[eS Te KOREA] Motor dan Pesan antar di Korea: mereka yang paling pali-pali.

bismillah…

Salah satu semboyan kerja yang paling terkenal di korea adalah pali-pali. Dalam bahasa Indonesia artinya cepat-cepat. Orang korea (katanya) suka bekerja secepat (cepat-cepat) mungkin yang mereka bisa lakukan. Jika bisa cepat, mengapa mesti berlama-lama, mungkin menjadi frase lain paling tepat untuk menggambarkan makna dari filosofi kerja pali-pali di Korea ini.MySpace

Selebaran promosi dari berbagai jenis restoran pasti selalu akan mencantumkan nomor kontak untuk layanan pesan antar. Jikapun orang korea selera masakan dari resntoran tertentu namun tidak menemukan selebaran restoran terkait. Mereka tinggal nongkrong di depan komputer lalu membuka mesin pencari buatan dan populer di dalam negeri bernama naver, serta langsung mengetik nama plus lokasi restoran. Kurang dari hitungan satu menit, nomor telpon langsung bisa diperoleh. Hanya tinggal menekan nomor kontak, memesan, tunggu beberapa menit, makanan yang diinginkan akan langsung bisa disantap, setelah membayar tentunya.

setelah makan?. bekas makanan tinggal dibungkus dengan sebuah lembaran sejenis taplak meja berbahan plastik yang bisanya diberikan sang pengantar makanan bersama dengan makanan yang dipesan tadi. Bentuk menyerupai buntelan pak janggut itu kemudian diletakkan didepan pintu kantor atau rumah. Tak perlu menunggu  sampai matahari terbenam. sang buntelan akan raib dijemput si tukang antar makanan. simple ya?.

Sepertinya, contoh paling ril penerapan azaz kerja pali-pali, salah satunya amat nyata dipertontonkan oleh pekerja pesan antar makanan. Pekerjaan yang didominasi oleh kaum laki-laki ini bak kilat datang dan pergi melayani konsumen pemesan makanan dari satu tempat ke tempat yang lain. Dari satu urusan pengantaran makanan ke urusan penjemputan alat-alat  bekas makan lainnya.

"belalang tempurnya" si pengantar makanan Korea.

Mereka terlihat amat gesit, tidak saja saat menaiki tangga menuju gedung dimana sang pemesan sedang menunggu pesannya melainkan juga ketika berada di jalan raya. tak jarang saya menemui lampu merah diterobos oleh para pengantar makanan. Bisa dikatakan satu-satunya pengguna jalan yang paling “bandel” adalah para pengantar makanan yang selalu menggunakan motor ini. Alhasil tak jarang juga saya temui korban kecelakaan lalu lintas kebanyakan adalah si pengatar makanan.

”]Dari pengatar makanan ini pula, saya menyadari betapa amannya kondisi lingkungan di Korea. Para pengantar makanan ini sering sekali saya temui meninggalkan motor mereka dalam keadaan menyala padahal mereka sedang mengantarkan makanan di lantai 5 sebuah gedung. Contoh paling jelas adalah cerita bada maghrib hari ini. Seorang pengatar makanan baru tiba dan buru-buru memarkirkan motornya di depan gedung saya. Sekilas saya melihat lampu motor si pengantar makan masih menyala. Karena saya memang tidak berniat untuk mengamati motor tersebut secara detil, saya langsung masuk gedung dan menuju lantai lima dimana kantor saya berada. sang pengantar makanan (lagi) dengan gayanya berjalan cepatnya sudah  jauh meninggalkan saya yang beniat menuju lantai yang sama. ternyata beliau hendak mengambil buntelan sisa makanan yang sepertinya baru saja selesai sigunakan pemesan. saya penasaran. beberapa saat setelah sampai hall lantai lima. Saya melirik halaman gedung dimana motor tadi diparkirkan si pengatar makanan. Ternyata dugaan saya benar. Motor si pengatar makanan masih menyala. Luar biasa. Jika hal yang sama dilakukan di Indonesia, mungkin ceritanya akan lain (pengalaman pribadi)MySpace.

demikian sobat. cerita yang bisa saya bagikan dalam rubik Es Te  Korea kali ini. sebuah cerita yang menunjukkan bahwa di Korea eksis sebuah pekerjaan bernama pengantar makanan. Sudah pasti pekerjaan ini memiliki segudang cerita yang mampu dibagikan serta dipetik hikmahnya. untuk sementara baru ini yang bisa saya berikan.

semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s