Ternyata jenis visa istri saya bukan MF1 melainkan FA8

Saat saya menelusuri link-link formulir yang disampaikan dalam tulisan sebelumnya pada halaman situs resmi Danish Agency for Labour & Intl. Recruitment, maka istri saya disimpulkan harus mengambil visa jenis MF1. Namun setelah meneliti dengan jelas lembar demi lembar formulir aplikasi visa saya (PHD1), maka saya cukup terkejut juga kok istri saya malah dideklarsikan harus mengambil visa jenis FA8. Maka saya langsunglah mengklik link yang diberikan di halaman 8 formulir aplikasi visa saya. Sayangnya, link tersebut tidak langsung menghubungkan kita ke laman terakhir di mana file FA8 disimpan. Laman ini justru menampilkan kotak pencarian berbagai jenis forms yang mungkin cocok buat calon pemohon visa. Teknis makin terasa sulit karena filter pencarian jenis formulir pun memuat istilah yang saya belum terlalu paham akannya. Hmmm…tidak semudah yang ada dalam bayangan saya😦.

Dengan kondisi demikian cerita akan masih panjang.Seperti yang saya sebutkan tadi, metode pencariaan fomulirnya tidak semudah yang dibayangkan oleh orang awan yang mungkin adalah title untuk kebanyakan pengaju visa. Nah sebenarnya dikondisi inilah peran agen harus dapat dirasakan manfaatnya. Oh ya, sebagai informasi untuk negara Denmark, aplikasi visa tidak kita ajukan langsung ke kedubes. Kita wajib menggunakan pihak ketiga yang mereka tunjuk, dalam hal ini nama agennya adalah VFS global. Sebaliknya, sejauh pengalaman saya yang menelpon VFS sebanyak 3 kali sebelum memutuskan untuk membuat case order. Saya tidak mendapatkan apa-apa selain pulsa saya berkurang cukup banyak ketika menelpon VFS dari Bogor. Mengapa? karena jika ditanya ini itu, orang yang mengangkat telpon akan bilang

“semua sudah dijelaskan di web”

ok mbak!, memang semua ada di web. kalo kami mengerti secara keseluruhan sampai hal yang teknis, maka ngapain juga kami buang-buang uang untuk sekedar mendengarkan suara mbak yang kadang malah memancing kita makin emsoi karena cara ngomong si mbaknya yang super jauh dari kesan ramah. Saya jadi berfikir, emang VFS global yang nota bene adalah perusahan Intl. (dari hasil penelusuran saya ternyata VFS ini adalah perusahaan jasa yang mendunia karena cabangnya banyak sekali di luar sana) tidak memiliki SOP bagaimana call center itu memperlakukan calon orang-orang yang akan mengeluarkan duit untuk mereka?. Sebagai info, pengalaman buruknya pelayanan CS ini saya temukan di ketiga kesempatan saya menelpon. Apakah hanya karena saya yang sedang tidak beruntung? ternyata tidak! keluhan sejenis plus jenis keluhan lainnya sudah sering terdengra dari para pengguna jasa agen satu ini.

Terkait dengan link-link web yang belum mendekati tingkat kesempurnaannya dalam melayani calon aplikan tadi, mestinya disadari oleh pihak VFS untuk memaksimalkan peran pelayanannya. Mereka dapat merancang metode kerja yang bisa membantu kita agar mudah mencerna dan mengeksekusi pengajuan aplikasi visa. Bukankah faktanya mereka kita bayar toh? entahlah mengapa kelas pelayanan mereka seburuk ini. Atau justru kitanya, calon aplikan visa yang merasa sudah puas dengan kelas pelayanan seburuk itu? Kita tidak pernah protes karena memandang kedutaan yang “memaksa” kita menggunakan mereka sebagai hasil perjanjian antar kedua lembaga tersebut yang kita tidak pernah tahu apa alasan kedutaan memilih agen tersebut.

