[eS Te KOREA] kepedulian Korea akan hak Pejalan kaki dan Pengguna sepada

Ketika tinggal di korea dan mulai akrab dengan aktivitas menjelajah, saya menemukan banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan di tanah gingseng ini. Sudah pasti sebaik-baiknya pelajaran adalah agama kita yang mulia: al-islam. tak ada yang bisa dan pantas menandingi kemuliaannya. namun demikian melalui ajarannya, al-islam pun memberikan amanat bagi pemeluknya agar senatiasa mengambil palajaran dari setiap peristiwa. Bahkan Allah juga memberikan sebuah anjuran kepada kita untuk berjalan di bumi Allah yang luas ini (safar) agar kita bisa melihat apa-apa saja yang Allah perkenankan atas umat-umat yang ada.

melalui aktivitas safar kita bisa mengambil banyak pelajaran prihal bahwa kebaikan sekelompok umat manusia yang mengikuti ketentuan Allah akan berujung pada kebaikan pula, sebaliknya perbuatan yang bertentangan dengan sunatullah akan berujung pada keburukan. dengan demikian kita akan semakin bisa memahami apa perbedaan sifat rahman dan rahim Allah. bahkan tak hanya itu, dengan melakukan aktivitas muhasabah diri, inshaAllah kita akan bisa menjadi pribadi solutif bagi permasalahan umat bukan sebaliknya menambah permasalahan umat yang memang sudah terlanjur banyak.

Ketika aktivitas berjalan kaki dan bersepeda tidak bisa lepas dari rutinitas harian saya, saya merasakan beberapa poin perbedaan yang bisa saya temukan di korea dibandingkandengan di negar sendiri. sekali lagi, tulisan ini bukan bertujuan untuk memandang rendah negara sendiri. Tulisan ini dibuat sebagai wujud seri ikhtiar saya untuk menjadi pribadi yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan umat. pada kesempatan ini, saya hanya baru bisa menyumbangkan pikiran melalui tulisan. Tulisan yang memuat berbagai hikmah (mudah2an) yang saya temukan selama hidup di negara yang dalam beberapa konteks diberikan kondisi lebih baik dari negara kita oleh Allah.

meski hujan emas di negeri orang, hujan air di negara sendiri tetap lebih baik. semoga suatu saat nanti kita bisa menjadikan hujan air di negara kita tersebut menjadi sebuah manfaat yang besar. Pada hakikatnya jika ingin dibandingkan antara emas dan air. sungguh air adalah jauh lebih berharga dari pada emas karena ia merupakan unsur utama kehidupan kita.

kembali pada aktivitas berjalan kaki dan bersepeda. diantara perbedaan tersebut ialah terletak pada fakta bahwa negara korea berusaha menjadi negara yang mengahargai para pelaku dua aktivitas tersebut. Dukuangannya pn tidak hanya dengan kata-kata namun bergerak langsung menuju ranah konkrit. Bentuk dukungan itu adalah melalui pengadaan fasilitas yang layak bagi mereka. Di korea, hampir seluruh tepi badan jalan memiliki troktoar yang luas bagi pejalanan kaki. Fungsi utamanya pun mampu dipertahankan dari sejak pembuatan hingga pengoperasian kali pertama hingga akhir. kondisi ini tidak hanya bisa ditemukan di kota-kota besar. hal serupa juga amat jamak ditemukan di pedesaan mana kala  didaerah tersebut terdapat aktivitas berjalan kaki dan bersepeda dari penduduknya.

