Seri nasehat untuk Mahasiswa pasca sarjana: 10 hal yang harus kamu ketahui ketika memutuskan akan sekolah lagi di jenjang PhD (2)

menyambung tulisan terdahulu yang diposting di sini.

Nasehat Sekolah Pasca 4: Kamu harus menjadi seorang ahli dalam penelitian yang kamu geluti secara intensif dalam rangka penulisan disertasi mu.

Kita acap kali memperlakukan profesor, kepala proyek penelitian grup atau pembimbing disertasi kita sebagai sosok sumber ilmu yang tak terbatas. kita menganggapnya seperti seorang manusia super.

salah satu sumber cikal bakal frutasi adalah ketika kita dengan penuh kesadaran dan harapan bertanya seputar permasalahan penelitian kita kepada mereka. Kita bertanya kepada mereka dengan sebuah pengakuan yang besar bahwa mereka adalah sosok yang paling tahu akan jawaban permasalahan yang sedang kita hadapi. Jika orang-orang brillian seperti mereka tidak bisa menjawab permasalahan yang kita punya. Lalu bagaimana kita bisa menemukan jawaban atas permasalahan itu untuk diri kita sendiri?.

Untuk itulah mengapa sobat berada di sini. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sobat temukan ketika para bos kita tadi tak bisa menjawab pertanyaan yang kita jumpai.

di fase akhir dari program PhD mu, hendaknya kamu menjadi orang yang paling ahli mengenai topik yang kamu angkat dalam disertasimu, bukan professor mu.

Kamu bisa melakukan pendekatan kepada professor mu dengan mengajukan beberapa permasalahan yang kamu temui sekaligus menyertakan solusi cerdas kepada mereka. Berikan juga argumentasi yang detil untuk masing-masing permasalahan. Terkait dengan usaha mempromosikan diri sebagai salah satu ahli baru topik terkait, dengan langkah pendekatan ini, para professor kita akan sangat mungkin dapat menggunakan insting keilmiahan mereka untuk membantu kita dalam rangka penguatan kapasitas keahlian kita.

Nasehat Sekolah Pasca 5: Sobat tidak akan membuat sebuah ( hal yang besar) terobosan di jagad raya ini.

Kami mengetahui bahwasanya keberadaan sobat di sekolah pasca sarjana bukan untuk memperoleh uang. Hal yang paling mungkin, memotivasi sobat melanjutkan sekolah adalah untuk memberikan kontribusi bagi dunia ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia secara keseluruhan (ini sepotong kalimat yang sering mahasiswa cantumkan ketika mereka menulis kata pengantar di dalam tulisan ilmiah mereka*)), menemukan sesuatu yang baru. Seabuah pilihan yang cukup jujur dan tulus.

Namun fakta yang menyedihkan adalah sering kali kita menemukan bahwa hasil penelitian selama program PhD sobat akan dipublikasi dan kemudian sesegara mungkin akan dilupakan, jika pun tidak hanya akan menjadi bagian dari grup besar dunia penelitian yang tak akan memberikan efek secara langsung dalam karir sobat. hampir seluruh peneliti terlihat memberikan kontribusi besarnya setelah waktu berjalan begitu lama, tidak hanya dalam waktu satu atau dua tahun saja.

kontribusi seorang lulusasn PhD baru kepada dunia sain bak sebuah kentut di tengah-tengah tornado

tapi kemudian mengapa PhD tetap menjadi sesuatu yang dibutuhkan?. sudah tentu, karena bilamana kita akan memulai dunia kita sendiri disuatu tempat yang baru, PhD akan memberikan banyak alat dan kemampuan penting untuk membawa kita kepada titik karir yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Nasehat Sekolah Pasca 6: Keahlian kunci dalam menjalankan PhD: Kemapuan membaca, menulis, dan menbangun jaringan.

di taman kanak-kanak sobat belajar bagaimana menulis, membaca, mewarnai dan bermain dengan anak-anak yang lain. hari-hari di TK tersebut menjadi hari yang santai. jikapun ada sesuatu yang sobat khawatirkan hanya seputar prihal bagaimana memilih warna krayon yang tepat kal mewarnai atau ketika menjadi penjaga saat bermain “sembunyi dan temukan”.

Sekolah pasaca sarjana adalah taman kanak-kanak bagi seorang calon ilmuan. sobat akan belajar lagi prihal membaca, menulis dan berinterkasi dengan orang lain.

3 hal itu yang kamu perlu pelajari sebagai seorang mahasiswa PhD.

  • membaca: kamu dituntut untuk bisa membaca sebuah jurnal ilmiah dalam hitungan detik, lalu segera memutuskan apakah kamu akan melanjutkan penelaahan jurnal lebih dalam dalam hitungan 30 menit selanjutnya. Pun ketika kamu putuskan untuk membacanya secara lebih detil dalam waktu yang ada, kamu harus sudah dengan mudah bisa menemukan nilai kebaruan dalam jurnal tersebut, apakah hal yang baru itu dapat digunakan untuk membantu mengatasi permasalahan penelitian mu, dan bagaimana hubungannya dengan topik penelitian yang sedang kamu geluti. 
  • menulis: didalam sebuah tulisan akademik, kamu dituntut untuk mampu menulis sebuah tulisan yang dapat langsung menjelaskan inti permasalahan. kamu harus mampu menyajikan tulisan yang menyeluruh dan meyakinkan secara sekaligus. kamu harus mampu menjadi seorang yang mengerti secara teknis tidak hanya sekedar menyajikan tulisan yang dapat dibaca saja. Dan jika bahasa ibu sobat bukan bahasa inggris, maka sobat harus berusaha lebih keras agar tulisan yang dibuat tidak seperti tulisan yang diperoleh melalui Google Translate.
  • Membangun Jaringan: meskipun hakikatnya seorang ilmuan lebih suka melakukan pekerjaannya di dalam sebuah gua yang jauh dari komunitas manusia kebanyakan, sobat harus tetap berinteraksi dengan teman sejawat, setidaknya sesama peneliti juga. Jaringan akan membawa sobat kepada peluang untuk melakukan koloborasi penelitan dan publikasi ilmiah yang banyak, kepada peluang post doct, ide baru, atau juga kepada cara pemahaman yang ada di benak rekan-rekan PhD sobat yang tak lain merupakan bagian dari trend keilmiahan yang sedang berkembang.

bersambung lagi…..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s