Saya dipaksa puter otak. Sudah pernah sih, seorang teman menyarankan saya untuk segera menelpon kedutaan dengan menekan 0 untuk ngobrol dengan operator. Jika sudah terhubung dapat meminta dihubungkan ke Ibu wita. sebelumnya, saya sudah coba menelpon bagian umum kedautaan denmark karena merasa hopeless pada pelayanan VFS. namun sayang, beberapa kali telpon, selalu disambut dengan suara mesin ” telpon sedang sibuk”. Sampai akhirnya, saya mengikuti saran teman lain yang pernah bilang, “telpon aja kira-kira jam 9-an bang”. Dan…..it worked!. Saya berhasil terhubung dengan ibu Wita. Sekali ngobrol dengan beliau, semua pertanyaan terjawab. selain itu kita juga dapat bonus pelayanan yang ramah dan helpful banget. Nah kalo ada orang sekelas ibu wita dikedutaan, ngapa mesti pakai VFS ya? nah loh, makin penasarankan?. Atau mestinya orang-orang VFS mendapat training etika bisnis bidang jasa ke ibu wita langsung!

Kembali ke judul. Saat ngobrol ke ibu wita beliau juga sempat bertanya-tanya, ” yakin visa istrinya MF1 pa k?”

“Iya bu. saya dapatkan dari klik link yang ada di halaman web yang menginfokan panjang lebar jenis visa PHD1”

terjadilah komunikasi interaktif antara saya dan ibu wita pada hari itu. Beliau membimbing dengan super2 baik. Alhasil, hari itu saya langsung diminta untuk mengirim soft copy dokumen aplikasi visa kami agar bisa beliau gunakan untuk menyiapkan hal yang bisa dilakukan sebelum berkas hard copy datang dari VFS. Mengapa ide ini muncul?, masa keberangkatan saya sudah sangat dekat.  Saya mengirim semua dokumen plus formulir MF1 istri pada tanggal 19-8-15. Besoknya (20-82015) jenis formulir istri direvisi ketika saya  ke VFS di kuningan city. Namun ternyata terkait jenis visa istri ini, ceritanya akan masih memiliki episode lanjutan.

Nah seepas menelpon ibu wita saya jadi lebih tercerahkan. Rasa ragu yang beliau utarakan soal visa istri mendorong saya untuk membaca dengan lebih cermat formulir saya dan link-link yang ada. eh ternyata pertanyaan yang saya cari-cari jawabannya sampai ke ujung dunia maya malah ditemukan jawabannya di halaman 8 formulir saya. Pesan moralnya bacalah formulir dengan seksama!. Setelah yakin dengan jawaban yang saya temukan, maka saya kembali menelpon ibu wita keesokan harinya (19.8.15) dan akhirnya saya dan ibu Wita memiliki keyakinan yang sama bahwa visa istri saya adalah jenis FA8.

Sayang seribu sayang, seperti yang saya sebutkan di pembuka tulisan ini. Link yang ada kurang praktis. Maka saya dengan pe de nya menggunakan tuh kotak pencarian dengan mengetik FA8. Treng…treng keluar di list pencarian FO/FA8. Karena takjub menemukan yang dicari, logika saya tidak berjalan secara sempurna. Udah, saya print dan isi satu persatu tuh pertanyaan dalam formulir. Tidak mengundang curiga sih tampilan formulirnya pun ketika saya mengisinya secara bertahap. memang sih rada curiga dengan berkali-kali kata FAROE muncul dalam formulir. nah saya gak mudeng jika kata itu maknanya adalah nama sebuah negara lain. sekecil luas wilayahnya, Faroe adalah negara pulau yang memang imut banget. Mungkin ini yang jadi alasan sehingga proses immigrasinya juga nginduk di webnya imigrasi Denmark. Ya…Allah. Cerita makin dramatis setelah saya tahu bahwa tuh formulir salah kamar. Yang membuat makin heboh, info kesalahan formulir itu baru kami ketahui saat kami sedang dalam perjalanan pulang ke Bogor dari kantor VFS. Tiba-tiba orang VFS (mbak Indah namanya) menelpon bahwa formulir istri saya salah!. Lalu? ngapain aja kita tadi mbak duduk lama-lama di meja pelayanan? Mbak kan dah ngecek dokumen saya termasuk formulir saat penyerahannya. Mbak bacakah? Tidak mudengnya dia seakut ketidakmudengan saya. Tos kita mbak. Jujur! saya gak ngeh ada nama negara Faroe selama ini. Maafkan saya warga negara Faroe. Kecurigaan saya atas salahnya pemilihan formulir makin diusir jauh-jauh karena kepikiran serasa mustahillah ada negara yang urusan imigrasinya “ngekost” di negara lain. Pesan moralnya, semepet atau sepuyeng apapun kita, kalo ada kata-kata baru, buka gugel deh buat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi terkait tuh kata baru!

