Masih ada indah, kala hujan angin kan datang menyapa, jika kita sepakat! (I)

Saya melihat langit dari balik jendela kantor yang sudah kelam hitam. Rintik-rintik hujan masih tersisa lepas hujan lebat sejak sore tadi. Kelam makin pekat karena waktu magrib pun baru saja beranjak pergi meninggalkan zona waktu Korea. Kini sang waktu mengundang Isya untuk perlahan datang  singgah sejenak di tanah gingseng sementara ia masih menggedor-gedor pintu ruang zona waktu +11. Sebuah keajaiban waktu sholat yang terus sambung menyambung mengelilingi garis keliling zona waktu dunia. subhanallah.

Saya bercengkerama dengan Dell dan mengotak-atik memori card nikon yang masih aktif terbaca oleh CPU-nya. Saya baru ingat. Saat hujan belum turun menguyur kota tenang sang jantung Korea-Cheonan- siang tadi, beberapa foto berhasil saya ambil dan sekarang masih bersemayam intim dalam otak D100 tersebut.

Lepas menyelesaikan semua pekerjaan hari ini, sembari menunggu hujan benar-benar redah dan finishing kerja mesin perbanyakan DNA (PCR) yang hanya tinggal 20 menit lagi, saya pindahkan hasil jepretan siang tadi ke sebuah folder berjudul “kelompok foto” di otak Dell.

Setelah melewati proses seleksi yang ketat, akhirnya terkumpulkan 10 foto terbaik sebagai bahan cerita hari ini. Saya namakan kelompok foto kali ini dengan judul 

“masih ada indah kala hujan angin kan datang menyapa”

Ya. rencana semula kunjungan saya ke Green House untuk sekedar mengontrol suhu ruangan mendadak berubah menjadi satu jam bersama D100 meski berrada di bawah rorngrongan langit mendung miskin cahaya. Mumpung D100 juga sedang digendong bersama mengunjungi rumah kaca, maka program dadakan penampis stress berlangsung tanpa rencana. Hal itu terjadi tak lain karena saya menemukan beberapa objek menarik di dalam rumah kaca. Jadi, meskipun langit sudah mendung, sebagai newbie kental sok militan berjiwa fotografer, keinginan saya untuk mengambil objek indah itu tak tertahankan. Peristiwa itu, singkatnya persis seperti ikan bersyafar di padang gurun dan ditengah perjalanan menemukan oase. hai..hai…lebay memerangkap ku.

Berikut indahnya mereka (setidaknya menurut pendapat saya).

1. Si bunga Fresia milik Dahe (junior baru kesayangan prof).

Bunga jenis lilian ini memiliki bentuk yang serupa dengan Lili. Yuk kita lihat lebih dekat.

lebih dekat lagi. kita lihatsi benang sari matang dan kepala bintang sang putik.

indah bukan?.

2. yang indah lainnya adalah si bunga tak tahu namanya yang saya beri nama secara semaunya saya: bunga merah naga (habis kuncupnya mirip kepala ular (agar lebih keren, saya tambahkan kata-kata “Naga”). Maka bunga ini sekarang memiliki nama: Bunga Merah Naga.

ini kuncupnya yang mirip kepala ular, padahal kalau dalam ilmu botani (ilmu yang mempelajari petani yang botak…ups salah, maksudnya yang mempelajari tumbuh-tumbuhan) jenis bunga ini umum di kenal. Meraka para ahli menamakan sebagai jenis bunga kupu-kupu, jamak dimiliki keluarga kacangan (polong2). sudahlah. sesi ini bukan saatnya kita membahas ilmu-ilmu berat.

3. ada juga bunga tak tahu namanya yang kedua. saya namakan bunga ingi dengan nama “Bunga Orange”

Bagimana? benarkan? sesuai judul bukan?. yup memang benar2 masih ada keindahan meski langit di luar rumah kaca sedang (hampir) diselimuti awan gembul kelabu penuh air.

Saya masih ada yang lain….

***

ups….mesin PCR sudah berteriak memanggil-manggil saya dengan mesra. itu pertanda doi sudah menyelesaikan tugasnya. dengan demikian waktu saya untuk menulis pun sudah habis meski belum semua foto berhasil saya masukan ke dalam postingan kali ini.

Jadi?. Ya..berhenti….:)

demikian sobat, sedikit hal yang saya ingin bagi pada kesempatan ini……meski tulisan ini rada ngalor ngidul, namun tulisan yang indah ini (capek dech) Saya persembahkan khusus untuk sang belahan hati ku yang sedang terus berjuang menyelesaikan program master dan profesinya.

Ingin ku katakan padanya secara khusus, dan kepada sobat juga tentunya (tapi dapat bagian yang umum): Yakinlah!, Setiap fase kehidupan akan bersepakat dengan judul kelompok foto dalam postingan kali ini

Masih ada indah kala hujan angin kan datang menyapa

setidaknya, judul ini merupakan bahasa teknis atau ungkapan lain untuk pernyataan ” tak ada salah dengan lingkungan kita, yang salah adalah cara kita menanggapinya”. ok sobat?. maju terus dan bismillah.

salam semangat full sabar dan syukur untuk semua…

sampai jumpa di tulisan selanjutnya dan cegat sisa foto indah lainnya🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s