[Korea dalam kenangan] Ritual Sebelum Menggunakan Toilet di Korea

Toilet?. Hemmm….., gak banget topik tulisan saya pagi ini. Eits…tunggu dulu. jangan anggap remeh temeh urusan satu ini. Bisa kita bayangkan betapa tak sempurnanya aktivitas seharian kita, jika tidak mengunjungi tempat yang satu ini. Bila hal itu terjadi, bisa jadi kita mulai memasuki dunia  siklus metabolisme tubuh yang mulai error. jika sudah begini, semua akan berujung pada masalah-masalah berkelanjutan.

Berbicara seputar toilet. Ada ritual unik yang saya lakukan sebelum dan sesudah menggunakan toilet di Korea. Sebelum menggunakan toilet, lepas membaca doa masuk toilet saya akan singgah sejenak ke washtub  toilet untuk menampung air dari keran dengan menggunakan alat penampung tertentu. Jika sedang di kantor, saya sering kali menggunakan gelas ukur plastik berukuran 1 liter. Cerita sedikit berbeda dan seru jika sedang berada dalam perjalanan. Seorang teman dengan kreatif menamakan alat tampung air tersebut dengan sebutan “LatBox”, akronim yang dilahirkan dari frase “Alat Cebok”. Secara umum kami (kami: mereka yang masih mempertimbangkan air sebagai satu-satunya alat pembersih paling nyaman sedunia) menggunakan botol bekas minuman mineral berukuran 500 ml. jadi, setara dengan keumuman payung menemani tas gendongan seluruh mahasiswa yang tinggal di Kota hujan, Bogor. Latbox juga akan sangat mudah ditemukan di tas-tas “kami” tersebut😀. Aha, sedia Latbox sebelum “nyetor” seakan telah menjadi turunan tingkat pertama dari pepatah “sedia payung sebelum hujan” bagi golongan “kami”. 

 ada banyak cerita manarik seputar Latbox ini. Cerita tentang Latbox itu sendiri maupun tentang keberadaaan dan tidaknya si alat dambaan semua penyetor yang masih mengganggap tiada kenyamanan lepas menyetor tanpa sang air yang membersihkan dan menyuncikan, akan saya ceritakan secara terpisah.

Setelah air tampungan dirasakan cukup, maka kaki kiri mulai memasuki ruang toilet. Pastikan jikalau toilet tidak baru saja digunakan orang Korea sebelumnya. Jika pun itu terjadi, sangat dianjurkan untuk menunggu beberapa saat agar terhindar dari serangan yang sedikit mematikan. Serangan?. Ya sebuah serangan gas kimia yang akan sedikit melumpuhkan indra penciuman sobat. Saya menamakan serangan khas ini dengan istilah serangan Kimchi. Mungkin menjadi kekhasan orang korea bahwa mereka menghasilkan gas sampingan selama melakukan proses penyetoran. dan gas itu beraroma melebihi batas ambang toleransi aroma ketoiletan. hai..hai…emang ada ya orang yang menebarkan aroma wangi selama melakukan proses penyetoran di ruangan penuh inspirasi (katanya?) ini. entahlah. Saya membayangkan jika semua benda abstrak layaknya “bau” tersebut bisa direkam dan digambarkan dengan kata-kata secara rinci kemudian saya sertakan hasil rekaman tersebut bersama postingan ini, mungkin postingan ini akan menjadi salah satu postingan yang menuai banyak dislike dari para pembaca.ha….ha…ha…

Beranjak dari rumor serangan kimchi, kita berlanjut ke cerita selanjutnya.

Selain saran yang saya sebutkan tadi, saya juga ingin berbagi cara mengidentifikasi fenomena-fenomena mencurigakan dari toilet yang akan kita gunakan. untuk ritual ini, sobat dituntut sedikit mengasah kemapuan detektif yang mungkin belum terlatih pada diri sobat. Fenomena paling mencolok adalah ketika toilet duduk (jenis toilet yang paling umum digunakan di Kroea. lihat video) berada dalam kondisi tertutup. Akhirnya saya menyadari fungsi utama dari salah satu bagian toilet duduk yang selama ini belum saya temukan secara jelas apa fungsi sesungguhnya bagian tersebut. Secara jujur, dulu saya mengira penutup itu berfungsi untuk memperindah tampilan toilet agar terlihat lebih elegan. atau berfungsi untuk sandaran agar orang merasa nyaman bak duduk di kursi ketika sedang melakukan proses transfer setoran. entahlah, terlalu udik pikiran saya kala itu. kembali ke fenomena mencurigakan, berhati-hatilah membuka toilet yang sedang berada dalam posisi tertutup.

