Seri nasehat untuk Mahasiswa pasca sarjana: 10 hal yang harus kamu ketahui ketika memutuskan akan sekolah lagi di jenjang PhD

Dari seorang mahasisa PhD senior kepada calon atau mahasiswa PhD tingkat awal, ini adalah sebuah nasehat yang tidak seorang pun akan menyampaikannya kepada kalian. Namun kalian akan amat membutuhkannya agar bisa meraih gelar PhD dengan mulus.

Kita semua masuk ke sekolah pascasarjana dengan banyaknya ide bak pelangi dan kupu-kupu di kepala kita. Kita bermimpi suatu saat bisa menyembuhkan kanker, melakukan penelitian dengan topik yang menarik, banyak balajar hal baru, Sungguh! kita merasakan seolah metode-metode ilmiah hanya pantas berjodoh dengan orang-orang yang cerdas, dan kita adalah salah satunya.

Sungguh luar biasa mejalankan hari-hari dengan gairah seperti itu!

tapi tunggu dulu. Hidup sebagai mahasiswa PhD tidaklah sepenuhnya demikian.

Sebuah tulisan singkat ini saya tulis berdasarkan pengalaman yang saya temukan selama menempuh studi sebagai mahasiswa PhD. Semuanya begitu berbeda dengan apa yang saya bayangkan dahulu. Berikut ini tulisan dengan tajuk nasehat sekolah pascasarjana untuk mahasiswa baru program PhD.

selamat menyimak

Nasehat Sekolah Pasca 1: Misi utama mu selama menjalankan program PhD adalah menghasilkan sejumlah publikasi yang diakui

Bila kamu ingin menyelesaikan sekolah dan meraih gelar Doktor, maka tak ada jalan lain selain kamu harus memiliki publikasi yang diakaui. Jika kamu sudah memiliki hal tersebut maka akan sangat dengan mudah bagi mu meraih gelar yang kau inginkan.

Bukankah tujuan sekolah sampai PhD adalah untuk menjadikan mu seseorang yang ahli dalam bidang yang kau ambil?.

Menjadi seorang ahli tanpa sejumlah publikasi sama saja dengan menjadi seorang ahli tanpa gelar PhD

Memang sih kedengaranya materialistik, terutama jika kita bandingkan dengan sebuah filosofi yang mengakatakan bahwa bekerja untuk ilmu pengetahuan adalah bekerja untuk kemajuan ilmu pengetahuan yang diperuntuhkan bagi kebahagian umat manusia. Sedihnya, memang demikian fakta yang terjadi dalam dunia PhD. Itulah aturannya. Publikassi atau gagal.

Sebagian orang berusaha mengubah tren itu dengan mengahdirkan sumber ilmu bebas seperti open access, open data, open science dan menulis hasil penelitian mereka dalam sebuah blog. Hal yang mereka lakukan adalah terobosan-terobosan yang perlu dilakukan untuk merubah tren umum dunia sain tadi. Namun tetap saja, agar memenangi persaingan kamu harus memiliki publikasi (di belanda, di mana saya mengambil program PhD, kamu akan membutuhkan 4 publikasi untuk lulus).

Sehingga dalam nasehat ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa jika kamu ingin lulus dengan baik maka kamu harus menulis, menulis dan menulis yang banyak.

Nasehat Sekolah Pasca 2: tantangan terberat selama menempuh program PhD adalah bagaimana memelihara agar kita selalu berada dalam kondisi terus termotivasi untuk selesai.

Karena program PhD akan memaksa kamu untuk menyelam lebih dalam ke topik yang kamu pilih, banyak orang berfikir bahwa belajar hal yang lebih komplek seperti itu merupakan tantangan paling sulit dan berat selama mejalankan program PhD. logikanya jika Kamu tidak mampu  belajar dengan cepat dan sempurna maka kamu tidak akan mampu menyelsaikan program PhD tersebut.  tapi itu semua tidak sepenuhnya benar.

Alasan yang sangat mungkin untuk tidak menyelesaikan PhD selain tidak memiliki publikasi adalah…..jangan tertawa ya, mengundurkan diri!

apa yang bisa membuat kamu keluar dari program mu?.

