Catatan Camp WSK angkatan ke 4 Epidose II: Semalam di Hanok- Jeonju

bismillah….

Bertemu lagi sobat…

atas permintaan beberapa sobat, kali ini akan saya lanjutkan reportase terkait judul di atas.

Setelah menyelesaikan sholat di sebuah restoran bebek panggang. Bus kami kembali melanjutkan perjalanan menuju provinsi Pungnam dan Gyo. Kebetulan sekali Komplek perumahan tradisional (selanjutnya akan ditulis Hanok) Korea di Jeonju terletak di perbatasan kedua provinsi tersebut.

Perjalanan ini cukup jauh dan melelahkan, namun beberapa anggota WSK yang juga terbiasa tidak tidur selama perjalanan darat dengan bus menjadi teman saya untuk membunuh waktu. Dengan demikian perjalanan ini tetap bisa dinikmati dengan sewajarnya.

tata ruang perkampungannya pun mempesona

Saat sampai di Jeonju saya teringat dengan Yogya. Jika boleh di katakan, apa bila Indonesia mepunyai Yogya maka Korea punya Jeonju. Lokasi yang saya kunjungi kali ini adalah sebuah perkampungan yang terletak di tengah-tengah kota modern. Bukan sembarangan kampung, di sini terdapat kurang lebih 800 hanok.

Kampung ini ditata sedemikian rupa sehingga hanok lama dan baru tidak terlihat berbeda. Sebagian hanok dihuni oleh penduduk desa setempat namun sebagian besar merupakan fasilitas wisata yang sudah dirancang sedemikian profesional. Inilah satu hal yang menjadi nilai jual dari situs wisata korea ini. Para wisatawan disuguhkan kehidupan tradisional Korea yang khas. Pelancong bisa merasakan bagaimana sebuah malam di Hanok itu berlangsung. Ibarat kata, Jeonju menyuguhkan nuasa tradisional yang nyata karena kita bisa merasakan secara langsung.

Hanok tempat saya bermalam.

Namun jangan salah, sejauh pengamatan saya ketradisionalan yang ada hanya berkutat pada bentuk rumah [arsitektur], situs sejarah, pertunjukkan budaya dan makanan saja . Selebihnya ya modern juga. Jadi yang dijual objek wisata ini murni terkait arsitektur Hanok, suguhan pertunjukkan budaya dan makanan.

makanan pembuka
bibimbap itu. Saya mendapatkan bibimbap versi "halal" tanpa daging sedikit pun

Selain terkenal sebagai kota Hanok yang masih asli. Jeonju juga terkenal sebagai kota Bibimbap. Bibimbap adalah makanan seperti nasi pecel-nya indonesia. Ada beberapa jenis bibimbap murni tanpa daging. Paling banter hanya di perkaya sedikit dengan sebuah telor ceplok setengah mateng. Jika nasi pecel bumbu yang pakai adalah kacang, untuk bibimbap bumbu dominannya adalah saos sambal. Setelah mencoba bibimbap “halal” beberapa kali. Saya akui saya cukup suka bibimbap.

Kimchi asli Jeonju pun mendapat pengakuan sebagai kimchi yang paling terasa cita rasa rempahnya. Alhamdulillah, pada kesempatan ini saya berkesempatan membuat kimchi dengan tangan saya sendiri. Ternyata membuat kimchi itu seru juga. Selain mendapat kimchi gratis. Pada kesemptan ini saya juga mengetahui beberapa filosofi pembutan kimchi bagi orang Korea.

Satu malam saya saya lewati di dalam Hanok. Saya tidur dengan menggunakan satu kasur tipis tanpa selimut. Sesekali saya terbangun karena dinding tipis Hanok tidak mampu mengahalangi angin winter sehingga berhasil menerobos masuk ke dalam. Sementara teman sekamar saya yang berasal dari malaysia dan berdarah cina, tampak terlelap dalam tidurnya dengan selimut serta berada di sisi jauh dari pintu. sementara saya yang tidur terakhir karena berbenah lebih lama di kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mendirikan sholat isya harus ikhlas menerima tidur tanpa selimut dengan bonus tambahan berupa daerah pembaringan berdekatan dengan pintu.

Saya tak habis pikir mengapa pihak pengelola menyediakan satu selimut saja. Apa mungkin selimut yang hanya tersedia satu lembar termasuk salah satu peraturan dalam Hanok?. Sehingga hukum siapa cepat dia dapat berlaku di dalamnya? Entahlah, saya tidak menegrti. Secara keseluruhan saya suka tidur di dalam hanok.

Di hari selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke beberapa lokasi bersejarah seperti kuil raja

mesium para raja

dan tempat pembuatan kerta tradisional Korea

setelah itu kami pulang ke seoul dan menuju habitat masing-masing.

demikian sobat, catatan perjalanan kali ini.

sampai jumpa ditulisan yang lain. maaf aje nih kalo banyak salah kate…

belum diedit namun mau segera kembali kerja

semoge bermanfaat.

sumber foto di sini dan dari teman filipina saya

2 thoughts on “Catatan Camp WSK angkatan ke 4 Epidose II: Semalam di Hanok- Jeonju

    1. syahjayasyaifullah says:

      wa’alikum salam wr wb
      saat itu saya bergabung dalam sebuah program pemerintah, jadi saya langsung ngomong ke pihak panitia. hmmmmm, klo pribadi mungkin rada sulit terkait urusan bahasa….tapi tida ada salahnya toh di coba….

      demikian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s