ORCID & ResearchID,

Kemarin saya dapat email dari bagian Funding & Research, Copenhagen Univ. Isinya mengingatkan saya untuk memiliki account di ResearchID milik Thomson Reuters. Selepas itu saya juga diperintahkan untuk membuat account di ORCID. Kedua situs atau laman maya itu adalah 2 hal yang baru buat saya. Baru dari segi nama dan fungsi.

Mari kita berkenalan!

Dari email, saya dapat menemukan jawaban mengapa  memiliki account di dua laman tersebut penting. Seperti yang disampaikan Andrea Lenk (Koordinator bagian funding & research) di bawah ini:

ORCID and ResearcherID
It will be more and more important to have these IDs, as you should include them when you submit publications and they are alreadynecessary for applying for some external funding.
ORCID is an international system for unambiguous identification of researchers and ResearcherID is a researcher ID which is used in the database ‘Web of Science’. If a researcher acquires both an ORCID and a ResearcherID the researcher’s bibliometric data such as number of publications, number of citations, h-index, collaboration partners etc. can easily be determined in the future.
Kedua ID akan bermanfaat saat kita, sebagai mahasiwa Doktoral, akan mempublikasikan hasil penelitian dan mengajukan dana untuk penelitian dari pinah ekternalyang akan dan sedang kita lakukan. Selain itu kedua ID juga akan bekerja menyerupai beberapa layanan sejenis yang pernah saya kenal seperti googlescholar dan researchgate untuk mendokumnatasikan secara otomatis hal terkait publikasi milik kita sebagai author yang mencakup: jumlah sitasi, h-indeks, patner potensial untuk melakukan penelitian dll.
setelah memahami pentingnya kedua ID ini, maka ketika memiliki waktu luang pada hari ini saya memutuskan untuk membuatnya.
Proses pembuatan kedua ID sama persis dengan proses ketika kita membuat account email biasa. Sedikit memakan waktu karena ada beberapa kolom yang harus diisi. ResearchID & ORCID telah selesai saya buat . Baiklah! kita lihat manfaat apa saja yang akan saya peroleh dengan memiliki kedua ID ini!
Oh ya, sejauh ini saya melihat ORCID itu mirip FB. Bahkan mottonya pun hampir mirip: conneting research to researchers, dalam konteks yang berbeda.
kini waktunya saya harus “melapor diri” kepada pihak fakultas yang tadi telah mengirimkan saya email pengingat tadi. proses lapor diri kepemilikian kedua ID tadi cukup sederhana. setelah selesai melapor diri, maka secara otomatis saya akan masuk ke dalam sistem lokal milik KU yang diberi nama CURIS (openhagen niv. esearch nformation S ystem). Dari namanya, saya kira sobat dapat dengan gampang menembak apa fungsi dari CURIS ini.
Saya belum melihat secara utuh apa manfaat dari sistem ini. Namun jika dikemudian hari saya dapat merasaskan manfaatnya dengan jelas, maka saya kira setiap peneliti di Indonesia juga dapat menggunakan fasilitas ini. Betul, karena selama proses pembuatan ID tadi saya tidak diminta memasukan kode2 terkait nominal uang dan sandi akses khusus yang mengacu pada status saya sebagai PhD fellow di KU.
Saya akan terus update soal sistem ini. harapannya jika kelak ada manfaatnya untuk kemajuan dunia riset Indonesia, kita bisa berbondong2 menggunakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s