Dua hal yang menarik di masjid Itaewon minggu ini: Anak-anak SD korea “study banding” dan Kesempatan ngobrol dengan pemuda korea yang mualaf.

Minggu kemarin saya berkesempatan ke masjid itaewon. Setiba di tangga saya melihat seorang pemuda muslim warga negara korea sedang tekun membersihkan tangga masjid menggunakan sapu plastik dan serok sampah di kedua tangannya. Aha…beliau menyegarkan ingatan saya akan sebuah video syahadat seorang warga korea yang masih SMU di masjid itaewon. Beliau adalah “tokoh utama” cuplikan video tersebut.

Meski sudah memiliki agenda sendiri, kali ini saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk berdialog lebih dekat dengan si pemuda.

“harus ngobrol dan saling kenalan” batin saya.

pucuk di cinta ulam pun tiba, saat memasuki masjid saya belum menemukan teman-teman yang terikat janji dengan saya kali ini. Saya kembali keluar dan berniat menemui sang pemuda tadi. ternyata beliau sedang berada di sisi lain tangga. karena posisi kami saling berjauhan maka saya melemparakan pandangan ke lantai dasar masjid sebelum benar-benar menyapa beliau dan memulai perbincangan. Saat saya melirik ke lantai dasar, saya temukan segerombolan anak-anak SD yang sedang mengamati beberap banner X berisi informasi keislaman bersama beberapa wanita dan laki-laki dewasa yang semuanya warga negara korea. Oh..ternyata masjid Itaewon sedang mendapat kunjungan sekelompok anak SD yang didampingi guru-guru mereka.

 

Setelah mengambil momen menarik di atas. saya kembali melempar pandangan kepada sang pemuda. Sebenarnya, kami sudah pernah saling bertemu serta sempat terlibat obrolan super kilat beberapa minggu yang lalu. Saat itu saya sedang sibuk mengurus perpindahan lokasi dauroh yang kami lakukan di masjid itaewon ini. Karena beliau menjadi semacam sukarelwan aktif di masjid itaewon serta bisa berbahasa inggris maka saat itu  beliau saya minta bantuan untuk memanggilkan brother yang bertanggung jawab pada pelayanan peminjaman ruangan. selepasnya, kami kembali pada kesibukan masing-masing

Tak berapa lama beliau sudah berada di sisi tangga dimana saya berdiri sejak mengamati anak-anak SD tadi. Sementara anak-anak SD sudah bergerak menaiki tangga menuju ke ruangan utama masjid. Karena momen ini juga amat langkah dan si pemuda masih sibuk dengan aktivitas menyapunya. Akhirnya, saya mengikuti gerakan gerombolan tersebut memasuki masjid dan kembali mengambil gambar ketika brother afganistan memberikan penjelasan seputar islam dan masjid dalam bahasa korea yang lancar (pengen banget bisa seperti beliau). 

Saya tinggalkan gerombolan anak-anak SD yang sedang asyik mendengarkan penjalasan seputar ayat suci Al quran karena teringat kembali dengan niat saya untuk menegur si pemuda korea.

 Saat saya keluar beliau terlihat tidak terlalu sibuk menyapu lagi. Segera saya tegur dengan sapaan salam dan basa basi bertanya kabar. Obrolanpun bergulir terjadi dan berlanjut. Senangnya saya bisa berkenalan dengan beliau kali ini.

dari obrolan ini saya ketahui jikalau nama beliau sekarang adalah Habibullah. Beliau tinggal di dekat stasiun wasngsimni, seoul. Beliau bersyahadat sejak 4 bulan yang lalu. Dan beliau berislam melalui proses pencarian dengan inisiatif sendiri karena penasaran dengan tuhan Agama islam. Sehingga ketika beliau menemukan banyak jawaban yang sesuai dengan hati nurani dan mampu menemukan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan ganjil tak terjawab oleh agama lamanya, akhirnya beliau bersyahadat sendiri.

