[Sehari 1 tulisan] Kembali menjadi mahasiswa

Bismillah.

Salah Satu Sudut Jalan Utama Kampus IPB Darmaga

 

bulan juni dan juli tahun ini menjadi sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. makin ke sini terasa makin seru, penuh kejutan dan makin berkah (insyaAllah). satu hal yang pasti adalah bertambahnya usia. tak terasa, saya sudah masuk ke fase kehidupan usia kepala tiga. semoga tahun-tahun selanjutnya akan semakin berwarna keberkahan, lebih memiliki kapasitas keagamaan secara pribadi serta semakin dekat dengan al-quran,

Semoga memperoleh kebaikan untuk semua sisi kehidupan, baik yang berhubungan langsung dengan sang pencipta maupun para mahluk-Nya. amin.

setelah mengikuti proses seleksi, korespondensi, lobi sana-sini dan ditutup dengan penyerahan dokumen hard copy, akhirnya secara resmi saya akan kembali ke kampus. Iya, kembali ke kampus namun bukan sebagai seorang dosen atau peran lain yang mungkin sobat akan memiliki prasangka atas saya yang memang (terasa) sudah berusia ini. Saya kembali ke Darmaga sebagai mahasiswa kembali. Banyak keunikan yang saya temukan dalam proses ini. diantaranya adalah: saya kembali berlabuh ke almamater s1 dan sekaligus akan memiliki pembimbing disertasi dan lab tempat melakukan penelitian dan afiliasi kemahasiswaan yang sama dengan s1 dahulu. Saya akan mangkal di sebuah lab penuh mahasiswa yang berlokasi di lantai 4 sebuah gedung tua bernama gedung Pusat Antar Universitas (PAU).

luar biasa.

seorang senior yang saya jumpai di Aceh memberi komentar

“hahaha, yakin kembali lagi ke Lab?” saya membaca arah pertanyaan ini.  Arah pertanyaan yang terwakili oleh pesan moral  yang beliau coba sampaikan tak kala berulang-ulang menceritakan pengalaman “seru”-nya selama 5 tahun menghabiskan waktu di lab hanya untuk gelar master.

saya hanya membalas dengan senyuman dan ucapan insyaAllah di dalam hati. saya berdoa khusuk agar diberikan kesempatan oleh Allah untuk berkesempatan menuliskan cerita yang berbeda dengan apa yang senior saya tadi alami. jika pun harus sama, maka saya berharap seluruh hal-hal baiknya saja yang bersesuaian. amin.

Setidaknya meski akan sama dalam beberapa hal ketika saya s1 dahulu. Terdapat beberapa hal yang saya hadapi sekarang secara  jelas  menunjukan perbedaan:

Sekarang saya sudah dipanggil sebagai kandidat PhD. Dengan embel-embel panggilan tersebut, saya dianggap sudah cukup matang untuk menjadi mahasiswa yang mandiri. Tidak terlalu perlu di atur ini itu lagi, namun dipercaya sudah mengerti apa yang harus dilakukan terkait dengan keterbatasan waktu yang ada dengan beberapa target besar untuk dicapai di akhir masa sekolah.

Saya sudah menjadi married student atau mahasiswa yang sudah menikah. Al hasil, saya tak akan hanya memikirkan urusan pribadi saya yang hanya akan berkutat pada urusan keperluan sehari-hari pribadi dan kuliah. Saya sudah haru memikirkan orang lain yang telah menjadi bagian dari diri saya. Jika saya kenyang. Saya juga haru mengenyangkan istri saya. Jika saya sukses maka saya harus juga menjadikan istri saya sukses. Namun, jika saya stress karena tekanan hidup yang makin berat, maka saya mendapat tambahan tugas untuk menjaga agar istri saya tidak ikutan stress.

Yang pasti, saya hari ini akan dan telah menjadi mahasiswa yang serba multi; multi tasking (banyak kerja), multi focus, dan multi lainnya.

Semoga Allah memudahkan urusan saya dan semoga proses menempuh pendidikan kali ini menjadikan saya sebagai mahluk Allah yang berpredikat sebaik-baiknya mahluk karena kebermanfaatannya, amin.

Gedung Rektorat IPB Darmaga
Rektorat IPB kampus Darmaga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s