Mungkinkah nanti bahasa indonesia menjadi punah?.

Mom. I dont want if He sits at father’s chair

seorang gadis kecil berkulit putih dan rambut hitam ikal, tiba-tiba bergeser lekat-lekat ke tungkai tangan wanita paruh baya di sampingnya. Ia mengulang-ulang gerakan tubuh untuk memberikan efek guncangan kepada ibunya. ia memanggil ibunya sembari memandang lengkat kepada ku dan kursi kosong yang baru saja ditinggalkan laki-laki usia kurang lebih 35 tahun yang terlihat jelas secara tampilan fisik bukan orang Indonesia. Aku menduga bahwa laki-laki itu adalah ayahnya.

Aku yang sedang menjadi pusat perhatiannya dalam barisan kursi antrian di sebuah apartemen bilangan jakarta selatan itu tertarik untuk mengajak si gadis kecil berbincang-bincang ringan.

why?. You dont want if i touch this chair?. but, I need to move. its queue. what’s is your name beautiful little lady?“.

ia tetap diam. ia masih fokus pada kursi kosong yang ditinggal ayahnya menghadap petugas tagihan di dalam kantor ketika nomor antriannya dipanggil. sementara ibu dan neneknya yang menoleh sejenak pada ku sembari melempar senyum berusaha menjelaskan kepada si gadis kecil agar merelakan tempat duduk ayahnya untuk aku tempati karena memang demikian peraturan yang ada di dalam sistem antrian menggunakan kursi itu.

aku teringat dengan peristiwa singkat yang berlangsung beberapa bulan yang lalu. sebuah dialog satu arah antara aku dan seorang gadis kecil hasil dari perkawinan campuran indonesia dan bukan indonesia (aku tak tahu apa kewarganegaraan ayahnya). Aku menegur seorang gadis kecil berwajah indo dengan bahas inggris. kejadian itu  berlangsung ketika aku mengantri pembayaran tagihan bulanan apartemen kami di Kalibata city.

***

Lepas berkeliling sebanyak 4 kali putaran kebun bibit Tebet, aku berjalan terengah-engah sambil mengatur pernapasan agar kembali rileks. kuhirup dalam-dalam udarah segar yang dikeluarkan dedaunan hijau miliki beberapa pohon yang tumbuh kokoh di tepi-tepi jalur lari kebun bibit. Uah….segar kembali rasanya. Sebuah kenikmatan langkah yang mulai susah ditemukan di jakarta yang makin padat dan terpolusi ini. saat merasa sudah siap untuk rebahan dengan posisi kaki diluruskan, aku mendekat ke posisi istri yang sudah sejak tadi beristirahat di pojok sebuah lapangan berlantai semen yang biasanya digunakan oleh para pengunjung untuk istirahat sehabis berlari keliling kebun sesuai kemampuan masing-masing.

kami menikmati semilir angin yang bertiup. Hari yang masih pagi menambah kenyamanan suasana karena matahari belum bersinar terlalu terik. Jikapun sinarnya sudah cukup  terang, kerindangan pepohonan masih mampu menahan agar sinar tersebut tidak jatuh langsung menyilaukan mata kami yang sedang beristirahat asyik di atas rumput-rumput hijau yang lembut. perasaan itu makin sempurna ketika aku merasakan butiran keringat perlahan menyusuri seluruh permukaan kulit yang mampu dijamahnya. Nikmat!.

“Wow, ada baterplai (BUTTERFLY)”

seorang gadis kecil kira-kira berusia 5 tahun terlihat duduk jongkok sambil mengamati seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di rerumputan hijau.

tiba-tiba gadis kecil lainnya ikut mengambil posisi jongkok dan berteriak

“Iya…kupu-kupu. cantik ya?”

“apa itu kupu-kupu?. ini baterplai” sahut gadis usia 5 tahun

merasa tidak mngerti apa yang dimaksud gadis kecil usia 5 tahun. si gadis kecil lainnya tadi beranjak dan pergi menghilang.

tak lama sigadis kecil usia 5 tahun didekati oleh pria dan wanita dewasa berpenampilan asli indonesia yang aku duga sebagai ibu dan bapaknya. mereka tampak asyik mengamati kupu-kupu yang mulai terlihat terusik dan siap-siap untuk terbang kembali.

aku tersenyum. gadis kecil usia 5 tahun yang asli indonesia itu ternyata tak kenal kata kupu-kupu lagi.

ini tahun 2012. mungkin beberapa tahun lagi di masa depan. akan ada banyak kata-kata indonesia yang menjadi tidak populer didengar telinga anak-anak usia 5 tahun seperti si gadis kecil di kebun bibit tebet tadi.

jika demikian, mungkinkah nanti bahasa indonesia perlahan punah karena ditinggal oleh penuturnya sejak mereka masih berusia 5 tahun?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s