Penyetaraan Ijazah

mengapa ijazah keluaran luar negeri (LN) perlu disetarakan?.

Disetarakan?. Maksudnya sama dengan disesuaikan?. penjelasan sederhannya?. ada dua hal yang berbeda kemudian karena alasan dan tujuan tertentu butuh disamakan?. aha, disamakan, sebuah kata yang saya kenal ketika membaca plang nama sekolah-sekolah swasta dengan sebuah tanda kutip tertulis di akhir kalimat informatif mengenai sekolah itu. Ya. Sekolah swasta butuh proses penyetaraan terhadap aturan negeri yang pemerintah kita miliki. fungsinya bukan untuk menyatakan apakah sekolah itu diterima atau tidak. melainkan untuk melihat apakah parameter-parameter akademis yang diterapkan sekolah swasta itu sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan secara baku oleh pemerintah. jika belum, maka harus diusahakan untuk sama dengan melakukan perbaikan, jika sudah sama maka akan dicarikan “penyebutan” nama yang sesuai untuk hal-hal yang sudah diatur oleh peraturan pemerintah.

nah…..hal yang sama berlakukan untuk topik pembicaraan kita kali ini, agaknya.

Proses penyetaraan ijazah bukan dimaksudkan untuk menentukan diakui tidaknya ijazah dan gelar yang diperoleh seseorang dalam menempuh pendidikannya di luar negeri, akan tetapi lebih kepada menentukan gelar yang diperoleh tersebut setara dengan ijazah jenjang pendidikan yang berlaku di Indonesia (sumber

Berhenti di sana soal definisi dan pemahaman. saya akan berbagi pengalaman selama menempuh rangkaian proses hingga memperoleh selembar surat ukuran folio yang menyatakan bahwasanya gelar yang saya peroleh dari almamater saya,DKU, sudah disetarakan di Indonesia.

***

butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan proyek pribadi ini. dahulu, mendengar cerita penyetaraan ijazah selalu identik dengan PNS atau formalitas saja. saya yang belum berafiliasi dengan lembaga apa pun di dalam lingkungan kepegawaian negeri, merasa tidak perlu menempuh prosedur satu ini. apalagi, sebelum bertindak, saya sudah banyak mikir dan mentok-mentoknya kepikiran akan dihadapi dengan birokrasi sulit yang tak bersahabat bagi mantan mahasiswa idealis dan berkantong tipis seperti saya ini. setelah punya waktu cukup banyak sehingga mampu membangun motivasi pribadi bahwa saya akan menemukan pengalaman baru ketika melakukan penyetaraan ijazah, akhirnya saya bertekad untuk menyelesaikan misi ini secepat yang saya bisa.

langkah pertama adalah bertanya kepada semua kenalan yang sudah sukses melakukan penyetaraan. Syukur-syukur jika kenalan sobat tesebut satu almamater. menurut kabar yang saya peroleh, pendaftaran pertama atas universitas yang belum tercatat lulusan akan memerlukan waktu proses sedikit lebih lama. selain soal waktu, ada kemungkinan juga perlu tambahan dokumen lain yang sudah pasti akan memerlukan usaha lebih serius dan penuh konsentrasi. kebetulan saya memiliki senior yang sudah tercata namanya di bank data Dikti. ini akan membantu proses saya nanti.

Saya bertanya kepada senior satu kampus dahulu yang kebetulan tercatat sebagai dosen UNS, solo. dari beliau saya peroleh informasi jelas dan mencerahkan. semua prosedur yang beliau paparkan saya ikuti. semua menjadi makin mudah ketika saya berkunjung ke web site resmi kementrian pendidikan bagian urusan penyetaraan ijazah ini. waktu saya melakukan pengurusan dokumen dahulu, belum diberlakukan proses booking meskipun memang kita diwajibkan untuk daftar online sebelum datang pada hari yang sudah kita tentukan. agaknya, sekarang makin banyak putra-putri indonesia yang menyadang gelar dari universitas LN dan berminat tinggi melakukan penyetaraan ijazah sehingga kini dikti sudah memberlakukan sistem booking dalam proses registrasi penyerahan dokumen. Bahkan sekarang dikti juga  mulai membatasi secara tegas berapa jumlah pendaftar yang akan dilayani setiap harinya. ini sebuah kemajuan manajemen saya kira. untuk perubahan yang saya maksud bisa lihat di sini.

setelah saya mendaftar online dan menetukan jadwal kedatangan, pada hari yang ditentukan saya bergerak menuju gedung dikti yang berlokasi di seputaran gelora bung karno. dari pancoran dengan mudah saya dapat menjangkau alamat kantor dikti menggunakan bus way. jika saya tidak salah ingat, kita dapat turun di halte bus way gerbang gelora bung karno. dari sana kita menyeberang jembatan dan turun ke arah kiri menuju gedung dikti yang bisa terlihat setelah kita berjalan beberapa langkah meninggalkan tangga halte bus way tadi.

