[sehari 1 tulisan] Siapa yang seharusnya melakukan telaah kebenaran laporan sain?

Untuk teman-teman kuliah Falsafah Sain Kelas C. Semoga bermanfaat, sedikit usaha mempermudah pencernaan bacaan kita terkait materi bioetik.

Tulisan yang di muat dalam The Wall Street Journal Edisi Rabu 12 Desember 2005 ini mencoba mengulas isu pemalsuan dan rekayasa data yang ditemukan dalam publikasi ilmiah untuk skala jurnal Internasional dan berpredikat tinggi. Tulisan ini memokuskan bahasaannya atas indikasi pemalsuan dan rekayas data yang dilakukan oleh seorang dokter kesehatan berkebangsaan India, Dr. Ram B. Singh. Beliau diduga melakukan pemalsuan data untuk studi kajian pola diet yang mampu menangguhkan usia bertahan hidup penderita jantung hampir setengah periode waktu dugaan bertahan hidup para penderita jantung. Pada tahun 1992, pola diet belum menjadi kajian umum seperti yang kita temukan saat ini. Tak hanya soal diet untuk penyakit tertentu, pola diet hari ini sepertinya bahkan dipercaya untuk menjadikan kualitas kehidupan manusia menjadi lebih tinggi.

Dalam tulisan ini, juga diulas tentang beberapa dugaan pemalsuan data oleh seorang peneliti asal Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, kali ini jurnal yang kebobolan adalan jurnal kelas Science dan Nature yang terkenal memiliki posisi nomor wahid di Dunia ilmu pengetahuan alam.

Yang menarik dan terkait erat dengan judul adalah mana kala kasus-kasus sejenis muncul dalam dunia ilmiah, siapakah yang paling punya wewenang untuk melakukan “pelurusan” terhadap kesalahan yang mungkin dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja ini?. Tulisan ini memberikan gambaran kepada kita, bagaimana para ilmuan secara komunal melakukan kerja bersama sebagai organisasi tanpa surat pengangkatan, melakukan tidakan kontrol atas tindakan apa-apa yang sudah mulai mengusik etik dan etisnya dunia dinamis bernama dunia sain ini. Serangkaian usaha dilakukan oleh pihak BMJ untuk mengklarifikasi kevalidan data yang ditampilkan oleh Dr. Singh dalam artikel terbitan tahun 1992 itu. Tak main-main, waktu hingga 12 tahun dihabiskan untuk melakukan investigasi tertutup guna menemukan ujung dari cerita yang belum tentu benar dan salah kedudukannya ini. Bahkan dalam tulisan ini dicertitakan secara detil bagaimana Dr. Smith selaku perwakilan dari BMJ melakukan tindakan hati-hati yang akhirnya berujuang pada sekedar pernyataan yang membahas tugas dan fungsi BMJ ketika menemukan dugaan adanya pemalsuan dan rekayasa data atas tulisan yang didaftarkan ke Jurnal mereka. Ada juga sanksi sosial yang diterima oleh Dr. Singh berupa penarikan beberapa artikel yang terlanjur menggunakan jurnal beliau di level internasional. Undangan sebagai pembicara di luar India pun mulai sunyi lepas rilis tulisan BMJ seputar dugaan pemalsuan data yang beliau lakukan. Di sisi lain, bak sisi lain dari dua mata uang logam, Dr. Singh tetap didukung secara sosial oleh komunitas lokalnya di India. Beliau dianggap sebagai seorang yang memiliki peran besar dalam mengurangi angka penderita penayakit jantung di sana, tak yakin skala india atau mungkin hanya Modarabad.

