Pertimbangan 3P untuk memulai sebuah riset.

Persaingan dunia riset semakin tinggi. Ketika dunia riset menjadi semacam dapur bagi dunia komersial, maka dunia riset sudah memasuki babak baru. Dunia riset telah menjelma menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia komersial itu sendiri. Untuk hal ini saya tetap memiliki pandangan bahwa dunia riset adalah dunia dengan budget sendiri. Ini berarti, dunia riset tanpa dana adalah sesuatu yang mustahil. namun disisi lain, sekali lagi, kebutuhan riset akan persoalan dana bukan berarti menjadi harga mati bagi peneliti untuk ikut serta menggadaikan idealisme-idealisme kebaikan yang sudah ada sejak mula. Adalah baik jika seorang peneliti selain mumpuni dalam bidang masing-masing juga menggunakan piranti “peneliti” yang sudah peka di dalam dirinya, digunkan untuk meneliti sumber dana terlebih dahulu sebelum menyatakan “bergabung”.

kata orang sunda, being pious researcher, why not?. Terlalu ekstrim?.  Tidak juga. Justru karena makin “keras”nya dunia riset, seorang peneliti dituntut untuk memiliki sebuah pegangan yang kokoh. Jika tidak, maka bersiap-siaplah menjadi salah satu dari berjuta peneliti yang sudah tidak merdeka atau hanyut terbawa arus keras tadi.

Karena sifat kompetitif yang dimiliki dunia riset tersebut makin memacu adrenalin maka dalam memulai sebuah riset kita harus mempunyai strategi. Dalam istilah keren, strategi pertimbangan tersebut di kenal dengan istilah 3P. Sederhana saja,

P yang pertama untuk paper.

P kedua untuk patent,

dan P yang ketiga untuk product.

Ketiga P ini memiliki fungsi yang beragam. Jika mentok ide, kita bisa menggunakannya untuk memacing ide. Jika ide belum kaya dan tidak terarah?, nah 3p, bisa digunakan untuk memperkaya dan menjadikan ide semakin tajam dan fokus. dengan sedikit kreativitas, 3p juga bisa digunakan untuk membangunkan ide-ide lama para pendahulu yang keburu ketinggalan jaman dan hilang masa trendnya. Orang lembaga patent menamai aktivitas ini dengan aji mumpung. maksudnya? kita memanfaatkan paten-paten orang lain yang keburu kadaluarsa sebagai langkah awal untuk memulai penelitian. Dengan demikian sebuah paten yang sudah tidak terpakai tersebut bisa menjadi lebih berguna dan bernilai jual. Jika mampu dikembangkan lebih lanjut, tidak mustahil paten ini bisa kita daftarkan ulang untuk sebuah inovasi. lumayan bukan, dari pada dana yang digunakan untuk mengahasilkan paten tersebut terbuang percuma. Ya…adalah baik jika kita revisi paten tidak laku itu dengan sedikit sentuhan ide dan jadilah ia lebih berguna. Untuk urusan ini, sudah pasti ada etika ilmiah yang perlu kita perhatikan.

3p juga bisa sekedar menjadi teropong sekaligus buku panduan bagi kita untuk memantau perkembangan sebuah bidang ilmu. melalui fungsi ini, kita bisa membaca trend dan arah perkembangan terakhir sebuah bidang ilmu sehingga kita bisa dengan mudah memutuskan dari mana kita harus memulai langkah penelitian.

demikian…sobat mudah2an tulisan ini menjadi media bagi saya dan sobat untuk semakin memaksimalkan fungsi 3p dalam kehidupan kita sebagai seorang peneliti.

tulisan terinspirasi dari pernyataan singkat profesor di briefing pagi hari ini. saat beliau menunjukkan wajah kurang puasnya karena salah satu teman lab tidak memenuhi tugas berburu list paten sebuah bidang tertentu. huh…huh….kadang dalam pandangan kita sebuah aktivitas remeh temeh acap kali dipahami sebagai aktivitas kunci oleh orang lain……semangat aja deh….MySpace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s