Sepotong sore di tepi danau. Pedulikah kita?

“kalo foto itu mah tidak ada di foto komunitas saya”

si cewek sedang duduk di bangku taman dan seorang pria berjongkok di atas rerumput hijau.

“masa sih. ini beneran foto saya?” tanya wanita dengan kerudung putih itu sembari memegang hp di tangannya.

“(tidak terdengar dengan jelas) -suara membesar- cewek terseksi sedunia itu mah. kamu imut dan cantik” suara pria itu terdengar putus-putus namun berusaha untuk dijaga mati-matian tetap stabil agar terdengar meyakinkan bagi sang wanita. Scene selanjutnya adalah dua sejoli itu saling ngobrol asyik bak pelaku mojok yang mulai terlihat cair dan profesional.

***

Demikian sebuah dialog singkat yang saya dengar ketika baru saja menggelar laptop di sebuah pendopo dalam taman sebuah univeristas ternama bilangan Bogor. Dapatkah sobat pembaca budiman menampilkan imaginasi siapa gerangan pelaku dalam potongan dialog itu? Sepasang pemuda belia yang mulai terbakar api asmara untuk saling cumbu? Benar adanya, saya melihat nuasa saling menarik perhatian amat kental diantara mereka, tidak hanya secara verbal namun juga ada dalam prilaku dan gerakan. Lebih dalam lagi, dapatkah sobat menerka kira-kira berapa usia kedua sosok pelaku potongan dialog itu? Benarkah tebakan sobat jika dialog penuh pernik-pernik kemesraan yang menggoda dari seorang pria untuk seorang wanita tersebut, aktor dan aktrisnya adalah anak SD yang mungkin masih berusia sekitar belasan tahun, Paling banter mereka berusia 12 tahun jika masuk SD di usia 7 tahun dan sekarang diasumsikan sedang duduk di kelas 5 atau 6. Laki-laki dalam dialog itu jelas terlihat mengenakan celana merah khas seragam SD secara nasional negara ini.

Sudah cukup banyak para ahli perkembangan anak dan peduli dengan keberlangsungan nilai-nilai kebaikan di dalam tatanan sosial bangsa ini angkat bicara tentang ancaman ini. disisi lain tak sedikit juga kelompok yang bersikap mulai seakan tak peduli dengan realita yang berkembang hingga secara terang-terangan mendukung datangnya gelombong pergaulan bebas di negara yang katanya memiliki 5 azaz dengan pernyataan tentang Tuhan berada di poin pertamanya.

Terlepas dari fakta yang ada. Sobat mari kita berkomunikasi secara jujur dengan hati kecil kita, sehatkah pergaulan anak berusia belasan tahun mempraktikan cara berinteraksi sosial demikian? Bagi saya pribadi yang sudah menikah, mengetahui dan menjunjung tinggi nilai norma yang berlaku (masih berlaku gak ya unsur norma seperti pelajaran PPKN dulu: norma susila, moral, masyarakat dan agama, ditengah-tengah masyarakat kita?) merasa khawatir atas trend pergaulan anak-anak usia belasan tahun negeri ini. Entahlah!

tadinya saya ingin menyelah potongan dialog tersebut dengan mengajak mereka berbicara baik-baik. atau sekedar bertanya sebenarnya apa yang ada dalam benak mereka ketika melangsungkan proses mesra-mesraan tersebut di sebuah taman sepi yang tak jauh dari lokasi terdapat sebuah lahan penuh tanaman kekayuan dimana di dalamnya pernah dipergoki sosok laki-laki tak dikenal sedang melakukan aktivitas masturbasi di tahun 2000an.

belum sempat ambil peran memberikan insight untuk kembali pada norma pergaulan yang ada (mungkin bagi mereka sudah kuno), pasangan tersebut bergerak meninggalkan bangku taman, sambil diikuti olah satu pasanan lain yang memiliki usia yang tak jauh berbeda.

“Jadi kita pulang?” tanya laki-laki yang tadi jongkok di atas rumpu.

“jika jalan lewat sana jauh -tangannya menunjuk ke arah jalan umum yang biasa dipakai oleh para mahasiswa kampus untuk bergerak dari satu komplek gedung ke gedung yang lain-, jika lewat sini lebih dekat -telunjukknya mengarah pada taman berisi tanaman kayu yang saya jelaskan di dua paragrap di atas-”

tanpa sedikit ragu kedua pasang anak SD tersebut masuk menyusuri taman dan mulai perlahan hilang dari pandangan saya.

Lalu saya cuma bisa beristighfar atas kelemahan saya yang tidak melakukan apa-apa atas mereka. Saya kemudian menuturkan doa penjagaan dan kebaikan atas mereka. Saya hanya bisa berdoa. Selema ini kah bentuk peduli saya?C360_2014-10-26-13-45-01-214

#merasatakberguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s