Mengajukan Visa Kunjungan Jangka Panjang ke Denmark (termasuk visa Schengen) I

Sudah lama sekali menunggu momen ini. peristiwa bersejarah yang memungkinkan saya untuk bisa melangkakan kaki ke belahan bumi Allah lainnya dengan lancar setelah ini (insya Allah). Momen apa itu? Ya….tepat sekali pengajuan visa. Proses ini menimbulkan sensasi tuing-tuing puyeng tanpa rasa sakit di kepala plus deg deg tuir di bagian dada gitu. Persis seperti sensasi mau ikutan lomba pidato bahasa inggris yang kitanya belum punya kemampuan berbahasa inggris mumpuni dan pertama kali muncul serta bicara di depan khalayak. Halah, saya-nya yang lebay dalam memberikan deskripsi sensasi itu kali ya? hmmmmm, tidak juga! ini fakta menurut saya.

Ada beberapa faktor yang membuat persitiwa pengajuan visa kali ini amat berkesan. Pertama, biaya visa kali ini cukup besar nominalnya sobat. Bayangkan, proses setengah jalannya saja sudah memaksa saya mengeluarkan uang sebesar kurang lebih 3.8 juta perkepala. Makna proses setengah jalan itu adalah  kita baru berniat mau mengajukan pembuatan visa dan berkas dokumen belum diserahkan. Jadi pada tahap ini visa masih jauh dari bab pertanyaan apakah akan disetujui atau sebaliknya?. Dengan mengetahui situasi ril proses pengajuan visa ini, sobat menjadi pahamkan mengapa saya mendadak jadi super nervous  begini? kecuali jika sobat termasuk orang yang sudah tidak menghitung lagi soal nominal yang saya sebutkan tadi. Semeriwing juga rasanya, uang melayang jika visa dinyatakan ditolak. Panjang dan kompleknya proses penyiapan dokumen visa juga menjadi bahan cerita berkesan lainnya.

Oh ya, rencana perjalanan berdua ke LN kali ini juga menjadi momen pertama dalam hidup kami terkait pengurusan visa bersama-sama. Perjalanan ke LN sebelumnya lebih banyak ke negara bebas visa dan  jikapun diperlukan visa, kami mengurusnya secara terpisah karena berangkat sendiri-sendiri. Itulah 2 faktor yang membuat proses pengajuan visa kali ini kaya rasa dan cerita.

Kembali ke cerita detil pengajuan visa. Visa yang saya ajukan adalah kunjungan waktu lama untuk keperluan belajar program doktoral (PhD), sehingga nama visanya adalah visa PHD1. Sedangkan untuk istri jenis visanya adalah visa keluarga. Adapun syarat-syarat jenis visa saya dapat dilihat di sini dan visa istri di sini. (Ternyata jenis visa istri saya bukan MF1 melainkan FA8) Proses pembuatan visa pada prinsipnya gampang sekali. Tinggal ikuti prosedur dan penuhi syaratnya, jadi deh :).

Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan dalam pengurusan visa kami.

Pembuatan case order dan bayar ke Denmark langsung. Saya harus membuat case order ID di web resmi imigrasi Denmark ini. Case order ID ini semacam nomor urut/ kode pendaftaran yang berguna untuk proses keseluruhan pengajuan visa, mulai dari pembayaran sampai pelacakan progress pengajuan visanya kelak saat sudah masuk ke keduataan secara online. Dalam kasus saya, saya harus membuat 2 case order karena mengajukan visa untuk dua orang. Dalam proses pembuatan case order akan ada proses pembayaran yang ditujukan langsung ke rekening Danish Agency for Labour Market & International Recruitment. Ada dua opsi pembayaran 1) antar bank transfer dan 2) menggunakan credit card  (cc). Dari beberapa sumber dan termasuk pengalaman saya pribadi menggunakan cc adalah pilihan yang terbaik. CC tidak mesti punya kita pribadi. Kita juga bisa meminjam punya orang lain selama mendapat izin pemilik dan beberapa kombinasi angka yang menjadi “kunci utama” kesuksesan proses. Alhamdulillah, selama pembayaran saya tidak menemukan kendala dan lancar jaya. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan lupa menyimpan tanda bukti pembayaran! Proses pembuatan case order bisa dilanjutkan dengan pembayaran langsung bisa juga dilakukan terpisah. Dalam laman pembuatan case order ada link yang bisa kita klik jika ingin melakukan pembayaran secara susulan. Pastikan jumlah uang yang dibayarkan sesuai dengan jumlah TOTAL fee untuk kelancaran proses selanjutnya. Seorang teman yang melakukan pembayaran melalui transfer antar bank sempat menemukan penundaan proses pembuatan visa karena beliau mengirim jumlah uang yang pas menurut nilai nominal total biaya. Padahal ia harus memperhitungan biaya-biaya tambahan seperti administrasi pengiriman antar bank intl. dll. Sehingga ketika ia hanya menyetor sejumlah nominal menurut biaya total pembuatan visa, maka uang yang sampai ke bank tujuan berkurang karena sistem secara otomatis mengambil biaya pengiriman dan administrasi dari sejumlah uang yang disetor. Jika pembuatan visa berada dalam status mendesak. maka proses tertunda karena hal teknis seperti ini sudah tentu diluar harapan kita. Selain itu, dua kali melakukan pengiriman uang akan menyebabkan kita harus membayar biaya kirim sebanyak dua kali. tentu menjadi tak hemat!

