Mengurus CPR di Denmark

CPR adalah kartu sakti yang wajib dimiliki siapa saja yang berencana menetap dalam waktu cukup lama di Denmark. Kartu dengan fungsi yang sama dengan kartu identitas/ tanda kependudukan ini dikenal juga dengan nama kartu kuning. Nama ini diambil dari kombinasi warna kartu secara fisik yaitu Kuning dan Putih. CPR yang akan WNA dapatkan secara fisik terlihat sama persis dengan CPR yang diperuntukkan untuk warga negara Denmark sendiri. Secara fungsi, sejauh pengamatan penulis, juga terlihat sama persis. 

Mengapa disebut kartu sakti?

CPR akan memuat nomor registrasi, alamat jelas dan tanda barkod yang memuat data penting pemegangnya di bagian depannya. Sedangkan di sisi belakang persis seperti penampakan kartu eketronik lainnya, contoh kartu ATM dll. Hal yang paling penting dari CPR ini adalah nomor registrasinya. Nomor registrasi atau disebut no CPR terdiri dari 6 dikit penunjuk tanggal, bulan dan tahun kelahiran pemilik dan 4 digit tambahan yang bersifat pribadi. No CPR inilah yang selalu diminta untuk semua urusan yang membutuhkan klarifikasi identitas sipemilik. Dengan CPR jalan menuju pembuatan account bank, post digital, registrasi macam2 (langganan kartu transportasi bulanan, daftar keanggotaan perpus, kampus dll) terbuka lebar. Bahkan untuk akses pelayanan kesehatan gratis, penunjukkan dokter pribadi, mendaftarkan diri untuk kursus bahasa Danish gratis, mengajukan bantuan sewa rumah, tunjangan anakndll tidak akan bisa diperoleh tanpa ada CPR. Kebayangkan seberapa sakti nih kartu kuning?

Lantas bagaimana mengurusnya? 

Ketika kita diberikan stiker visa pada passport maka kita juga akan diberikan surat beramplop rapi yang berisi penjelasan tentang kartu kita yang lain yaitu kartu izin tinggal (untuk visa dengan masa domisili panjang). Kartu ini dinamakan kartu pink. Amplop ini akan kita bawa ke kommune, municipality office, atau kantor wilayah kotamadya atau ke kantor immigrasi ketika kita sudah memasuki wilayah Denmark. Di kantor2 tersebut kita dapat mengambil kartu pink dan membuat CPR dengan menyerahkan amplop dari kedutaan Denmark tadi dan passport. Dalam kasus tertentu kontrak sewa rumah yang alamat rumahnya bisa didaftarkan untuk alamat CPR kita juga akan diminta sebagai syarat. Setelah berkas lengkap, kita akan mengisi beberapa formulir (formulir CPR akan beda dengan kartu pink). Jika semua jelas dan lancar, urusan di kantor selesai dan semua kartu akan dikirim ke alamat rumah kita yang akan dipasang di CPR. Pengalaman saya, minggu-minggu awal di Denmark serasa orang top yang banyak fans, karena surat datang ke rumah yang ditunjukkan ke saya tak kenal putus. 

Waktu yang diperlukan untuk kartu sampai ke rumah kita bervariasi. Untuk pengalaman saya hanya hitungan minggu dan kurang dari sebulan. Namun, tak sedikit banyak rekan yang sampai 6 bulan kartu kuning tak kunjung tiba. Atau sebaliknya kartu pink yang datang belakangan. Kalo sudah begitu, kita dituntut proaktif untuk mendatangi kembali kantor dimana kita memula proses pengeluaran CPR san kartu pink tadi. Menurut kabar sih katanya kalo langsung ke kantor imigrasi pusat di Copenhagen atau disebut internasional house lama waktu tunggu relatif pendek namun saat hari pengurusan harus antri panjang dan lama (saya tidak ada pengalaman) Tapi saya sempat dengar, mengurus ke internasional house juga bukan jaminan cepatnya kartu sampai rumah kita. 

Demikian yang saya ingat soal pengurusan CPR dan karti pink. Semoga bermanfaat🙂

2 thoughts on “Mengurus CPR di Denmark

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s