mengintip pengemasan telur di Korea

ada yang bilang harga telur di tokoh ini murah. ada yang bilang di sana lebih murah. setelah saya cermati dengan seksama ternyata sama saja. memang beberapa kesempatan tokoh di dekat masjid meyediakan telur yang lebih murah. namun di lain waktu warung di dekat rumah melahan menyediakan harga yang lebih murah. ternyata ukuran telur yang dijual merupakan jawaban mengapa harga bisa berbeda sekian won atara satu warung dan lain. dan parahanya perbedaan ukuran itu ternyata “beti” alias beda tipis. saking beda tipisnya, hanya bisa dideteksi saat kita memecahkan telur ketika memasak saja (mungkin karena kita genggam secara langsung). saat mengamati harga dan telur masih dalam kemasan, perbedaan ukuran tersebut nyaris tidak terdeteksi dengan mata telanjang. lalu bagaimana mereka mensortirnya ya?. (pertanyaan penasaran pertama)

Telur yang dijual di pasar atau warung pun sudah dikemas apik dan bersih. ada pula jenis-jenis kemasan yang ternyata turut serta menambah nilai jual si telur. dan seperti biasa, saya selalu melirik telur dengan kemasan biasa (mirip kemasan di indonesia dengan tutup plastik), berukuran sedang dan sudah tentu dengan harga murah🙂. Uniknya telur yang di jual di pasaran korea, semua sudah bersih selain tadi terkait pertanyaan pertama-berukuran seragam-.

hmmm…kira-kira bagaimana ya proses pengelolaan pra jual si bunder yang tetap menjadi menu favorit saya di saat waktu sempit ini?. yuk kita nikmati video berikut ini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s