Tulisan ini ditutup dengan sebuah ilustrasi bahwa Dr. Singh sedikit sinis menaggapi apa yang telah dilakukan Dr. Smith selaku perwakilan BMJ. Beliau menilai Dr. Smith terlalu berlebihan, seakan ingin menjadi sosok polisi dunia dalam mengawasi apa yang dilakukan seorang peneliti bidang medis seperti dirinya. Agaknya tulisan ini memberikan kebebasan bagi pembaca untuk menilai arah dan keberpihakan tulisan terhadap isu etika dalam penulisan ilmiah dunia sain. Dengan halus, penulis artikel ini memberikan sindiran atas prilaku Dr. Singh yang dikatakan telah memiliki pengaruh besar dalam merubah gaya hidup di lingkungan sekitarnya. Terkait topik pemalsuan data pola diet untuk mengurangi resiko serangan jantung yang didugakan atas beliau, apakah minuman keras sekelas Chivas Regal merupakan bagian komponen yang dibolehkan dalam diet yang beliau gagas?. Entahlah, saya tak mengenal Dr. Singh secara dekat. Saya pun tidak mengetahui bagaimana beliau menjalankan penelitiannya di bawah kondisi yang serba terbatas. Yang saya tahu, kejujuran adalah modal utama untuk mengundang keberkahan ilmu atas diri kita, lingkungan yang akhirnya bermuara pada pahala yang mengalir dan dicatat sebagai ibadah.

Berikut ini saya coba menterjemahkan bahan bacaan yang kita miliki. Disampaikan secara bertahap, disela waktu yang saya miliki. Kebetulan besok Ujian mata kuliah yang lain. saya cukupkan sampai sekian dulu. semoga bermanfaat.

***

Siapa yang seharusnya melakukan telaah kebenaran laporan sain?

British Medical Journal menemukan fakta bahwa mngungkap kebenaran atas laporan ilmiah itu cukup sulit.

Pada tahun 1992, sebuah journal ilmiah yang berada di bawah bendera asosiasi medis inggris (Brithis Medical Journal/ BMJ) menerbitkan sebuah laporan penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter berkebangsaan India: Ram B. Sing. Laporan penelitian ini mengungkapkan sebuah hasil penelitian yang mengejutkan: penderita serangan jantung bisa terhindari dari resiko meninggal dunia separuh dari periode perhitungan kemungkinan mereka untuk meninggal dengan melakukan diet berkomposisi kaya serat, buahan dan sayuran selama satu tahun.

Setahun setelah penerbitan artikel ilmiah tersebut, Ricard Smith, salah seorang editor jurnal, menerima dua surat yang mempertanyakan temuan penelitian yang dilaporkan dalam artikel. Hal yang terjadi selanjutnya merupakan sebuah rasa ingin tahu luar biasa yang mampu membentangkan kembali apa yang sudah terjadi selama 12 tahun dan menjadikan terjadinya sebuah perjalanan hingga 8.000 km. Sebagai bagian dari cerita panjang ini, terdapat sebuah cerita bahwa dr. Ram B. Singh, sang penulis artikel, bersikeras bahwa data penting yang menjadi inti dari penelitiannya telah rusak dimakan rayap. Sementara Richard Smith harus bersusah payah meminta seorang alih statistik kenamaan yang super sibuk untuk mecoba menelaah dan menkontruksi kembali data yang ada agar menemukan logika keilmiahannya dengan apa yang sudah dilaporkan dalam artikel.

Akhirnya, pada bulan Juli tahun 2005, jurnal BMJ, mampu sedikit meredahkan ketegangan yang terjadi. Tim Editor mengatakan bahwa mereka memiliki alasan yang kuat untuk meragukan kebenaran dari artikel ilmiah tahun terbitan tahun 1992 tersebut. Bersamaan dengan dirilisnya pernyataan tersebut, BMJ juga menerbitkan sebuah artikel lain yang dimasukkan pada tahun 1994 kepada pihak mereka yang juga terindikasi melakukan tindakan pemalsuan dan rekayasa data.

