya? pasar dengan musholah atau masjid berada tepat bersebelahan. Sama dengan pasar-pasar yang saya bahas di atas, kondisi yang tidak berbeda juga ditunjukkan oleh pasar daejon ini. Pasar dengan lantai yang sudah permanen, penataan yang relatif rapi, pastinya harga yang murah serta bau dan tumpukan sampah yang relatif susah untuk ditemukan.  untuk poin terakhir saya belum bisa menjamin, karena memang saya belum mengitari keseluruan area pasar. Tapi sejauh kunjungan berkali-kali yang saya lakukan. saya belum menemukan pemandangan yang acap kali mengurangi kenyamanan berbelanja tersebut.

Saya ingin berbagi secara langsung apa yang saya lihat dalam kunjungan ke pasar daejon kali ini. sebuah pemandangan yang memang juga ada di korea, tak hanya di indonesia.

gambar pertama. seorang pedang enceran kaki lima yang saya temui sedikit di luar lokasi pasar daejon.

tampak di kejauhan pasar daejon. Seorang pejual di troktoar. hmmm teringat pengalaman di masa kecil dahulu.

*) maaf ya bu, saya sudah mengambil gambar anda tanpa izin. bahkan tak hanya candit, melainkan dengan trik “tipu muslihat” segala. Terima kasih atas penggunaan gambarnya…..fuh..fuh jadi ingat situasi heroik bercampur gundah, (aih jenis perasaan apa pula ini :)) pengambilan gambar ini.

gambar kedua. Sisi terluar pasar. Kelompok penjualan pakaian. tak jarang juga ditemukan penjual pakaian bekas layak pakai.

sisi tempat kami berdiri terdapat beranda pandang untuk menikmati atraksi air mancur yang menari dengan iringan musik plus pemandangan jembatan unik kota daejon. asyik ya jadi pedangan di sini🙂
jembatan dan air mancur itu....indah.

gambar keempat dan seterusnya: bagian dalam pasar daejon.

mirip di Indonesia kan?

kita lihat fisik lantai lorong-lorong kecil dalam gambar berikut ini. sebuah pojok bagian dalam khusus menjual bunga. perhatikan lantainya.

perhatikan lantainya

gambar kali ini akan saya pertunjukkan sedikit aktivitas di dalam pasar

transaksi dan mencari barang-barang yang diminati. susuri semua lorong dan temukan harga paling murah🙂. Kemudian baru beli...

sobat. tidak kah kau lihat mereka juga menjual tahu….tahu tradisional.

Dan service tambahan berupa ikan yang telah dibersihkan🙂.

ucapan terima kasih untuk Mas Haouri (yang mengambil beberapa gambar), Is dan rekan2 ta’lim daejon yang menemani berkeliling pasar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s