Konsep pembangunan troktoar terintegrasi dengan jalur khusus sepeda banyak ditemukan di korea. Sebagai contoh dapat kita lihat di dalam gambar berikut

salah satu contoh sudut jalan dengan troktoar dan jalur khsusus sepedanya, boemgye, anyang city

atau seperti berikut. terlihat begitu luasnya ruang yang diperuntuhkan untuk para pajalan kaki dan pengguna sepeda.

tampak dikejauhan troktoar lebar mengapit jalan utama di suatu sudut "kota" Cheonan.

bahkan tak jarang suatu kota menyediakan sebuah ruang hijau terbuka untuk para pejalan kali. Demikian kesungguhan perhatian tersebut, meski tanah di beberapa kota di Korea sudah meroket, namun pemerintah tetap memeberikan perhatian lebih atasi hak-hak para pejalan kaki.

sebuah jalur lebar diperuntuhkan bagi pejalan kaki dalam sebuah taman atau ruang terbuka hijau di kota seoul. tepatnya di tepi sungai han.

demikain sobat, pemeritnah korea secara keseluruhan telah memandang aktivitas berjalan kaki merupakan sebuah aktivitas yang patut didukung. namun sekali lagi, bentuk dukungan tidak berhenti sebatas perkataan saja melainkan melainkan konkrit dalam kebijakkan pembangunan.

lalu bagaimana dengan para pengguna jalan lainnya bernama pengendara sepeda?.

kita lihat sekelumit dukungan pemerintah bagi mereka.

sobat masih ingat dengan gambar ini?.

 

rental sepeda auto service di seoul.

tulisan lengkapnya bisa di lirik disini. tepat sekali. itu merupakan gamabr sepaket rental sepeda di pinggiran jalan raya seputaran stasiun Saetgang, line 9, Seoul. Ini merupakan salah satu contoh bentuk dukungan pemerintah pada aktivitas bersepeda. Saya memandang ini merupakan bentuk dukungan yang sudah berderajat super.

Mari kita lihat dukungan lain pemerintah korea kepada pengguna sepeda yang bisa saya kategorikan sebagai dukungan jamak atau wajib. mengapa saya katakan wajib? karena nyaris hampir disemua tempat fasilitas ini bisa ditemukan dengan muda.

1. jalur sepeda di hampir semua badan jalan sepanjang jalan di korea. Dengan adanya konsep jalur khusus ini, para pengendara sepeda merasa aman ketika bersepeda.

2. Di berbagai fasilitas publik seperti kereta atau subway dapat ditemukan gerbong khusus para pengendara sepeda. sperti kita ketahui stasiun subway kadang kala berada di bawah tanah atau di gedung yang tinggi, lalu bagaimana pengedara sepeda bisa menjangkaunya?. ini merupakan satu lagi bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung hak-hak pengendara sepeda. ada beberapa fasilitas alernatif yang pihak pengelola sediakan diantaranya adalah 1. pengedara sepeda diperkenankan menggunakan lift. 2. terdapat jalur khusus sisi tangga untuk memudahkan pengedara sepeda menggiring sepedanya (lihat pada gamabr berikut)

 

terlihat jalur khusus berupa untuk menggiring sepeda di sisi kanan tangga. lokasi pengambilan gamabr di stasiun Ttukseom line 7

3. di beberapa stasiun subway juga ditemukan fasilitas lemari penitipan sepeda auto service (saya belum memiliki fotonya. mungkin dilain waktu akan disertakan). 4. tepat parkir di pintu masuk stasiun. klo untuk jenis fasilitas yang satu ini sudah tidak menjadi istimewa lagi karena memang amat umum ditemukan.

demikian sobat cerita yang bisa saya bagi kali ini seputar bentuk perhatian pemerintah korea bagi pengguna jalan yang bernama pejalan kaki dan pengendara sepeda.

diakhir tulisan ini saya ingin mengutp sebuah pernyataan presiden korea selatan, Lee Myung Bak kepada majalah TIME saat dinobatkan menjadi Heroes of Environment

“When the Korean economy was just trying to get back on its feet after the war, having parks was a luxury,” the 65-year-old Lee told TIME last year. “But now we try to achieve a balance between function and the environment, and we try to put the environment first.”

mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi kita. dan kita mampu mengambil pelajaran darinya.

***

ketika Seoul bisa, saya merasa yakin jika Jakarta juga akan mampu.

 

pemandangan di tepi sungai han yang melewati Seoul. tampak sekelompok penghobi sepeda sedang beristirahat. mereka menampakkan wajah puas dengan apa yang mereka dapatkan. subhanallah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s