[Jadi Korea] Sistem takaran manual di pasar tradisional Korea

Bismillah…..

Sobat, bertemu lagi dalam rubrik [Jadi Korea].

Kali ini saya akan menyajikan tulisan dengan fokus utama takaran. Pada tulisan beberapa bulan yang lalu saya tunjukkan kepada sobat, ternyata meskipun di Korea pusat perbelanjaan modern tersebar dimana-mana, pasar tradisional masih bisa pula ditemukan dengan mudah. Bahkan pasar tradisional menjadi sebuah tujuan wisata atau sekedar untuk belanja dengan harga yang cukup bersaing.

Nah. Ketika berbicara seputar pasar, maka proses transaksi jual beli pasti menjadi hal pertama yang ikut kita ingat. Jika terjadi sebuah proses traksaksi maka kita akan berfikir tentang satauan atau unit barang yang sedang terlibat dalam proses transkasi jual beli tersebut selain pastinya kita teringat akan uang. Di pasar modern standar satuan sudah menjadi hal yang baku dan seragam dimanapun kita berbelanja. maka kata “Kilogram” atau satuan lainnya akan memiliki makna dan quantitas yang sama.

sebuah transaksi jual beli di pasar tradisional Korea

Hal yang berbeda dapat ditemukan di pasar tradisional. Di indonesia, kita mengenal takaran tradisional berupa cumpukkan [bahasa melayu sumatera. dalam bahasa indonesia dapat transformasi menjadi kata tumpukkan]. Cumpukan adalah sebuah ukuran bebas bentuk dan jumlah yang biasanya menggunakan tangan sebagai alat untuk mengukur (tangan menjumput). kata cumpuk mungkin diambil dari kata tumpuk karena bentuk pengukuran cumpukkan biasanya tidak menggunakan wadah melainkan benda dibiarkan bertumpuk secara bebas di atas lantai atau meja dagang. Jika masih penasaran dan belum memiliki gambaran tentang istilah yang nyaris punah ini, silahkan sobat  berkunjung ke pasar-pasar tradisional daerah sumatera dan tanyakan berapa harga cabe secumpuk😀.

Hal serupa ternyata juga dapat ditemui di Korea. Dari hasil pengamatan saya, kebayanyakan orang korea menggunakan wadah khusus berupa baskom (washbasin) sebagai alat ukur barang dagangannya.

toge, salah satu barang dagangan yang sering diukur dengan baskom

Biasanya barang dengan harga yang sudah ditetapkan sebelumnya akan ditempatkan dalam baskom ini. Saya melihat fungsi baskom tidak hanya sebagai wadah melainkan lebih berfungsi sebagai alat ukur. mengapa demikian?, karena jika harga barang tertentu sedang mahal maka dengan harga yang sama pedagang akan menggunakan ukuran baskom yang berbeda.

fungsi baskom lebih dari sekedar sebagai wadah akan kelihatan dengan jelas pada komoditi stroberi. sepertinya akan mustahil kita mendapatkan harga 3000 won untuk baskom seukuran ini. Ukuran baskom lebih kecil dari ini akan berharga lebih murah.

selain itu, mekanisme cumpukkan juga bisa kita temui di pasar-pasar tradisional Korea terutama untuk produk-produk sederhana seperti rumput laut basah, toge dan lainnya

salah satu barang dagangan yang dicumpuk. barang yang dicumpuk bisanya dalah barang yang memiliki nilai jual rendah.

Sistem pengukuran manual nan tradisional ini ternyata masih “hidup” dan mudah kita temukan di Korea yang katanya merupakan salah satu negara maju di Asia. Bahkan untuk kasus terntu, konsumen sangat menyukai metode pengukuran ini sehingga oleh salah satu toko kue di pasar tradisional Daejon metode pengukuran ini dijadikan salah satu daya tarik untuk merangsang daya beli konsumennya.

Menggiurkan bukan?. percaya tidak percaya satu keranjang merah itu hanya bernilai 3000 won. Ukuran yang tidak mungkin bisa diperoleh di pasar modern.

Demikian sobat ulasan sederhana seputar takar menakar gaya manual nan tradisional di Korea. Semoga menjadi inspirasi buat kita semua. Satu hal yang bisa saya petik hikmahnya: Majunya sebuah peradaban tak akan pernah lepas dari bayang-bayang tradisi manual, karena hakikatnya manusia sendiri adalah mahluk kombinasi sistemn manual dan otomatis. ai..ai..ai.. gak nyambung ya?.

sudah ah….bungkus saja…

terima kasih. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s