jika belum pernah ke gedung ini, tanyakan saja kepada siapa pun yang sobat temukan di sekitar halte bus way. gedung ini sangat terkenal dikalangan sesiapa saja yang beraktivitas di seputar bilangan gelora bung karno. kalo saya dahulu, setelah sempat tersesat satu halte lalu harus pindah bus way dengan arah yang berlawanan dan akhirnya bisa turun dari bus, bertanya sebanyak dua kali. pertanyaan pertama saya ajukan kepada seorang bapak tukang rujak dorong yang mangkal di mulut pintu halte bus way. karena bapak tadi menjawab pertanyan saya dengan malas-malasan dengan ditandai menjawab pertanyaan saya tanpa sedikit pun memalingkan kepalanya, saya berjalan perlahan menyusuri troktoar sembari larak lirik ke semua arah mencoba menemukan sosok paling pas untuk ditanyakan kembali kepastian apakah saya sudah berada di jalan yang benar atau belum. akhirnya saya menemukan mas-mas tukang kebun yang sedang asyik bekerja di depan sebuah hotel megah menjulang di ujung jalan sehabis troatoar dari mulut halte bus way. dari beliau saya temukan jawaban jika kantor dikti itu berdiri kokoh terpisah hanya beberapa blok bangunan dari hotel tersebut.

saya percepat langkah menuju gedung target, setelah melihat jam tangan. saya terlambat dari jadwal yang saya tetapkan. sempat cemas juga. sehabis melapor diri sebagai tamu di meja sekuriti. saya naik ke lantai 5 (jika tidak salah atau pindah). di ruang penyetaraan yang berloksi di kelompok kantor sebeleh kiri dari lift, para tamu yang bermisi sama dengan saya sudah duduk manis menunggu giliran nomor urut mereka dipanggil. sudah padat sekali. saya kembali ke meja resepsionis dan curat sedikit soal penyebab keterlambatan saya. ternyata tidak akanada masalah dengan keterlambatan saya tersebut. hanya saja saya harus menunggu lebih lama dari semestinya. alhasil saya menunggu hingga selesai sholat zuhur. saya masuk ke sesi kedua waktu pelayanan. sempat khawatir jika sistem yang mereka miliki seperti yang diterapkan kedutaan besar dalam melayani visa, bisa-bisa saya harus balik lagi untuk sekedar menyerahkan dokumen, pikir saya.

lepas zuhur saya langsung kembali ke ruangan pelayanan. sudah pukul 13.00, belum ada petugas yang siap di mejanya. satu petugas masuk ke ruangan, saya malah diusir untuk pindah tempat menunggu di luar ruangan. sempat berdebat prihal jadwal yang sudah mereka tentukan. saya keberatan dengan komitmen mereka yang yang mengatakan istirahat sampai jam 13. saya ikuti perintah sang petugas, mengingat saya juga memiliki andil kecerobohan atas keterlambatan saya sendiri. saya keluar dan menunggu bersama beberapa orang saja yang masih bertahan untuk melanjutkan proses penyetaraan ijazah.

jam pelayanan mulai dibuka. nomor antrian saya dipanggil. saya mendapat meja dengan seorang petugas sedikit tidak ramah di belakangnya. petugas ini sedikit popular dengan ingatan saya. selain karena beliau yang mengusir saya tadi, beliau sempat bolak-balik keluar masuk kantor, obrak-abrik meja sambil berdesis sebuah frase singkat “dimana kaca mata saya” secara berulang-ulang. kelupaan menaruh letak kaca mata agaknya si ibu petugas. untung saja pertunjukan kehilangan kaca mata itu tidak berlarut-larut. saya menghadap. menyerahkan dokumen. beliau memeriksa dengan seksama. pertanyaan pertama dari beliau mana visa anda. saya jawab hilang bersamaan dengan passport saya. saya sodorkan passport baru, copian visa dan passport lama secara lengkap dan surat keterangan dari polisi. beliau mengangguk. pertanyaan kedua, apakah tidak ada semacam brosur atau buku panduan yang menceritakan univeristas, jurusan dan kompetensi bidang yang saya ambil di DKU. ups, satu hal ini ditakdirkan untuk terlewat dalam obrolan saya dengan senior dan dari pengamatan saya di list persyartan yang sudah jelas-jelas ditulis di web site. saya jawab tidak ada. beliau mendesak saya untuk menyiapkannya sekarang juga. saya tidak ada ide. beliau menganjurkan saya mencarinya di web universitas dan mencetaknya. menurut beliau itu cukup. setelah memutar otak. tak menemukan tempat ngeprint yang pas. saya menyerah dan pulang dengan membawa janji untuk kembali menyerahkan dokumen yang kurang secepat yang saya bisa.