Sangat banyak ditemukan kasus mahasiswa berhenti di tengah jalan selama program PhDnya. Kamu akan merasakan bahwa kamu tidak memiliki perkembangan yang baik. Saat itu kamu akan menghilang ditengah-tengah samudara ketidakjelasan. Kamu masih akan menghadapi 2 tahun tersisa yang akan amat berat untuk bisa bertahan. Pilihan alternatif berupa bayaran yang cukup tinggi ketika masuk ke dalam dunia industri akan menjadi sesuatu yang cukup menggoda dalam kondisi seperti ini.

Periode ini dinamakan periode “Valley of shit” atau fase ketiga dari motivasi PhD, krisis nilai. Hampir semua mahasiswa pasca melewati masa krisis eksistensial ini.

Kamu hanya perlu menyadari bahwa kondisi tersebut dialami oleh semua orang dan kamu harus dapat melewatinya. Fokus kepada perkembangan-perkembangan kecil secara konsisten dan melakukan evaluasi ketika dicapai sebuah perkembangan yang besar adalah salah satu cara yang dianjurkan untuk melewati masa-masa kritis ini.

menulis dan berbagi ke khalayak seputar perkembangan dan pengalaman mu adalah contoh praktisnya. dengan menulis kita akan membingkai seluruh permasalahan kita dengan pengetahuan yang tepat.

Nasehat Sekolah Pasca 3: Adalah sangat baik jika kamu menyelesaikan PhD-mu secepat yang kamu bisa

seperti yang kamu lihat berhenti di tengah jalan program PhD yang kita perjuangkan adalah sesuatu yang amat menjengkelkan. Jika hal itu terjadi sungguh akan menjadi tragedi penyiaan waktu dalam hidup kita. Betapa tidak. kita sudah menghabiskan waktu, tapi gelar yang diharapkan tidak berhasil kita raih.

tapi tahukah kamu hal yang lebih menyedihkan dari itu?. kita bertahan dengan menghabiskan waktu 4,5, 6 tahun dan kelulusan tak kunjung tiba.

saya menemukan banyak contoh atas peristiwa seperti yang saya sebutkan di atas, dan biasanya hal tersebut terjadi karena 2 hal:

Pertama, kamu hanya sedikit saja terlambat menyadari bahwa apa-apa yang kamu kerjakan tidak membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Ayolah, apakah apakah kamu membutuhkan waktu harus sampai 5 tahun, baru kemudian kamu bisa menyadari bahwa kamu tidak memiliki apa-apa untuk bisa dipertahankan dalam sebuah disertasi?.

Perlu sekali kamu melakukan evaluasi setiap 6 bulan sekali. coba cek apakah kamu masih bergerak dalam jalur yang tepat?. dengan pola evaluasi demikian, kamu bisa mendeteksi permasalahan yang mungkin timbul lebih awal. seandainya kamu mulai keluar jalur, maka perbaikilah segera, jangan menunggu sampai 5 tahun baru kemudian bingung setengah mati dan menjadi motivasi terjun bebas, habis sehabis-habisnya karena putus harapan.

Dalam menjalani program PhD kamu harus melakukan pengecekan perkembangan penelitian mu secara berkala dan lakukan perbaikan  sedini mungkin jika mulai ditemukan permasalahan. jangan tunggu sampai terlambat.

Kedua, Setelah menjalani program selama 4 tahun, kamu sudah mulai menulis draft disertasi dan memiliki beberapa publikasi. Karena merasa sudah amat dekat dan pasti menyelesaikan program, akhirnya kamu memutuskan untuk mulai mencoba kerja atau mengambil kerjaan tambahan dalam program psotdoct. Alhasil kamu kemudian dihadapi oleh banyak stres dan tekanan yang datang dari dunia kerja mu yang baru. apakah kamu merasa sebagai superman yang mampu menyelesaikan tulisan mu (meski tinggal sedikit), diwaktu-waku luang lepas makan malam dan akhir minggu?. Saya telah banyak menemukan orang yang gagal dengan jalan pilihan demikian. percayalah pada saya bahawa hal ini bukanlah strategi yang tepat.

Jadi selesaikanlah dahulu program PhD mu. jangan pernah menunda, selesaikan tepat waktu. dan hal yang penting adalah, jangan pernah memulai kerjaan baru sampai kamu benar-benar sudah menyandang gelar PhD.

original article written in English: http://www.nextscientist.com/graduate-school-advice-series-starting-phd/

bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s