[sehari 1 tulisan] Proteasome

Sahabat, kita berkenalan dengan Proteasome yuk. Apa itu? Ia adalah sesuatu yang unik. Bisa kita sebut ia sebagai salah satu paket molekul pintar dalam sistem kehidupan kita. Mengapa disebut paket? karena Proteasome tidak hanya terdiri dari satu molekul, melainkan gabungan beberapa subunit protein. Proteasome adalah salah satu contoh “mahluk Allah” yang akan mengajarkan hikmah pentingnya kerja sama kepada kita.

Proteasome ini, aha, mudah diingat untuk jangka waktu lama, sudah pasti tidak dengan cara dihapal, melainkan dengan cara mengenali asal usul perangkai namanya. Protea, sudah kenal dengan protein kan?. Ya, protea, penyusun nama pertama tokoh tulisan kali ini memang merujuk kepada arti tersebut: protein. Jadi proteasome amat dekat kaitannya dengan protein. Protein, sahabat pasti sudah kenal donk? yup. susu, daging, telor, ikan, kulit kita, bahkan sampai tempe dan tahu disusun oleh protein. Protein ini adalah senyawa utama penyusun kehidupan disamping lemak dll. Protein jika dirunut sampai kepenyusun terkecilnya, maka  akan keluar nama senyawa dan unsur berikut: polipedtida, peptida, dan asam amino. Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa penyusun terkecil protein dan termasuk proteasome sendiri adalah asam amino.

Lalu selanjutnya ada hubungan apa proteasome dengan protein, selain hanya sekedar hubungan nama? Hubungan mereka amat erat! Proteasome adalah nama suatu komplek molekul yang memiliki fungsi sebagai penghancur protein “tak berguna” di dalam sel mahluk hidup. Wow, keren! Protein penghancur protein donk ya? Iya, benar sekali. Jadi, proteasome ini hakikatnya tidak bisa dibedakan dengan istilah umum dari enzim yang memang dikenal sebagai penghancur atau pengurai protein. apa itu? ya, benar sekali sahabat, protease. Senyama aktif (enzim) yang mampu menguraikan protein di dalam kehidupan ini. Namun perbedaan protease dengan proteasome adalah proteasome lebih mengarah pada penamaan semacam alat fungsional di dalam sel mahluk hidup yang berfungsi untuk menghancurkan protein. Sedangkan protease tidak hanya terbatas di dalam sel saja melaikan bisa di seluruh area. selama ia adalah suatu senyawa organik yang mampu menguraikan protein maka kita bisa menyebutnya sebagai protease. Jadi kata kunci perbedaan keduanya ada di frase “di dalam sel”.

Rekonstruksi bentuk Proteasome (sumber wikipedia)

Setelah kenalan sepintas dengan Proteasome. Mari kita ketahui cara kerjanya yang tadi saya sebutkan unik. Proteasome ini berbentuk seperti sebuah tabung slindris yang di kedua pangkalnya terdapat katup. Nah tabung selindris ini berfungsi sebagai tempat penguraian protein-protein. Selama proses penghancuran maka katup akan menutup kedua pangkal proteasome. canggih ya? sabar, belum terlalu canngih, akan ada hal lebih canggih yang akan proteasome tunjukkan. Bagaimana proteasome bisa mengenali protein-protein mana saja yang harus diurai di dalam tabungnya? nah proteasome punya rekan kerja untuk memberlangsungkan aktivitasnya tersebut. Rekan kerja proteasome itu bernama Ubiquitin (imut namanya). Dulu saya selalu ketuker-tuker antara istilah Ubiquitin dalam ilmu Biologi ini dengan Ubiquitous dalam kosa kata bahasa inggris. Ternyata eh ternyata, tak semestinya saya harus ketukeran. Mengapa? karena Ubuqitin untuk penamaan rekan kerja si Proteasome ini juga terilhami dari arti harfiah bahasa inggris untuk kata Ubiquitous itu, yang berarti ada dimana-mana. Beneran, jadi rekan kerja Proteasome ini memang melimpah ada dimana-mana di dalam sel mahluk hidup. Nah gimana canggihnya koloborasi kerjasama proteasome dengan teman kecil satu molekulnya ini? Berikut ceritanya:

Si Ubiquitin adalah pemicu pertama pengaktifan grup kerja ini. Dalam bekerja Ubiquitin punya rekanan lagi, berupa kelompok protein lain. sebut saja namanya protein E1, E2 dan E3. Dalam alur kerjanya, E3 merupakan bagian terakhir  yang diaktifkan, namun justru E3 lah yang memiliki “indera ke-6” untuk mendeteksi protein yang mana saja akan diurai. Selengkapnya bagaimana cara kelompok ini berharmoni melakukan kerja bareng yang menakjubkan? Pertama, Ubiquitin akan bergandengan dengan E1. Akibatnya E1 yang tadinya diem, jadi agresif (aktif). Kedua, E1 aktif yang ditempeli Ubiquitin ini menempel ke E2. E2 memiliki semacam penyambung yang akan menyatukan E1 yang ditunggangi Ubiquitin  dan E3. Proses penggabungan ini tidak bisa dilakukan langsung antara E1 dan E3. Harus melalui perantara E2. Nah E3 yang spesifik memiliki penyambung ke protein target yang akan diurai tadi. Jadi dari ketiga protein E ini, E3 lah yang paling banyak variasinya. mengapa? karena jenis protein yang berpeluang untuk dihancurkan itu banyak banget. Alasan pengehancurannya pun beragam. Mulai dari karena si protein salah rakit, salah lipat sampai karena jumlahnya sudah kebanyakan dan harus dimusnahkan. Kalo dicermati, proses sambung menyambung antara Ubiquitin dan protein E terjadi mewakili  masing-masing satu fungsi ya? Luar biasa spesifikasi kerjanya. Setelah E1 plus Ubiquitin bersambung dengan E2 dan E3, maka bagian dari E3 siap menyambung dengan protein  “rusak”  yang sudah diincar sejak tadi. Saat peristiwa sambungan terakhir dengan protein “rusak”. Si Ubiquitin yang tadinya melekat di “pundak” E1 melompat ke “pundah” protein rusak. Nah di sini, si Ubiqutin memulai kerja lanjutannya. apa itu? memanggil teman Ubiquitin lainnya untuk menempel membentuk rantai minimal sampai empat Ubiquitin. Rantai minimal 4 Ubiquitin inilah nantinya akan menjadi signal penanda yang akan dikenali Proteasome untuk memasukkan protein “rusak” itu ke dalam tabung slindrisnya dan mengalami proses penghancuran. Super canggihkan?. Sebagai catatan, bentuk E3 itu lebih detil lagi dan sudah diproyeksikan kesiapannya sejak Ubiquitin sudah mendeteksi protein “rusak” mana yang akan diurai. ckckckckckc, sistematika kerja yang pol !!!

Skema kerja rekanan Proteasome: si kecil Ubiquitin (wikipedia)

Coba, bentuk kerjasama yang super profesional bukan? subhanallah. Dengan kerja rapi seperti ini, maka tidak akan ada peristiwa salah memasukkan protein “tidak rusak” ke dalam perut penghancur Proteasome.

saya punya ide dengan konsep kerja Proteasome feat Ubiquitin ini. Saya menamakan dengan Mimpi imaginer kotak penghancur sampah berdasarkan prinsip kerja Proteasome dan Ubiquitin

gimana?

penasaran?

cegat diposting selanjutnya🙂

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s