Cung di Rejang Lebong,Cherry Tomato di Korea. Satu benda yang sama, berbeda nama menjadi berbeda nasib.

Cung Kediro

Banyak Cucung Tambah Saro*)

Demikian pepatah tua di kampung yang membuat saya senantiasa teringat satu jenis tanaman hortikultura ini. Hanya karena Allah izinkan saya mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas saja, sehingga saat itu saya punya kesempatan  mengenal fakta lain seputar Cung. Orang Jakarta menamakan”sayuran”  ini dengan nama indah kebaratan: tomat ceri. Nama tomat ceri pertama saya dengar ketika di suatu minggu pagi, saat saya asyik menikmati acara TVRI bertajuk masakan nusantara. Sang pemandu acara yang juga dikenal sebagai koki kelas hotel berbintang itu memperkenalkan salah satu bahan masakan yang akan mereka gunakan dengan sebutan “tomat ceri”. Lepas mendengar nama itu saya tak hanya saya takjub untuk sebuah nama yang masih asing di telinga saya. Takjub saya berganda seperti orang  masa lampau menyaksikan penemuan mutakhir sang Wright bersuadara pada zamannya, ketika menyadari fakta bahwa tomat ceri adalah nama lain  “sayuran” yang selama ini saya kenal dengan sebutan  Cung.

Untuk urusan Cung, orang Korea lebih buas nafsu ngelalapnya ketimbang orang Sunda. Pagi kemarin junior saya langsung menyuguhkan semangkuk Cung untuk dilahap tunggal tanpa pendamping, tanpa nasi, tanpa yang lain. tak lebih dari 30 menit. sembari asyik ngerumpi satu mangku Cung tersebut lenyap. unik🙂

Pertanyaan lugu saya selanjutnya kala itu adalah bagimana bisa Cung yang dikenalkan oleh bapak saya sebagai tanaman yang hanya ditemukan di tanah Rejang kini sudah  berada di Jakarta dengan nama berbeda pula?. Sudah berkhianatkah dia?. Apakah Cung sudah berlagak seperti orang-orang kampung kebanyakan yang mendadak ganti nama dan lupa cara bertutur dalam bahas ibunya hanya karena tinggal di jakarta barang satu dua bulan saja?. Hingga suatu saat saya temukan jawaban atas pertanyaan lugu itu di dalam kelas ketika membahas pengenalan ilmu taksonomi dalam pelajaran Biologi. Ternyata, seperti halnya tomat ceri, Cung tak lain hanya nama daerah saja. Sedangkan keduanya memiliki satu nama resmi yang sama dalam bahas latin yaitu: Solanum lycopersicum var. cerasiforme. Duhai, memang benar adanya. Ilmu memang cahaya yang menerangi ketidakpahaman seseorang akan perkara-perkara yang mereka hadapi. Lumrahnya sifat cahaya, ilmu menjadikan orang yang memilikinya mampu berjalan tenang bersama keterangan alam berfikir kemana pun ia pergi, pun ke dunia baru yang masih relatif gelap baginya. Ketika ia punya ilmu maka ia tak akan takut gelapnya dunia.

Berbicara seputar cung. Di Korea, saya menyaksikan hal yang lebih berbeda lagi. Tak hanya berbeda pada tataran nama, Cung di Korea berpindah kelompok jenis tanaman. Di korea, Cung berpindah dari kelas sayuran (hanya digunakan untuk keprluan masak memasak) menuju kelas buah-buahan. Iya, orang Korea menikmati Cung langsung seperti mereka menikmati buah-buahan lainnya. Mungkin tidak hanya di korea perlakuan naik status sosial pertanaman bagi Cung itu terjadi. Spekulasi saya dalam menganalisa nama daerah internasional untuk Cung kemudian mungkin ada benarnya.  Mungkin saja hakikat penamaan cherry tomato untuk tanaman ini mengindikasikan mereka layak diperlakukan sebagai buah sebagai mana orang kebanyakan memperlakukan cherry sebagai buah.

Hmmmmm, ternyata si Cung yang di kampung saya dikaitkan dengan kesengsaraan memiliki banyak cucu hanya karena memiliki phonem (bunyi pelafazan) yang sama dengan Cucung (bahasa melayu untuk menyebut istilah cucu), memiliki nasib yang berbeda di Korea karena memiliki nama yang berbeda pula. lalu, jika william shakespeare menyaksikan semua fenomena Cung dan Tomat Cherry ini masih akan bertahan dengan pendapatnya jikalau tak ada arti dari sebuah nama. saya tak yakin😀. menuru sobat?.

*) pepatah yang saya temukan beredar di kalangan masyarkat tanah Rejang semasa kanak-kanak dahulu. Pepatah dapat di artikan secara bebas sebagi berikut: cung kediro/ memiliki banyak cucu makin sengsara.

