Yang baru di sepanjang jalan Darmaga Bogor dan beberapa titik sekitar Bogor: Arya Effects? (II)

3. Bak sebuah situs purbakala yang baru ditemukan, beberapa ruas jalan kota bogor plus landmark-nya mulai terkuak sebagai bentuk utuh yang mengesankan. pernah lewat jembatan merahkan? nah jika kita berdiri di tepi jembatan merah yang bertetanggaan dengan stasiun, kita akan melihat di bawahnya ada aliran sungai. sedikit jauh dari tempat sobat berdiri jika ditelusuri akan ada jembatan yang sama bentuknya dengan jembatan merah dan dibangun di atas aliran sungai yang sama. tepat sekali! jembatan itu adalah jembatan yang nyaris hilang eksistensinya karena sudah berubah alih menjadi daerah kekuasaan koloni pedagang kaki lima yang meluber keluar dari daerah pasar anyar.

Kini daerah tersebut perlahan mulai sepi dari para pedagang. Usaha pemkot Bogor menertibkan wilayah jual beli sepertinya mulai membuahkan hasil. Jembatan mulai terlihat utuh dan berwarna merah. jalan mulai bisa dilewati kendaraan dengan leluasa tanpa mesti takut rodanya akan menggilas tomat atau komoditi jajakan pedagangan kaki lima yang kebetulan terpisah dari gundukan saat barang dagangan ditata di atas tikar.

sebuah apresiasi yang tinggi atas usaha ini. semoga para pedagang juga dipikirkan nasibnya dengan dipindahkan ke tempat yang layak dan tetap banyak pembeli.

4. Stasiun bogor mulai bersolek. Kerja keroyokan antara PT KAI dan pemkot bogor (sepertinya) telah membuat stasiun bogor terlihat memukau. Gaya arsitektur yang dipilih termasuk ok untuk kelas pemula. Lingkungan sekitar stasiun mulai membanggakan: lebih bersih, rapi dan mulai berkelas. Sistem “canggih” dalam mengakses kereta mulai diperkenalkan. Adem ya kalo kita bisa terus menyaksikan gerakan perubahan infrastruktur seperti ini. Akan terasa optimis setiap kita memulai hari dan mengunjungi tempat-tempat progresif seperti itu.

sekarang tinggal bagian kita. sebagai masyarakat apa yang akan dan telah kita lakukan untuk menjaga itikad baik pemerintah dalam mewujudkan kebaikan habitat kita? setidaknya, jika tidak ambil bagian sebagai pelaku langsung. kita jangan menjadi oposisi dengan sengaja atau tidak menjadi individu yang merusak peroses pembangunan itu. sedih juga sih kita ketika melihat taman stasiun yang rumputnya mulai hilang karena diinjak berulang-ulang oleh oknum penumpang yang sepertinya tidak sudi mengambil jalan yang telah disediakan pengelolah stasiun. oknum-oknum seperti ini memang kontraproduktif sekali. Saya berharap sobat bukan satu diantara banyak oknum itu.

Mari mulai belajar untuk mudah mengapresiasi usaha dan niat siapa pun yang ingin terus menjadi baik.

Demikian sedikit hal-hal baik yang mampu saya rekam sejauh ini. adakah sobat yang bisa menambahkan?

semoga bermanfaaat!

 

Darmaga, lantai dasar kebebasan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s