Secuil cerita di masa transisi winter-spring 2011

sobat masih ingat cerita inikan?.

sebuah cerita yang memuat fakta bahwa musim dingin di korea amat panjang. Meski kali ini korea sudah nyaris masuk penghujung bulan ketiga. Suasana di Korea masih dingin dan makin kering karena kelembaban udara yang terus menurun. Di siang hari suhu sudah meninggi bak siang hari di daerah tropis. Meskipun sesekali angin dingin datang berhembus menciptakan keunikkan momen penggabungan sebuah kulkas raksasa dengan terik mentari yang bersinar secara tiba-tiba. Selepas maghrib suhu kembali berubah. Dinginnya lingkungan mampu memaksa air raksa termometer berhenti lama, sepanjang malam, bertengger di angka kurang dari 5.

Jika sudah demikian, sebagai orang tropis yang berbudget tipis, saya harus pintar-pintar memanajem penggunaan penghangat ruangan. Selama masa transisi, saya biasanya sudah tidak menggunakan penghangat ruangan lagi agar bisa menekan pengeluaran yang disebabkan oleh penggunaan listrik. Selimut penghangat ala doraemon menjadi aktor paling penting dalam kondisi demikian. Alat satu ini menjadi solusi konkrit untuk menghemat pengeluaran karena mampu menghangatkan target (dalam hal ini diri saya) lebih efisien ketimbang penghangat ruangan.

Diluar fenomena unik di atas, masa transisi juga menyajikan suasana lingkungan yang khas: kering yang eksotik seperti dalam beberapa gambar berikut:

satu sudut kampus di musim transisi

kering yang eksotiks, minimal menurut saya🙂

Bagi orang korea, musim transisi yang belum stabil ini sudah dimanfaatkan untuk mempersiapkan lahan bercocok tanam melalui pengelolaan tanah

sembari menunggu suhu beranjak normal, mengelolah tanah sebagai tahap awal bercocok tanam sudah bisa dilakukan
setelah diolah tanah ditutup dengan mulsa dan akan ditanami secara bertahap dari tanaman yang tahan suhu rendah hingga berganti dengan tanaman yang lebih stabil ketika musim sudah berganti menjadi musim semi secara keseluruhan

sejak perayaan bulan penuh di awal bulan februari (tanggal 1-3) kemarin, bangsa korea secara informal atau kepercayaan budaya menganggap musim dingin sudah berakhir. Mereka mulai menyentuh kembali aktivitas musim panas yang sempat ditinggalkan sejenak selama musim dingin berlangsung. Salah satu contohnya adalah aktivitas berkebun ini. Sikap berkerja keras dan pali-pali (cepat-cepat: bahasa korea) serta terbatasnya waktu untuk beraktivitas diluar rumah secara bebas mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong orang korea untuk bisa menanfaatkan waktu secara baik dan efisien.

demikian sobat, secuil cerita dari sisi positif bangsa korea (berarti juga da cerita dari sisi negatifnya) disepenggal masa transisi yang terus berulang ini.

semoag bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s