7 thoughts on “Cung di Rejang Lebong,Cherry Tomato di Korea. Satu benda yang sama, berbeda nama menjadi berbeda nasib.

  1. fikri says:

    artis rupanya mengambil pelajaran dari si ‘cung’ ini, terpaksa mengubah nama demi popularitas.

    nama yang berbeda bisa menentukan bagaiamana jalan hidup artis. tulisan yang menarik mas

    1. syahjayasyaifullah says:

      setuju. demikianlah tak ada yang salah dengan ciptaan dan fenomena yang berlangsung dikehidupan manusia. yang salah adalah mereka yang memiliki bekal otak untuk memproses respon yang akan mereka berikan dari apa-apa yang telah alam ajarkan. Mimicologi, misalnya ilmu populer yang kemudian semakin produktif merangsang para inovator menemukan alat-alat atau konsep baru guna menghasilkan sesuatu untuk kepentigan hidup manusia. Kita lihat perkembangan dunia digital dengan konsep true colornya yang pada dasarnya mengmimic (meniru) pola-pola kombinasi warna dari alam dan facet mata majemuk serangga misalnya. tapi ada juga kita lihat adanya sekelompok orang di dataran eropa yang melakukan aktivitas bugil ditempat tertentu karena merekapun memimic hewan yang tidak berbaju untuk alasan ketenangan hidup. sungguh tak ada yang salah dengan alam sebagai ciptaan Allah. hanya manusia saja yang bersalah karena berfikir dan bertinda tanpa dasar yang Allah tentukan. jika melihat fakta ini, apakah zaman om sheakesper tak ada artis ya?.

  2. nur says:

    wah kalau dasarnya org itu suka tomat pasti biasa makannya seperti org korea, karena saya punyuka tomat di indonesia, saya diangap sebagai buah dan selalu saya makan tdi iris denga kecap sepiring besar juga habis sama saya (keluarga saya pengkonsumsi tomat sebagai buah) selain sebagai sayur, jadi ketika di korea saya juga biasa makan cung ini seperti org korea bisa habis sekantong yg 2000-3000 itu sebentar ….he..he..he

    1. syahjayasyaifullah says:

      tapi tetap aneh mbak buat saya. kebetulan kita tidak terbiasa dengan “habit” ini. dan yang terjadi dengan mbak adalah untuk kasus tomat. bukan tomat kecil yang sedikit berbeda secara bentuk dan rasa (CMIIW). kasus serupa juga bisa kita temukan untuk pola kebiasaan makan anak2 sekarang. zaman sekarang tidak heran loh anak-anak banyak yang tidak suka sayuran. tanya kenapa?. ada kajian tersendiri untuk kasus unik terkiat introduksi dan degradasi pola atau habit seperti ini. memang ada benarnya lain ladang lain belalang, lain lubuk memang lain ikannya. indahnya perbedaan itu…..selama itu baik, pun adalah baik untuk kita coba. karena ibarat kata untuk pengemar masakan berbahan ikan, selama itu ikan tak peduli berasal dari lubuk yang berbeda, akan tetap mengundang terbitnya liur saat memandangnya dalam keadaan siap santap. maha suci Allah yang menciptakan perbedaan.

  3. keke says:

    haha… saya juga orang rejang lebong, biasa banget denger “cung kediro, banyak cucung tambah saro”.
    saya juga merasa aneh jika buah ini biasanya selalu ikut dalam setiap masakan ibu saya, tiba-tiba menjadi buah yang bisa dicemil setiap saat bagi orang korea. kan rasanya asem. kkkkk

  4. Yatiman Abulyatama says:

    Untuk temen-temen ketahui ya, cung kediro atau bahasa kerennya tomat ceri adalah bahan utama masakan andalan di rumah makan kami di Pangkalpinang – Bangka. Cung kediro merupakan bahan utama untuk pembuatan sambal yang kami hidangkan yaitu sambal mentah. Kami menyediakan ikan nila & patin bakar yang dilengkapi dengan lalapan dan tentunya sambal mentah yang berbahan cung kediro. Temen-temen yang jalan-jalan ke Pangkalpinang coba deh singgah ke rumah makan kami, namanya “RM Semangat 65 – Masakan Khas Banjar, Kalimantan” yang beralamat di Jln Ayani Luar – Pangkalpinang.
    Coba deh…, pasti temen-temen nggak akan kecewa dan yang pasti akan merasakan sensasi yang luar biasa, karena ternyata cung kediro adalah bahan makanan yang bisa menggugah selera makan kita.

    Saya garansi anda akan puas dan yang pasti nggak mahal…!

    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s