dokumen itu ternyata gampang sekali untuk diperoleh. tinggal obrak-abrik web site universitas dan cetak. esok harinya saya kembali ke kantor penyetaraan dan mendapat sebuah kertas disposisi yang berisi bahwa semua dokumen lengkap dan saya dipersilahkan rajin-rajin mengecek web site resmi mereka 3 hari dari penyerahan dokumen lengkap. mudah saja pengcekan itu. masuk ke web resmi mereka, klik icon SK SIAP DIAMBIL dikelompol icon bagian terbawah web. pada laman baru, kita disuguhkan daftar semua SK yang berstatus siap diambil. ketik saja nama pada kotak pencarian. jika nama kita sudah bisa ditemukan, segera cek statusnya. berdasarkan pengalaman saya, untuk registrasi dengan kondisi kita sudah memiliki senior yang terdaftar, tak lebih dari 3 hari ijazah sudah bisa diambil.

setelah 3 hari, saya mengecek status SK saya. alhamdulillah sudah keluar. saya segera berangkat ke gedung Dikti dan menuju ruangan yang sama saat penyerahan berkas dokumen. saya bertemu dengan ibu petugas yang sama. kali ini beliau tampak lebih ramah. saya serahkan kertas disposisi. beliau membongkar sebuah kotak plastik di samping mejanya. seluruh dokumen saya seperti tesis asli dll dikembalikan. hanya dokumen-dokumen yang disebutkan di dalam web saja yang beliau tahan sebagai arsip. beliau menukar kertas disposisi saya dengan sebuah kertas ukuran folio. saya terima SK itu dengan tanpa memberi dan diminta sepeserpun uang. great!. ketakutan saya hilang dan tak berbukti. prosedur dan pelaksanaan penyetaraan ijazah semudah itu. ya, hanya begitu saja.

untuk sobat yang tidak berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, waktu berbuka ditambah 1 menit.ops, salah. maksud saya, Dikti juga memberikan kemudahan untuk sobat yang berdomisili di luar Jakarta. penyetaraan ijazah dapat diwakilkan oleh pihak lain. sobat cukup membuat surat kuasa diatas materai 6.000. mudahkan?.

selamat melakukan penyetaraan.

semoga menemukan kemudahan.

10 thoughts on “Penyetaraan Ijazah

  1. Ericca says:

    Mas, mau tanya..
    Kalo misalnya case saya, visa2 lama saya dari awal belajar ada di passport lama yang udah expired dan udah gak tau keselip dimana, dan di passport baru cuma sisa 1 student visa yg terakhir. Kira2 bisa gak ya saya setarain ijazah? Mohon infonya mas.
    Trimakasih🙂

      1. Ericca says:

        Maaf masnya baru sempet bales sekarang hehe..

        Iya alhamdulillah udah bisa diurus dengan lancar kok.

        Jadi kemarenan saya siapin beberapa document pendukung biar ngurus penyetaraan ijazahnya ga susah, document pendukungnya yaitu:
        1. Surat keterangan lulus dari kampus
        2. Surat keterangan passport ilang dari polisi
        3. Photocopy student id/card
        4. Photocopy halaman paling belakang dari passport baru (kan biasanya ada keterangan soal nomer passport lama dan alesan kenapa ganti passport)
        5. Photocopy halaman paling depan passport lama (optional)
        6. Photocopy immigration card (optional)

        Nah, yang penting yang nomer 1-4 deh, nanti udah bisa diurus kok ijazahnya.
        Mudah2an mbak2 yang ngurus ngga bikin susah ya.

        Sukses buat yg mau ngurus penyetaraan ijazah di dikti tapi passport atau student visanya ilang🙂

  2. safrida ririd says:

    Salam,
    Kebetulan saya punya pengalaman sama tentang paspor hilang. semoga saya ga dapat masalah juga untuk proses ke depannya.
    Ada yang mau saya tanyakan ni mas, universitas saya belum ada senior yang pernah menyetarakan ijazah sebelumnya, jadi kira-kira apa yang harus dipersiapkan ya?

    Terimakasih untuk masukannya.

    1. syahjayasyaifullah says:

      wa’alikum salam wrwb.
      gampang mbak.
      profile Univ. secara lengkap. bisa menggunakan buku promosi kampus yang juga di dalamnnya memuat program degree yang mbak ambil. lalu lengakpi juga dengan print out link-link yang menjelaskan program degree mbak dan semua disertakan bersamaan dengan dokumen umum penyetaraan ijazah. pastikan bahasa dokumen yang saya sebutkan tadi (dokumen tambahan seputar degree berbahasa inggris) Gampangkan dan semoga berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s