Dr. Singh yang menjadi objek dari pembicaraan terkait isu pemalsuan dan rekayasa data, memberikan pembelaan diri dengan mengeluarkan pernyataan bahwa dia hanyalah korban dari sekelompok peneliti yang tidak pernah mengerti bagaimana situasi seorang peneliti yang melakukan serangkaian penelitain dalam kondisi serba kekurangan (kekurangan listrik maupun dana hibah penelitian), “Orang-orang ingris dimana-mana adalah sama saja. Mereka akan merasa sebel jika orang India mendebat mereka”.

Sebuah kajian panjang dilakukan untuk merumuskan solusi atas permasalahan yang terjadi  di dalam dunia penelitian medis: ketika sekelompok jurnal ilmiah berkualitas bertindak sebagai pengawas arus penerbitan laporan hasil penelitian, memberikan legitimasi kepada beberapa artikel dan menahannya terhadap artikel lain, mereka memiliki kekuatan yang terbatas untuk mendeteksi atau menyelidiki hasil-hasil penelitian yang mengundang banyak pertanyaan. Sementara para ahli yang berada di luar pihak jurnal, bertindak sebagai penelaah tulisan sebelum diterbitkan ke khalayak, acap kali gagal menyeleksi data-data palsu yang mungkin sengaja diberikan penulis artikel.

Bahkan Dr. Smith yang tahun kemarin berkahir masa jabatannya sebagai editor di BMJ untuk bergabung dengan United Group Inc. memberikan komentar bahwah sesungguhnya jurnal tidak dirancang untuk menjadi hakim atas permasalahan kemungkinan pemalsuan dan rekayasa data tersebut.

Isu pemalsuan dan rekayasa data menjadi semakin serius ketika mulai muncul penulis karya ilmiah yang berhasil memasukkan tulisannya ke Jurnal berkelas di Amerika dan Eropa. Tahun ini jurnal Science yang berbasis di USA telah menerbitkan laporan penelitian dari Korea Selatan yang mengklaim bahwa mereka telah berhasil memproduksi kultur stem sel yang menggunakan  sel manusia sebanyak 11 orang. Diwaktu yang hampir bersamaan, jurnal Nature yang bermarkas di Inggris juga mempubikasikan hasil kerja dari tim yang sama bahwa mereka berhasil menciptakan seekor anjing yang diklaim merupakan hasil kloning. Minggu kemarin, ketua dari tim tersebut, Hwang Woo Suk, mengundurkan diri dari Seoul National University, setelah seorang anggota panel tim ahli dari universitas melaporkan bahwa sedikitnya ada 9 kultur stem sel adalah hasil rekaan belaka. Nature kemudian melakukan penyidikan terhadap kebenaran artikel kloning ajing.

“Kasus ini semakin menjadi sulit untuk diselidiki ketika proses penelitian itu berlangsung di dalam sebuah komunitas budaya yang sangat berbeda dengan anda, disampaikan menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang anda gunakan, dan dilakukan menggunakan seperangkat alat yang sama sekali berbeda dengan apa yang biasa anda gunakan” ujar Donal Kennedy, ketua editor Science.

Sejak tahun penerbitan publikasi Dr. Singh, tercatat sudah lebih dari 200 peneliti yang menjadikan tulisan tersebut sebagai rujukan ilmiah dan menjadikannya sebagai panduan dalam dunia kedokteran. Bahkan selama masa penyelidikan tersembunyi yang dilakukan oleh BMJ, Dr. Singh sudah berhasil mempublikasikan selusin artikel di beberapa jurnal internasional, termasuk di dalamnya Jurnal Lancet dan American Collage of Nutrition.

Beberapa tulisan menampilkan hasil penelitian yang mencengangkan terkait pola diet yang baik untuk kesehatan jantung. Beberapa penelitian Dr. Singh mengungkapkan bahwa minya ikan, mustard, seng, magnesium, buahan dan sayuran merupakan bahan konsumsi yang baik untuk mencegah resiko serangan jantung.

BERSAMBUNG….(insyaallah, mudah2an ada waktu cukup)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s