Ada logikan sederhana yang diterapkan para manusia egois pengguna toilet ketika dengan suka cita meluangkan waktu untuk mengerakkan tangannya menurunkan penutup toilet namun bersikap  teramat malas untuk sedikit mengulurkan tangan lebih jauh dan memerintahkan tangannya untuk memberi  tambahan tenaga pada tuas flush (semprotan air dengan sedikit tenaga berlebih untuk mengdesak setoran kita pergi selamanya meninggalkan liang toilet) agar perbuatan zholim mereka kepada pengguna toilet selanjutnya tidak selalu terjadi berulang-ulang. Logika tersebut adalah tutuplah sesuatu yang kau tak ingin orang lain mengetahui apa yang ada di balik tutup. benar saja, saat saya masih hijau dan tidak tahu apa-apa seputar tingkah pola para pengguna toilet duduk bertutup itu, saya berulang kali menyaksikan batapa menjijikannya cairan perut manusia mengambang penuh di dalam liang toilet sesaat saya mengangkat penutup toilet untuk digunakan. untung saja saya orang biologi, masih memiliki ambang tolernasi yang luas untuk urusan sisa-sisa ini. hyak……ups, saya ingin muntah.

Cara megatasinya?. cukuplah saya yang mengalami masa-masa getir dan pahit ini anak muda. Untuk mengatasi hal tersebut sobat gunakan prinsip dasar “mencegah itu lebih baik dari mengobati“, posisi toilet yang ditinggal dalam keadaan tertutup merupakan bahasa lain dari pengguna terdahulu agar kita beramal untuk mereka yang terkukung oleh jiwa malas itu melalui ritual menekan tuas flush sebelum membuka penutup toilet secara langsung. Suara teriakan air yang keluar dengan tanaga tinggi dari balik tutup toilet seolah menjadi tanda bahwa semua telah siap untuk dilihat. jika masih terdapat hal-hal yang tidak diinginkan berarti memang ada kelainan jiwa bagi orang dan toilet di sekitar sobat berdiri saat itu. Saya anjurkan lebih baik pindah saja ke toliet yang lebih manusiawi, itupun jika masih ada waktu😀. berhati-hatilah. ha..ha..ha..

Setelah semuanya aman. Saya biasanya mengambil tisu dan membasahkan sedikit dengan cara mencelupkannya ke dalam wadah penampung air tadi. dengan tisu basah ini saya akan membersihkan permukaan duduk toilet yang tak jarang terkotori benda-beda “tak diinginkan lainnya”. bagian paling berhak untuk mendapat perhatian lebih adalah bagian ujung depan dan belakang tempat duduk. daerah ini biasanya merupakan daearah paling kotor. tak jarang akan ada sisa air seni yang melekat di sana. sebagai muslim, saya tak ingin terkena zat-zat najis seperrti ini. jangankan terkena urin orang lain, urin sendiripun tak saya izinkan bersentuh kulit dengan baju ataupun tubuh saya. ini perkara najis. biasanya saya akan melakukan pembersihan berulang-ulang dengan tisu kering lepas membasuh permukaan tempat duduk dengan tisu basah tadi. setelah dirasa bersih, misi penyetoranpun siap dilaksanakan. tenang dan tidak was-was bisa saya rasakan selama proses penyetoran dengan ritual pembukaan ini. selama sobat berada di dalam toilet, jangan lakukan tindakan sukarela melongokan kepala ke dalam keranjang sampah yang biasa tergeletak pasrah di sudut toilet. keranjang sampah tersebut bukan “keranjang biasa”. Keranjang sampah tersebut disediakan untuk menampung tisu-tisu bekas pembersihan orang korea. alamak, mengapa pula mereka tidak memilih konsep toilet dengan basis pembersih air?. kalo dengan air? pasti akan lebih berhemat tisu dan mampu menghindari aksi pemajangan dan pengumpulan tisu bernoda sisa-sisa setoran di dalam toilet bukan?. memang kadang budaya orang itu terkesan aneh.😦.

