Officially, be part of this community! 


Indigo yang sejak hari Minggu saya parkirkan di kampus Fredeiksberg terpaksa ditinggal menunggu di sana karena tidak mendapat tempat untuk ikut serta ke Taastrup. Padahal sejak awal saya telah merencankan untuk mengajak Indigo ke Taastrup karena memiliki rencana pulang lebih lama dari jam kerja. Shuttle bus memberikan ruang untuk membawa sepeda ke pusat research (pr) namun dalam jumlah terbatas, untuk 3-4 sepeda saja. 


Setelah seharian menghabiskan waktu di pr, waktu pulang tiba yaitu tepat pukul 16.35. Saya menyambut dengan suka cita, karena seharian di pr kali ini lebih banyak pengalaman tidak menyenangkannya. Saya ingin meluapkan dan melupakan pengalaman tidak mengenakkan hari ini secepat mungkin #stress coping.

Saat musim panas siang hari lebih panjang. waktu sholat maghrib sekitar pukul 21.00 sehingga saat kembali tiba di Frederiksberg hari masih terang menderang karena baru sekitar pukul 17.20. 

Gedung X, landmark Bela center

Sesampai di Frederiksberg kampus dan melihat Indigo yang seharian didiamkan terikat di parkiran sepeda. plus membayangkan cuaca yang berubah2 bagai mood PhD fellow yang sedang mati-matian bertahan hingga akhir program yang menemani Indigo, saya khawatir hal itu berdampak buruk bagi Indigo dan akan mengklhilangan mental bawaan lahirnya sebagai tunggangan unggul karena disia-siakan sang tuan. Maka saya teringat dengan hasrat rasa penasaran pribadi ingin membelah Copenhagen hingga ke Dragør. Dan merasa menemukan momennya saat itu. Tak perlu banyak berfikir dan bermodal peta, saya putuskan pada hari itu akan mengendarai Indigo dalam perjalanan pulang ke rumah. Dengan semangat 45 akhirnya saya menjadi bagian dari komunitas bikers Copenhagen yang fenomenal dan pusat rujukkan dunia untuk mengembangkan sistem persepedaan dan transportasi umum. Rasa takjub makin menjadi ketika merasakan manfaat infrastruktur yang disediakan secara langsung. Super!

Perjalanan dari Pusat kota ke Dragør (ujung Great Copenhagen  mengarah ke bandara) terasa bagai melakukan tur wisata ketimbang aktivitas commuter yang terkesan bosan dan melelahkan. Sehingga perjalanan 2,5 jam tak menyisahkan kelelahan yang berlebihan. Bahkan ketagihan!

Berikut hasil dokumentasi perjalanan perdana ini (melengkapi dokumentasi sebelumnnya)

tersesat dengan sengaja lama di sini

tipikal jalur sepeda di tengah kota. ngerasa hip off dan on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s