Setelah adu “tos” dengan perdebatan ringan dengan si mbak VFS via telpon plus melirik ke kanan mobil dan menyaksikan jalan dari tebet menuju kuningan sudah merayap. saya tidak menyanggupi permintaan untuk kembali sebelum si mbak dengan mengutarakan maksud dan tujuan dia menelpon saya. Rada gimana gitu saat itu. Mau marah marah ke siap coba? paling bisa marah ke diri sendiri dan sesekali jadi ke istri. Kasihan jadi korban deh istriku (maaf yang dek). Woosh…..tiba-tiba daku teringat satu nama, ibu wita! Eureka! Langsung deh saya bilang ke mbak VFS

Suasana jalan di depan Kuningan City dimana VFS berkantor
Suasana jalan di depan Kuningan City dimana VFS berkantor

“saya akan tanya mbak vita soal formulirnya. Wong aku dapat tuh formulir dari web resminya kok”

Tapi……saya baru nyadar jika pulsa saya sekarat. Saya minta istri telpon ibu wita dari hpnya. Ada jedah waktu sekitar 5 menitan sepertinya dari telpon pertama mbak VFS. Saya menunjukkan istri nomor ibu wita dan memintanya untuk memencet nomor tersebut  di selularnya. Belum sempat menelpon ibu WIta. Telpon istri saya berdering lagi. Aha dari si mbak VFS lagi.

“Apalagi sekarang!”, prasangka saya mulai liar

“Pak…bapak tidak perlu balik lagi ke VFS hari ini atau besok pagi sebelum jam 9 pagi seperti yang kita bicarakan tadi. saya sudah telpon ibu wita dan beliau bilang formulir bisa dipakai. namun bapak tetap diharapkan untuk menemukan FA8 yang dimaksud dan mengisinya. Disiapkan saja bilamana formulir itu kelak diminta”

Alhamdulillah saya lega dan bersiap menyalakan mobil untuk bergegas sebelum jagorawi disesaki para pekerja yang akan pulang ke arah bogor dan sekitarnya dari Jakarta. Saat itu sudah jam 2 lewat.

Ya…lumayan saya merasakan sedikit manfaat dari VFS. tapi curiga juga sih, seperti diskenario gitu apa yang saya alami. Coba dipikir deh. Spekulasi saya, supaya saya bisa merasakan manfaat VFS. Maka (mungkin) dengan sengaja alur cerita lupanya mbak VFS memberikan info bahwa formulir istri saya salah saat kami masih berada di kantor VFS dibiarkan ada dalam rangkaian persitiwa hari itu. Nah….bak seorang pahlawan si VFS membuat skenario cerita heroik bahwa mereka memberikan pertolongan kepada saya saat-saat genting seperti kejadian telpon-telpon di tengah jalan macet tadi. Halah….ini mah praduga yang tak kuat saya. Lupakan sobat! hmmmmmm tapi masuk akal detektif conan sih! hahaha.

ok…balik ke formulir tadi. Sesampai di Bogor saya berusaha menemukan tuh formulir dan saya gagal menemukannya di web resmi! saya menemukannya di gugel! nah kan apa saya bilang, benar dah, si mesin pencari milik perusahan alphabet ini memang membantu. akhirnya saya dapatkan formulir yang dirindukan dan tra tra…formulir itu sekarang sudah saya kirimkan dengan sukses ke email ibu Wita pada hari ini.

Alhamdulillah…..lega sekali…..ups….belum donk karena menunggu approval visa itu akan memiliki cerita yang tak kalah serunya! Bismillah Allah mudahkan prosesnya!

Semangat para pencari suaka temporal!

Oh ya….ada untungnya juga loh jenis visa istri saya berubah! kalo dicermati dan ini yang buat saya sempat mumet. dokumen untuk visa FA8 jaauuhhh sekali lebih gampang dari visa MF1. Horai dan asyiknya lagi……menurut kabar burung, FA8 bebas biaya case order…nah ini perlu tunggu kepastiannya dari ibu Wita. Berdoa yang banyak ah…lumayan kan sekitar 3 komaan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s