Jendela proses pembayaran. Untuk pembayaran dengan cc dapat dilakukan hanya dengan memilih jenis cc yang akan kita gunakan sesuai list yang tersedia.
Jendela proses pembayaran. Untuk pembayaran dengan cc dapat dilakukan hanya dengan memilih jenis cc yang akan kita gunakan sesuai list yang tersedia.

Pengisian formulir. Sebagai langkah pembuka menuju pemberkasan saya melakukan pengisian lembar applikasi visa. Pengisian ini dapat dilakukan secara on line atau paperless dan menggunakan kertas applikasi. Dalam kasus saya, saya melakukan pengisian berbasis kertas karena saat pengajuan ke agen yang ditunjuk kedutaan Denmark, berkas aplikasi hard copy tetap wajib untuk dibawa. Saya melihat pengisian lembar aplikasi on line dimaksud untuk memudahkan pengisian data saja. Untuk jenis visa tertentu (termasuk visa PhD1) pengisian data tidak hanya akan dilakukan oleh applicant sendiri namun juga melibatkan universitas tujuan sekolah pemohon. Meskipun tidak menggunakan sistem on line, tahap pengisian formulir pendaftaran saya berjalan lancar. Saya melakukan proses berbalas email secara intensif dengan pihak universitas selama proses pengisian formulir tersebut. Proses ini memakan waktu cukup lama karena kita melibatkan pihak lain. Setelah universitas selesai dengan bagiannya. Berkas formulir dikirim ke saya dan segera saya lengkapi bagian yang memang diperuntuhkan untuk applicant.

Persyaratan. Langkah selanjutnya adalah melengkapi dokumen syarat seperti yang disebutkan di link sebelumnya. Dalam mengumpulkan informasi urusan terstruktur dan beralur kronologis seperti ini, saya merasa lebih ngeklop jika memperolehnya penjelasan langsung daribseseorang. Terasa lebih nyata dan lebih mudah untuk diusahakan. Tetapi, sikap ini perlu diwaspadai dengan seksama. bagaimana pun juga, informasi primer atau dari sumber utama adalah yang paling shohih. Jadi hal tersebut perlu diprioritaskan sebelum kita sibuk dan mulai terekspos oleh sumber-sumber informasi skunder. Apalagi biasanya sumber skunder akan memiliki muatan emosi yang cukup besar sehingga mempertinggi bias informasi intinya. Berikut ini perbandingan persyaratan dari web resmi imigrasi Denmark dan info yang bersumber dari teman dan sudah terbukti berhasil mengantongi visa untuk waktu approval kurang dari 1 bulan alias sekitar 20 harian:

Perbandingan syarat pengajuan visa Denmark dari sumber resmi dan teman
Perbandingan syarat pengajuan visa Denmark dari sumber resmi dan teman

Terkait dengan dokumen ternyata kalo jenis visa yang kita inginkan sesuai dengan kebutuhan kita maka insyaAllah semua dokumen dapat kita penuhi. Namun yang menjadi pekerjaan rumah pihak-pihk terkait urusan visa ini adalah bagaimana mereka menciptakan sistem agar orang-orang awam calon pemohon visa dapat dengan mudah menentukan jenis visa apa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

demikian sobat…semoga bermanfaat bagi pemohon yang ingin mendapatkan visa belajar di negar paling bahagia ini.

Advertisements

One thought on “Mengajukan Visa Kunjungan Jangka Panjang ke Denmark (termasuk visa Schengen) I

  1. Gaby says:

    wooow mahal banget ya biaya utk visa istri dalam satu tahun.soalnya aq mau tinggal di denmark bersama calon suami saya,sesdh nikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s