“Akhirnya. saya menginjakkan kaki di Busan Juga”, meski hanya setengah hari.

Mendapat informasi dari seorang rekan jika pada akhir minggu ini (saya lupa tanggal tepatnya) PERPIKA memiliki agenda kunjungan ke Busan. Dari rekan yang sama,  saya dapatkan informasi jikalau pada kunjungan ini akan disediakan bus gratis dari KBRI, Seoul menuju Busan. Setelah mengecek jadwal dan pekerjaan di lab, akhirnya saya putuskan ikut serta dalam program kunjungan ini.

Karena keberangkatan dari KBRI akan dilaksanakan dini hari atau kira-kira bada subuh, maka mau tidak mau,  seluruh rombongan yang berdomisili di luar Seoul harus berkumpul terlebih dahulu di  KBRI. Dengan menggunakan kereta saya bertolak dari Cheonan menuju KBRI selepas aktivitas di Lab berakhir. Menjelang magrib saya sudah berada di dalam sub way. Kali ini saya melakukan sholat maghrib di dalam kereta.

yang membawa saya menuju Seoul

Saat saya sampai Seoul, malam sudah menyelimuti langit Seoul. Saya langsung menuju KBRI. Ternyata di depan gerbang KBRI sudah menunggu beberapa teman mahasiswa yang telah sampai terlebih dahulu. Mereka terpaksa harus meunggu di luar KBRI karena belum memperoleh izin dari satpam penjaga. Dengan sedikit bersabar akhirnya kami bisa masuk setelah panitia pelaksana yang kebetulan sudah berada di dalam KBRI memberikan penjelasan kepada pihak satpam bahwa kami adalah mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan besok hari bersama rombongan Dubes menuju Busan. Malam ini kami akan menginap di KBRI dan segera meninggalkan KBRI selepas sholat subuh esok hari.

Oh iya. Mungkin banyak diantara sobat  belum mengenal Busan. Busan atau juga di kenal dengan  Pusan merupakan kota penting kedua setelah Seoul. Kota yang terletak di bagian tenggara Korea selatan ini selain memiliki status kota metropolitan juga lebih dikenal sebagai kota pelabuhan penting Korea. Mungkin jika sobat pernah membaca berita di sebuah situs berita online beberapa minggu terakhir, di salah satu pemberitaaannya dituliskan jikalau menteri BUMN menyarankan agar pemerintah Indonesia mau belajar cara pengelolaan dan pembanguan pelabuhan yang baik dari kota Busan. Mungkin demikian adanya, sejauh pengamatan saya, sistem kontruksi di Korea Selatan memang sangat luar biasa. Kontraktor Korea selatan sudah sangat berpengalaman dalam mengubah perbukitan menjadi sebuah tata kota yang datar dan apik. Mereka juga unggul dalam kontruksi jembatan. Mungkin termasuk dalam pembangunan pelabuhan yang juga memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.

Sepanjang jalan Tol menuju Busan Kita akan disuguhi pemandangan seperti ini

Bus kami terus berlari, berlomba dengan waktu . Sejauh perjalanan di dalam jalur TOL menuju Busan, saya menikmati panorama perbukitan dengan sesekali diselingi keindahan wilayah perairan darat tanah gingseng baik itu berupa sungai maupun danau kecil. Bagi saya kombinasi keduanya ini cukup mempesona. keindahan pemandangan ini semakin menakjubkan dengan sentuhan cahaya khas dipagi hari. maka jadilah pagi saya sepanjang perjalanan menuju Busan semakin berkesan. Indah.

salah satu sudut kota busan

Kunjungan kami ke Busan kali ini adalah dalam rangka mengikuti sebuah Seminar yang diselenggarakan oleh PERPIKA wilayah III. Kali ini universitas Kyungsung menjadi tuan rumah. Acara seminar juga dihadiri Dubes RI untuk Korea.

beliau hadir?

Selain diperuntuhkan untuk mahasiswa indonesia di Korea seminar juga dihadiri oleh mahasiswa korea sehingga seminar diperkaya dengan beberapa pertunjukkan seni tari daearah. Pada kesempatan ini Rektor universitas Kyungsung turut hadir guna memberikan sambutan pada saat pembukaan seminar.

sang tuan rumah

Seminar berlangsung dengan lancar dan semarak. Ada beberapa peristiwa penting selama acara seminar berlangsung. pertama, dikeluarannya informasi bahwa KBRI akan membuka semacam perwakilan KBRI di Busan. Sehingga urusan keimigrasian untuk wilayah III, busan dan sekitarnya, dapat dilakuan di busan. Sebelumnya semua urusan terkait keimigrasian hanya bisa dilayani di Seoul. Kedua, PERPIKA menerbitkan majalah remsi perpika dengan nama SARANGHE. Bersamaan dengan hal itu perpika juga melepaskan vidoe pertama produkusi perpika. Video ini berisi profile mahasiswa doktoral Indonesia yang sedang belajar di Korea, PERPIKA menamkan program ini dengan nama WAHANA IDE PERPIKA [WPI].

Dubes dan Rektor Kyungsung (?)

setelah acara seminar berakhir, rombongan melanjutkan acara tambahan berupa jalan-jalan ke pantai Haeundae. Menurut versi orang-orang Korea, pantai ini merupakan pantai paling cantik di Korea. Namun menurut saya ini merupakan pantai yang jauh dibandingkan dengan pantai-pantai indonesia. namun sekali lagi, kita selalu kalah dengan cara mengelola.

salah satu sudut pantai Haeundae

Di pantai ini saya menemukan fasilitas pemandian umum yang bersih. selain itu saya juga melihat penataan antara kota dan pantai tidak saling bertentangan sehingga lokasi pantai yang berdekatan dengan pusat kota Busan malah menjadikan pantai ini semakin menarik dan unik. semestinya kita bisa lebih banyak belajar dari negara yang terbatas sumber daya alamnya seperti korea. Mereka mampu mengelola dengan baik semua SDA mereka. mereka menyadari betul arti sebuah keterbatasan SDA tersebut. sehingga sekecil apa pun itu, SDA yang ada akan sangat mereka hargai melalui tindakan pengelolaannya dengan sebaik mungkin. perjalanan ke pantai ini menjadi akhir dari perjalanan saya di Busan. dengan dilakukannya perjalanan tambahan ini, maka kami dikenai tambahan biaya sebesar 5000 won per peserta guna mengantisipasi tambahan biaya sewa bus yang mungkin akan bertambah karena keterlambatan kami kembali ke Seoul.

malam telah memasuki pukul 1o, sementara kami masih berada di perjalanan menuju Seoul. Kami sedikit terjebak macet. pukul 10.30 kami sudah sampai KBRI dan siap untuk kembali ke habitat masing-masing.

demikian sobat. sedikit oleh-oleh yang bisa saya berikan dari perjalanan menuju Busan pada kesempatan ini. singkat dan belum banyak hal yang bisa di ceritakan. semoga suatu saat saya bisa menikmati waktu di Busan lebih lama.

 

2 thoughts on ““Akhirnya. saya menginjakkan kaki di Busan Juga”, meski hanya setengah hari.

  1. ria says:

    wah sungguh mengesankan…seoul adalah kota yg paling sy impikan untuk dikunjungi…sejauh ini sy hanya dapat menyaksikannya lewat drama korea yg sering tayang di televisi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s