Dari beliau saya juga mengetahui jikalau video di atas adalah sayahadat kedua beliau yang berjarak beberapa minggu dari syahadat pertama yang beliau lakukan secara mandiri di dalam kamarnya. Habibullah termasuk lebih beruntung karena memiliki keluarga yang tidak mempermasalahkan keislamannya. Sejauh ini beliau hanya merasakan sedikit kesulitan untuk medirikan sholat zuhur karena saat waktu zuhur datang, beliau masih berada di sekolah. Sistem sekolah korea juga memberlakukan waktu istirahat namun tidak lebih dari 5 menit saja. Ketka ditanya tanggapan teman-teman SMU-nya seputar keislaman beliau. Beliau bercerita jikalau ada yang bertanya maka beliau akan enngan senang hati menjelaskan dengan terperinci dan sejauh ini semua baik-baik saja.

Siang itu, saya hanya bisa takjub dan merasakan emosi kebahagian luar biasa dari seorang saudara baru kami di korea, meski tidak menyaksikan peristiwa bersyahadatnya habibullah secara langsung. pemaparan cerita yang habibullah tuturkan sudah lebih dari cukup untuk mengatakan kepada beliau

“welcome home Borther. We’r family right now”.

***

Beberapa saat kemudian brother afganistan meminta saya untuk mengambil gambar beliau dan rombongan anak-anak SD dengan latar belakang masjid Itaewon.

KIMCHI…….semoga mereka pun suatu saat juga menemukan keceriaan senyum bersama Oppa/Hyong Habibullah yang telah dahulu menemukan kebahagian sejati bersama islam.

Kimchi....

10 thoughts on “Dua hal yang menarik di masjid Itaewon minggu ini: Anak-anak SD korea “study banding” dan Kesempatan ngobrol dengan pemuda korea yang mualaf.

  1. annyeong.. says:

    jadi pengen nangis….
    seneng bgt rasanya, banyak orang yg memeluk islam…
    I PROUD TO BE MOSLEM…
    jd pengen berkunjung ke sana…

  2. uci says:

    assalamualaikum abg,,,
    dari dulu saya tertarik dengan korea,,,
    saya sangka di korea tidak ada masjid..
    saya penggeen bgt kuliah ke korea tapi saya tau itu sngt sulit:(

    1. syahjayasyaifullah says:

      wa’alikum salam wr wb….
      sebaik-baiknya tempat tujuan perjalanan adalah negara yang di dalammnya banyak disebutkan nama Allah..
      namun jika terkait peluang dan kesempatan, maka jika ada kesempatan adalah baik jika kita sambut hal tersebut. tapi, jangan jadikan momen atau nikmat itu menjadi titik di mana kita menjadi orang yang lupa atau menyimpang dari kehambaan kita pada Allah.
      jadi tidak hanya korea baik jadi negara tujuan sekolah, banyak negara islam yang baik juga….jika juga ingin korea, adalah baik untuk memperbaharui kembali niat dan tujuan, agar tidak sia-sia dan menyesal.

      tak ada yang sulit…..minta pada Allah…

  3. Dini Fitria Ramadhani says:

    Waaaaaahhh, saya sangat merasa bangga! Bangga kalau di Korea makin banyak orang yang memeluk Islam, Aku berdoa semoga aku juga bisa merasakan shalat di dalam Masjid Itaewon! ^^

    Mau tanya, yang anak” SD tadi itu juga Islamkah? Terus tadi ,,, Habibullah Oppa itu kalau nulis dalam bahasa Kanji bagaimana?

    Aku juga pernah baca kok dimanaaaa gitu, seorang muslimin di Korea selatan yang habis belajar dari Amerika masuk islam, bahkan ia kembali ke korea sambil menggunakan kerudung!🙂 *terharu*
    Alhamdulilllah Ya Allah!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s