One Asia Club: Bercita-cita menjadikan Asia dalam satu wadah seperti UE

Saya mengenal nama organisasi non profit ini dari seorang teman. Lepas perkenalan ala kadar tersebut saya berusaha mencari tahu lebih dalam seputar lembaga ini. Kembali ke inet, demikian usaha yang saya lakukan. Pencarian demi pencarian, saya tak kunjung puas. Setidaknya satu hal yang meyakinkan saya, jikalau organisasi ini tidak begitu populer dibandingkan lembaga dunia yang menginspirasi mereka yaitu Uni Eropa. Pencarian informasi terkait lembaga ini tidak saya peroleh dengan predikat memuaskan.

“iya mas. saya tidak menemukan web site OAC di internet. apa ya, key wordnya?”

seorang junior menilik saya lebih jauh seraya memastikan apakah benar OAC yang saya temukan website resminya adalah OAC yang sedang menjadi topik pembicaraan kami pada sebuah acara besar di grand ball room sebuah hotel berbintang di kawasan Gangnam , Seoul.

demikianlah akhirnya saya mendapatkan undangan untuk menghadiri sebuah upacara penyerahan piagam kepada 50 penerima beasiswa yang diberikan oleh OAC. Iya. Perkenalan pertama saya dengan OAC dahulu, lebih merupakan sebuah kejadian tidak disengaja karena saya memperoleh informasi dari seorang rekan yang menyatakan bahwa ada peluang beasiswa bagi mahasiswa s1 dan master. Beasiswa ini difasilitasi oleh KBRI dalam urusan pendaftarannya. Semula saya tak mengetahui dengan jelas siapa gerangan sang donatur. sembari mengikuti proses yang ada, akhirnya saya mengetahui OAC sebagai donatur beasiswa tersebut. dari momen inilah saya mengenal One Asia Club, sebuah organisasi non profit yang telah memiliki cabang di 5 negara asia.

Mengenal lebih dekat One Asia Club

Akhirnya saya menemukan web resmi OAC, itupun masih sangat sederhana dari segi tampilan web dan kontent.

situs resmi One Asia Club Jepang

dari web tersebut saya menemukan beberapa fakta seputar OAC, yang bisa saya simpulkan sebagai berikut:

If the nations of Asia could form a single community in the near future (the next decade), the 3.5 billion people of Asia, who make up about half of the world’s population, would gain greater opportunities and enjoy more pleasant and richer lives. If economic, cultural, and citizen (consumer) exchange could be vitalized in this huge arena of one Asia, about nine times the size of the EU, the lives and cultures of all Asian people would surely be enriched and their hopes and dreams for the future expanded. The central aim of OAC is to contribute to the realization of this vision.

To achieve these goals, OAC aims to support various grassroots activities and promote the development of environments for these activities so that the countries of Asia can begin to form a single community in the near future (within the next decade).

Specifically, OAC offices will be set up in major cities in Asian countries so that participants can enjoy communicating with each other through active use of the Internet.

I. To achieve the above objectives, the following three activities will be conducted.

  1. Economic interchange
    Through interchange among business people, economic vitalization by investment, business ventures and other means will be promoted.
  2. Cultural interchange
    Interchange between artists, musicians and overseas students will be encouraged. Concerts will be held about twice a year in each major city in Asia.
  3. Consumer (citizen) interchange
    Members in Asian countries will communicate via the Internet, etc. Opportunities will be created for people to experience everyday life in different regions of Asia through homestay programs, exchange programs, etc.

II. The Three Principles of OAC’s Activities

  1. All peoples and nations are welcome to participate.
  2. Complete freedom of thought, belief and religion
  3. No involvement in politics

Demikian informasi singkat seputar OAC. Singkat kata mengenai lembaga ini, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, mereka bermimpi untuk menyatukan ASIA dalam sebuah organisasi. Ya…bisa dibilang seperti uni eropa. Organisasi ini digawangi oleh para pengusaha di beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, dan Mongolia. Saya tidak melihat Cina di dalamnya.

Sebuah pertemuan para pengurus OAC di Hotel Prima Seoul

Organisasi ini menjadi penting buat saya karena beasiswa yang mereka berikan. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, namun tetap menjadi hal yang patut disyukuri. Tahun ini mereka memberikan beasiswa kepada 50 mahasisawa dari beberapa negara asia. Indonesia mendapatkan jatah tiga orang mahasiswa.

bersama dua penerima beasiswa dari indonesia lainnya. ups...minuman keras memang sudah menajdi tradisi di korea...:(

Memang Allah itu memberikan rezeki dari jalan yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Saya jadi ingat dengan pengajuan beasiswa kepada sebuah perusahaan farmasi Korea yang tidak jelas nasibnya hingga hari ini. Proses seleksi beasiswa ini berhenti begitu saja tanpa kabar padahal saya sudah dinayatakan lolos menuju seleksi selanjutnya. Ternyata Allah memberikan beasiswa penganti dari jalur yang berbeda. Masih menjadi pertanyaan besar bagi saya akan beasiswa perusahaan Farmasi tersebut. Sebelum nomor kontak perusahaannya hilang, saya sempat meminta teman lab untuk menelpon. Mereka hanya menanggapi dengan jawaban

“kami akan hubungi anda kembali untuk wawancara bilamana kami telah memiliki pewawancara yang bisa berbahasa inggris”.

alamak jang ternyata ini masalhanya. sampai hari ini, saya belum mendapat satu pun telpon yang dimaksud perusahaan. sudahlah. Allah yang lebih tahu. Semua hal tidak akan terjadi diluar kehendak Allah bukan?

Hari ini, saya sedang menyelesaikan sebuah proposal untuk pengajuan bantuan dana kepad sebuah sumber dana di indonesia. semoga ada rezeki saya di sana. Semoga proposal pengajuan bantuan dana saya di setujui. bismillah.

demikian sobat, cerita singkat saya seputar OAC. semoga bermanfaat.

ambil yang baik dari mereka dan jangan pernah lakukan yang sama untuk setiap keburukan mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s