.

lepas urusan penyetoran selesai. saya menutupnya dengan gaya pembersihan ala indonesia tulen. ya, tetap menggunakan air. inilah fungsi ritual pertama penampungan air tadi. dengan berhati-hati semuanya akan berjalan lancar. hanya saja kita membutuhkan sedikit waktu tambahan untuk membersihkan kembali tempat duduk toilet bilamana ada percikan air yang mungkin terjadi langsung dari mulut alat penampung air saat kita tuangkan selama proses pembersihan. tip untuk langkah ini, pastikan sobat memflush sebelum melalukan pemebersihan diri. dengan demikian air yang berada dalam liang tidak akan memperburuk keadaan ketika akan ditambah dengan air yang datang dari sisa pembersihan kita. mudah dan menentramkan.

Orang Korea pun berusaha mengembangkan toilet canggih dengan basis pembersih air.

Bagaimanapun juga, air tetap menjadi alat pembersih paling efektif. kotoran akan tuntas terbersihkan hanya dengan air. sudah pasti akan lebih murah serta ramah lingkungan juga. beranjak dari fakta itu, di Korea toilet mulai dikembangkan dengan menggunakan teknologi robot semi otomatis dan proses pembersihannya menggunakan air. hanya dengan sekali  pencet dalam kondisi masih duduk, robot akan membantu sobat menjalankan proses pembersihan diakhir proses setoran pribadi ini. kurang lebih bentuk toilet tersebut adalah seperti ini

di beberapa tempat saya menemukan toilet jenis ini, namun tak jarang bagian pembersih untuk mengeluarkan airnyapun sudah terkotori oleh berbagai macam sisa-sisa setoran yang luput dari perhatian para pekerja bersih-bersih toilet setempat. kalau sudah begini, meskipun secanggih apapun, kejorokan ya tetap menjijikan. fuh……

***

sepanjang pengalaman saya, toilet yang paling tidak nyaman adalah toilet-toilet yang berlokasi di subway atau pun terminal bus. meski tak diwarnai bau pesing yang beringas menjajah atmosfir udara toilet, tisu bekas pembersih sisa-sisa setoran acap kali “bertindak” asusila dengan cara mempertontonkan noda berwarna kuning yang sama sekali tak sedap dipadang mata. selain toilet di hotel-hotel, toilet paling bersih dan nyaman yang pernah saya temui di Korea adalah toilet di Museum Istana Gyeongbokgung. Super bersih dan super canggih.

kesimpulannya: jika toilet indonesia bisa mengikuti toilet Korea mungkin akan jauh lebih baik. Maksud dari premis ini adalah kita tetap membersihkan sisa-sisa proses setoran dengan menggunakan air, namun toilet tetap kering dan tak dijajah oleh bau pesing yang tanpa ampun. Jenis toilet paling mengenaskan adalah gabungan antara toilet indonesia toilet korea, maksudnya bau pesing mengantikan semua partikel udara bersih di seantero udara toilet dan sisa-sisa setoran manusia berserakan di mana-mana. jika sudah demikian, terasa menjadi pilihanb terbaik untuk mengurungkan niat penunaian hajat.

jenis toilet umum manakah yang menjadi dambaan sobat?. jika pilihannya selalu yang terbaik, bagimana prilaku kita dalam menggunakan toilet umum selama ini?. Jika tak ada rasa peduli dan berkesan egois maka ada baiknya kita mulai lebih memperhatikan kepentingan orang lain dengan menjaga kebersihan toilet yang kita gunakan semaksimal mungkin. insyaAllah, barang siapa yang menanam akan memetik buahnya, barang siapa yang selalu menjaga kebersihan akan mendapat manfaat yang sama. semikian sobat. meski toilet adalah bagian yang tak penting, tapi kita bisa melihat kualitas bangsa (atau orang perorang) dari cara mereka memperlakukan toilet-toilet mereka. itu kata seorang brother berkewarganegaran Inggris yang pernah saya temui. waulahu’alam.

demikian sobat sedikit cerita seputar ritual bertoilet saya di Korea.

semoga bermanfaat🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s