Serba-serbi pindahan di Denmark: terpesona sistem kerja online sampai merasakan suasana Indonesia rasa Arab

Kami sudah hampir dua minggu tinggal di alamat baru. Euforia menjadi penduduk yang tinggal di jantung ibu kota negara paling bahagia di planet bumi masih terus saya rasakan. Pada kesempatan kali ini (mumpung memiliki semangat untuk menulis), saya ingin berbagi perasaaan positif yang saya alami kepada sobat wp terkait beberapa topik yang saya anggap menarik sejauh ini.

kita mulai dengan cerita bagaimana takjubnya saya dan istri ketika menemukan (lagi) fakta bahwa sistem kerja online di Denmark bisa berefek pada user dalam hitungan menit, atau bahkan detik! Cerita terinspirasi dari  pengalaman istri. Hari itu saya bertekad untuk melaporkan kepindahan kami ke kantor “penguasa” wilayah Copenhagen. Menurut aturan, lapor diri atas kepindahan ke alamat baru wajib kami lakukan 5 hari setelah hari kepindahan (https://www.borger.dk/bolig-og-flytning/flytning_oversigt). Alhamdulillah pelaporan berjalan lancar kecuali untuk satu poin yaitu seputar pemilihan doktor untuk istri dan anak saya. Proses pelaporan tak memaksa kami untuk datang langsung ke kantor municipality. Cukup duduk atau sambil tidur-tiduran santai sembari meladeni Ammar yang mulai banyak kicauannya, pelaporan kepindahan dapat diselesaikan dengan baik. hal menariknya terjadi beberapa menit lepas saya menklik tombol submit, sebagai langkah akhir dalam rangkain proses lapor kepindahan alamat ini.

“wow, alamat dalam email nottifikasi batas waktu peminjaman buku adek sudah mencantumkan alamat rumah kita di Kopenhegen” istri saya  berceloteh sambil senyum-senyum sendiri ketika membaca email terbaru yang baru saya menyambangi kotak surat mayanya.

“oh ya? sudah tidak Dragør lagi? saya menanggapinya dengan penuh rasa ingin tahu”

Ia menyodorkan layar hpnya ke saya dan saya mengiyakan apa yang ia sebutkan tadi.

Fakta yang kami temukan ini menjadi bukti langsung bahwa apa yang kami laporkan beberapa detik yang lalu sudah memberikan efek kepada istri saya secara menyeluruh. Laporan dari perpustakaan nasional terkait buku pinjaman istri saya beberapa hari yang lalu, sudah disesuaikan dengan data istri saya sebagai peminjam yang baru saja pindah rumah. padahal urusan kepindahan rumah tidak ada sangkut pautnya dengan perpustakaan nasional secara kasat mata. Pindah rumah hanya diurus oleh kantor adminstrasi wilayah. Dengan sistem terintegrasi berbasis online, hal yang tidak mungkin menurut kerja konvesional bisa menjadi mungkin. Dan itu yang baru saja kami alami. Menarik bukan? itu baru sistem kerja teknologi yang dibuat oleh manusia. Jadi masuk akal ya, jika kelak di hari pengadilan semua rekam perbuatan kita akan bisa ditayangkan daftranya tanpa ada kekurangan baik dalam urutan kejadian maupun detil aktivitasnya? Subahanllah…..benar2 tak ada celah untuk ngeles!

masih soal sistem berbasis online. Dua minggu awal kepindahan, saya dibekali email berdomain khusus dan password sementara untuk mengakses laman dunia maya pribadi yang diolah dan dipersiapkan oleh pengelolah apartemen. fungsi utama laman ini adalah untuk melaporkan keluhan dan komplain terkait fasilitas rumah yang kita sewa. Secara singkat, laman ini bekerja semacam buku maya untuk melaporkan apa saja yang penyewa keluhkan. Laman dilengkapi kolom komplain yang terdiri dari item apa yang dikomplain, deskripsinya, lokasi titik komplain berupa peta rumah dan kolom monitoring sejauh mana laporan ditindaklanjuti pengelolah. Benar-benar memudahkan urusan manusia ya, sistem online yang dikembangkan? soal laman maya ini, saya dengan sengaja menceritakannya di sini, siapa tahu ada sobat wp yang memiliki keahlian pemrograman dan kemudian melihat potensi pengembangan program yang sama untuk komoditi bisnis dan sosial di Indonesia #isengberhadiah. Dan ini giliran saya yang terpesona pada sistem online yang orang-orang Denmark terbiasa olehnya.

mungkin sejauh ini itu dulu cerita soal ciamiknya sistem online bekerja di komunitas para keturunan bangsa Viking ini.

Cerita lain yang menarik dibeberapa hari setelah kepindahan kami ini adalah soal bolak-balik masjid saban waktu sholat sudah menjelang. Alhamdulillah, sungguh satu kata itu yang paling pas mewakili ekspersi verbal saya! dengan pindahnya kami ke alamat yang baru, saya diberi kesempatan Allah untuk kembali merasakan pengalaman bergegas ke masjid beberapa menit sebelum waktu sholat masuk. Jadi nuansa demikian yang saya sebutkan di kalimat sebelum ini, akan mirip sekali dengan aktivitas harian mana kala waktu sholat 5 waktu akan datang semasa kami masih di Indonesia. Bedanya kalo di Denmark suara azan tidak akan terdengar, yang ada suara alaram atau azan pendek dari telpon gengam pribadi.  bolak-balik ke masjid untuk sholat berjamaah di masjid di negara minoritas yang berjarak mil-mil laut dari Indoensia adalah sebuah hidangan mewah kelas hotel bintang 7 (jika ada). Dan rumah baru kami, memungkinkan saya untuk menikmati sajian mewah itu tiap hari bilamana saya sedang berada di rumah. Rumah baru kami hanya berjarak 10 menit jalan santai dari masjid terbesar di Skandinvia (https://www.gatestoneinstitute.org/3968/denmark-grand-mosque). Subhanllah! ini adalah nikmat paling tak ternilai yang saya dan keluarga harus syukuri. Alhamdulillah, setelah satu tahun akhirnya Allah perkenankan saya untuk kembali bisa beraktivitas ibadah harian seperti di Indonesia (bolak balik masjid untuk sholat berjamaah diawal waktu dan di masjid “sungguhan”). Bahkan diwaktu yang bersamaan saya mendapat bonus: dibeberapa kesempatan diselenggarakan aktivitas kajian singkat berbahasa arab. Meski saya belum mengerti bahasa arab, dengan membiasakan diri mendengarkan tuturan bahasa syurga ini dari penutur aslinya. mudah2an ini menjadi penyebab bagi saya untuk menemukan jalan yang mudah mempelajarinya suatua waktu dalam masa yang amat dekat kelak. Aamiin.

demikian sobat cerita saya malam ini, semoga merasakan euforia yang sama!

TV135-170215

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s