[sehari 1 tulisan] Keunikan baru di Raya Darmaga (RADAR)

Ada beberapa hak yang unik yang dapat dijumpai sepanjang persimpangan pertigaan bubulak tepat di depan gerbang komplek perubahan IPB, sampai arah menuju kampus IPB Darmaga, mungkin masih berlangsung sampai jalur sesudahnya.

Ceritanya saya adalah warga lama kabupaten Bogor yang kembali ke habitat awalnya. Terhitung 6 bulan sudah saya berdomisili di Kabupaten Bogor kembali untuk sebuah proyek hidup jangka menengah. hahaha. Dengan menikmati sebagai warga baru ini, saya mampu menikmati beberapa hal yang berubah dari riuk rendahnya dinamisasi kota atau desa Darmaga yang merupkan lokasi dimana kampus terbesar pertanian Indonesia bermarkas.

Well, kita langsung aja ya, apa saja hal unik yang berlaku dan tertangkap kamera reporter Jaya. Berikut ini laporannya langsung dari lokasi kejadian, hahahah.

1. Jalur ini menjadi jalur penderita penyakit kemacetan parah, akut dan laten yang punya potensi sebagai sumber stress civitas akademika IPB secara khusus maupun warga daerah Daramaga secara umum. Daerah Darmaga yang saya maksud berupa Dramaga itu sendiri, Leuwiliang dan Ciampea dan nama-nama desa kecil yang mengharuskan warganya melewati jalur Darmaga Raya manakala ingin pulang ke kampung mereka masing-masing. Uniknya, macet parah ini, terjadi hanya dibeberapa hari tertentu saja. Bahkan dapat disimpulkan kemacetan ini punya jadwal, ada masa-masa yang bisa ditebak trennya. Dari pengamatan saya yang lebih banyak sok tahunya. Hindari jalan raya Darmaga ini di sepanjang hari Sabtu, terlebih bada Ashar. Hari Minggu, haya bada Ashar dan yang terparah adalah di hari Senin pagi sampai jam 9.  Kehebohan macet di Senin tidak hanya terjadi di Raya Darmga sebagai akases utama. Penyakit macet sudah meninfeksi jalur alternatif belakang kampus yang dulunya bisa dinikmati sebagai jalur bebas hambatan nan menghijau mententramkan, karena sepanjang jalur bisa ditemui persawahan dan hutan. Dari pantauan saya, khusus untuk hari Senin, kemacetan mulai mewabah sejak pagi sekitar jam 5.45 (bisa sobat bayangkan?. Kemacetan ini sama akutnya dengan macet ibu kota. Semual, saat pindah ke Bogor, terbayar suasana lebih dari 10 tahun yang lalu. bebas macet. Ternyata, itu adalah mimpi saya masi muda dulu. hahaha). Barisan kendaraan yang padat mulai dijumpai dari hotel berlian hingga persimpangan bubulak, untuk arah Darmaga-Bubulak. Untuk arah sebaliknya saya belum mengamati.

2. Masih keunikan yang terjadi di sepanjang jalan raya. Pengguna jalan Raya Darmaga sekarang selain disuguhi kemacetan yang tak kalah dengan produk kemacetan jakarta. Mereka juga setidaknya disugguhi dua sumber polusi pemandangan dan udara. Hebatnya, semacam big sale akhir tahun atau apapun jenisnya, bonus yang didapati pengguna jalan Raya Darmaga (RADAR) tak hanya menggangu satu indra, melainkan 2 indra sekaligus. bahkan kalo mau dicermati lebih dalam, bisa-bisa semua indra terganggu, termasuk Indra Bekti juga ikur terganggu, mungkin. hahaha. Apa gerangan yang menjadi sumber keunikan poin 2 ini?. tra….tra…tak seperti beberapa tahun yang lalu, sepanjang jalan RADAR dengan mudah kita kan menemukan fakta sesekali diri kita berada di belakang mobil pengangkut sampah bermuatan penuh. Selain penuh muatan, truk ini juga meberikan bonus plus (lagi-lagi dapat tambahan bonus), berupa air sampah yang mengalir. Air ini membuat jejak setiap mobil bergerak. Jangan ditanya soal bau-nya. Namanya juga sampah. Oh my Allah, ini benar-benar keunikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yang bikin keunikan ini perlu jadi perhatian kita bersama. Truk-truk pengangkut sampah ini tak mengenal jam operasi. Mereka pun bergerak sporadis. Bak mereka memahami betul strategi pemasaran. Mereka bergerak berpencar, tidak dalam kelompok atau iring-iringan. Maka sempurna sudah penerapan terori difusi gas yang menyebar dengan suksesnya. Kita perlu mengingat kembali, bahwa bau adalah mahluk gas yang bersifat mudah sekali menyebar. Dasyat!!!. Kado ini sungguh memiliki efek langsung bagi pengguna jalan yang menunggangi sepeda motor atau jenis-jenis kendaraan yang berbagi ruangan pribadinya dengan publik, alias kendaraan seain mobil pribadi.

masih soal bau.

Seolah bersaing dengan para truk sampah, ada rekanannya yang mulai muncul. Tapi yang satu ini masih malu-malu karena munculnya hanya di sore hari. siapa gerangan?. aha, dia adalah mobil pengangkut ayam hidup. well, yang ini lebih asyoi geboi. Tinggi mobilnya setara mobil kebanyakan membuat sumber baunya tersetting pas dan optimal setara letak hidung kebanyakan pengendara motor. Sempurna, angin amat baik mengarahkan gas pembawa baunya ke sesiapa saya yang memilih betah berada di belakang mobil pengangkut ayam hidup ini.

3. Radar mulai ramai dengan etalase makanan yang menarik. Jika pengemasan yang baik, bisa jadi RADAR akan menjadi daerah alternatif pusat jajanan yang akan menggantikan Bara Raya (BARA) yang sudah super padat numplek. Ini berita keunikan yang positifnya. Radar sudah berubah sedikit (meski terbilang super lambat dibandingkan titik sejenis dibeberapa kampus Indonesia), sudah mulai bisa ditemukan penjajak makanan berkelas di sana. Sebut saja Shusi, Sop Durian, Mie aceh. Wow, keunikan yang satu ini merupakan angin syurga buat orang-orang jenis saya. Mereka yang harus berfikir berulang-ulang sampai kebanyakan malah tidak jadi makan, ketika memutuskan harus makan di BARA atau tidak?. Kita akan bahas ada apa dengan BARA dikesempatan lain.

Demikian sobat. Tulisan ini tak lebih dari hanya sebuah tulisan untuk memenuhi kewajiban saya menulis.

anyway, semoga RADAR menjadi semakin baik. Sepertinya RADAR butuh perhatian yang lebih…

4 thoughts on “[sehari 1 tulisan] Keunikan baru di Raya Darmaga (RADAR)

  1. Temals says:

    Fakta menarik lain …. Semakin maraknya tukang parkir, yang dengan bermodal kardus bekas yg ditutupkan di setiap motor yg berhenti, yg mengenakan tarif 1-2 rb rupiah. Badan jalan yg sudah sempit jadi semakin sempit. Kalo 10 tahun yg lalu yg namanya trotoar masih kelihatan lah n bisa buat jalan, kalo sekarang sampai gorongx2 pun ditutup n dipakai jualan, ditambah lagi jalannya dipakai parkir. Semestinya IPB bisa melihat ini, macam penataan stasiun Bogor lah, yg semakin rapih dan juga mendatangkan income tambahan yg besar dr lahan parkir resminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s