[sehari 1 tulisan] Cerita metamorfosis kemampuan mengendarai mobil

Pepatah lama berujar, ala bisa karena biasa. Dahulu saya tak megenal bagaimana mengendarai motor. Berlatih dibawah pengawasan bapak atau abang tertua secara bergantian, perlahan namun pasti, akhirnya saya bisa menaklukkan kuda besi itu. Saya sesekali mencuri kesempatan menggunakan sepeda motor butut milik paman saat berkunjung ke rumahnya . Rasa panasaran akan tingkat kemahiran mengendarai motor yang saya miliki  muncul mana kala melihat motor “nganggur”, tak terpakai. Saya ingat betul, rasa penasaran kemampuan diri sendiri dalam mengendarai motor kala itu tak semanis ending cerita seputar kenekatan saya saat “mencuri mobil” pada posting beberapa minggu yang lalu.  Saya dan motor butut itu berakhir di sebuah pagar bambu tua pemisah antara lahan kebun singkong dan jalan setapak yang berlokasi tak jauh dari pintu pagar rumah milik paman. Masih untung pagar tersebut terbuat dari bambu dan penyanggah kayu yang sudah dimakan usia. Dengan kondisi pagar yang sudah rikih, dorongan mesin tak terkendali itu tak mendapat perlawanan yang berarti dari pagar. Alhasil, pagar roboh tanpa perlawanan, saya tegak berdiri menopang motor yang meraung-raung tak tentu arah bak seekor benteng mabuk. Sedikit cidera ringan kelas pengemudi motor amatiran saya peroleh saat itu.

Cerita yang tak terlalu berbeda terjadi saat saya belajar mengendarai mobil. Saya menapaki tangga proses belajar mobil ini dengan tertatih. Lamban!. banyak fakor penyebabnya. Tidak memiliki mobil sendiri, menjadi faktor paling besar saya kira. Saya ingat betul mana kala kami belajar mobil secara berjamaah semasa kuliah dahulu. Kami patungan untuk menyewa mobil. Dengan mengandalkan  satu orang teman yang sudah bisa menyetir, skenario belajar secara bergantian berbatas waktu tiap jam menjadi salah satu metode paling efisien untuk belajar mobil bagi kami, mahasiswa bermodal terbatas. Atau sesekali jika beruntung, kami belajar bersama-sama dengan memanfaatkan mobil sewaaan yang masih menunggu sisa waktu peminjaman berakhir saat kami tergabung dalam sebuah kepanitian kegiatan kampus. Tak sedikit, banyak alumni dua metode tersebut yang pada akhirnya membawa mafaat untuk banyak orang sebagai “supir” sukarela untuk berbagai keperluan publik, termasuk didalamnya menjadi supir ambulan asarama kampus.

Proses pembelajaran menunjukkan kemajuannya secara bertahap. Keyakinan diri bahwa suatu saat saya akan bisa mengendarai mobil sendiri, ternyata menjadi senjata ampuh lainnya. Sampai akhirnya datang momen dimana keluarga kecil saya harus pindah bergerak dari Tebet ke Bogor. Dengan restu semua pihak keluarga besar, termasuk Bapak mertua yang ambil bagian sebagai penguji kelayakan kemampuan menyupir saya. Saya diminta untuk mengendarai mobil dengan rute berkeliling lahan parkir rumah tinggal kami yang kebetulan cukup luas. Tak perlu melakukan terlalu banyak manuver, sekali berputar dengan diakhir satu parkir bergaya mundur, bapak mertua langsung berujar bahwa beliau yakin saya bisa ambil alih mengendarai mobil Jakarta-Bogor atas sebuah mobil kijang kapsul bermuatan penuh barang-barang rumah tangga kami. semula saya ragu, karena memang skenario kepindahan tersebut tidak demikian awalnya. Kami akan dihantar oleh seorang adik yang sudah ciamik kemampuan memngendarai mobilnya. Namun, dukungan bapak mertua yang sangat meyakinkan seakan menjadi syarat yang lebih dari cukup bagi saya untuk mencoba meemulai mengendarai mobil untuk jarak sejauh itu dan melalui jalan tol yang terkenal tak kompromi gaya mengendarai mobil dengan embel-embel mati mendadak di tengah jalan. Bismillah. Akhirnya, sebuah tantangan yang dijual bapak mertua saya beli. Momen inilah yang nanti akan menjadi amat penting dalam cerita proses kristalisasi kemampuan mengendarai mobil saya. Meski penuh dengan ketegangan, alhamdulillah, Jakarta Bogor via tol menjadi ujian pertama yang bisa saya lewati.

bersambung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s