Ramai-Ramai di KBRI: IMSD & Indonesian Culture Day

170702_WP_IMSD_bazar 4Hari ini ada keramaian di KBRI Hellerup. Setiap tahunnya satu hari di satu bulan dalam musim panas dipilih oleh KBRI untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk pertunjukkan budaya Indonesia. Selain akan ditampilkan berbagai seni budaya seperti tari, permainan angklung dan gamelan juga didendangkan beberapa lagu yang dipopuler di tanah air dari masa ke masa. Bagian dari acara yang paling diminati pengunjung adalah bazar makanan Indonesia. Bazar diramaikan oleh para penjual yang sebagain besar adalah orang Indonesia (WNI) di Denmark atau mereka warga lokal  namun memiliki ikatan emosi yang kuat dengan Indonesia.

Ada aneka makanan khas Indonesia dijual dalam bazar yang mulai aktif melayani pembeli dari pukul 11.00 hingga 15.00 ini. Sebut saja ada sate, bakso, nasi padang sampai es cendol. Selain jenis makanan fresh, ada juga pedagang yang menjual produk olahan industri khas Indonesia seperti kopi, aneka bumbu dapur instant dll. Terkait makanan, pekerjaan rumah buat saya yang tak kunjung selesai dari tahun ke tahun (menurut pendapat saya pribadi) adalah seputar kehalalan makanan yang dijual oleh peserta bazar. Masih segar dalam ingatan saya ketika di tahun 2016 kemarin saat banyaknya teman-teman mahasiswa malaysia ikut serta mengunjungi bazar makanan sejenis berulang-ulang melakukan konfirmasi pribadi kepada saya dan istri apakah keseluruhan pedagang makanan di ajang bazar peduli dengan isu kehalalan makanan yang mereka jual?. Saat itu hingga sekarang saya belum bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti dan tegas. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal itu bisa terjadi beberapa diantaranya adalah: saya terbilang baru tinggal di Denmark, baru dua kali ikut serta dalam event bazar tahunan ini. Dua kali bukan waktu yang cukup untuk mencermati dan lalu memberikan keputusan sikap terhadap hal yang cukup komplek di lingkungan sosial kita. Selain soal waktu, saya bukan tipe orang yang suka belanja di luar (maklum mahasiswa demen banget kampanye hidup hemat hahaha) dan bukan pula termasuk jenis mahasiswa yang super lebay dalam merespon moment bertemu makanan Indonesia di luar negeri (sebagain teman2 indonesia yang saya kenal tak jarang menjadi kalap dan tetiba nafsu makan menjadi berlipat-lipat kadarnya ketika menemukan makanan Indonesia dengan mudah selama di perantaun). Kedua fakta itu kemudian membuat saya sudah merasa cukup dengan berbelanja dari pedagang makanan peserta bazar yang saya tahu betul rahasia dapur mereka. Termasuk di dalamnya bagaimana mereka bersikap soal menjaga kehalalal makanan yang dijual. Jadi dapat dilihat dengan jelaskan mengapa kemudian konsen tentang kejelasan status halal makan yang dijual oleh seluruh peserta bazar menjadi tidak terlalu prioritas untuk “dibahas” dalam kehidupan saya dan keluarga.

Namun jika dipikir-pikir, apakah semua pengunjung bazar dihadapkan dengan kondisi dan pilihan yang sama dengan saya dan keluarga? faktanya tidak! sepotong cerita tentang mahasiswa malaysia tadi menjadi contoh jelas. Penemuan contoh yang tak jarang muncul itu kemudian baru memperkuat kembali ingatan saya tentang isu halal ini. Saya kemudian merasa perlu berpikir  dan berusaha kembali mencari jawaban pertanyaan kelompok mahasiswa malaysia tadi yang mungkin juga merupakan pertanyaan yang mewakili para pengunjung bazar beragama islam lainnya.

Akhirnya saya memulai usaha pencarian kejelasan jawaban itu dengan berdoa mudah2an untuk bazar di tahun selanjutnya semua pengunjung muslim dapat memperoleh hak dasar mereka berupa rasa tenang saat mengkonsumsi makanan yang dijual karena adanya jaminan status kehalalan produk yang peserta bazar jual, Aamiin.

Kembali soal bazar tahun 2107 ini, saya secara pribadi memaknai acara hari ini sedikit lebih spesial dibandingkan tahun lalu. Nilai spesial ini muncul karena saya selama bazar turut aktif di dua booth sekaligus: stand PPI dan IMSD. kebetulan sekali dua booth ini saling berdampingan, jadi bisa saja dalam kurun waktu yang hampir bersamaan saya “melirik” dua tempat ini sekaligus. Stand PPI diisi dengan aksi pengurus berjualan milk shake. Menjadi super spesial karena yang meracik milk shake dan minuman lainnya (cendol) adalah ketua PPI Denmark secara langsung. selain itu, di booth yang sama, ada salah satu anggota PPI membuka meja consumer test (CT). CT sendiri merupakan kegiatan uji organoleptik dan merupakan bagian dari aktivitas pengumpulan data ilmiah thesis master saudari Woro (semoga lancar dan berhasil guna Wor!). Sebagai bentuk dukungan PPI akan aktivitas ilmiah demikian, saya pribadi menunjukkan rasa antusias yang tinggi agar terlibat dalam survey penelitian yang mengangkat ide pembuatan kerupuk dari bahan yang tidak jamak dipakai orang: kulit pisang.

170702_WP_IMSD_bazar 5

Sebagian besar saya dan keluarga menghabiskan waktu di stand IMSD. IMSD mencoba membuat beberapa prestasi baru dalam bazar kali ini. Diantara prestasi itu dapat disebutkan diantaranya adalah 1) ikut serta dengan aktif dalam bazar tahunan KBRI ini 2) menjual berbagai makanan yang tak kalah secara kualitas dibandingkan booth lainnya (satu hal yang pasti, semua dijamin halal). Untuk pasar anak kecil yang lucu dan unyu2, IMSD menyediakan popcorn. IMSD menjual mie goreng (masakan chef Dinda, istrinya pak ketua PPI), cupcake vanila (hasil karya keluarga pak Kun, Ketua IMSD), Aneka kerupuk Indonesia (gorengan mbak Sari, sang pengurus legendaris IMSD) kerupuk ini cukup menarik secara eksistensinya di atas meja bazar IMSD. Betapa tidak, kerupuk ada dengan rapi berbungkus plastik dan siap jual, padahal sang pemasok bersama keluarganya sedang menikmati limpahan sinar matahari di tanah air. Inilah indahnya kerjasama dan ukhuwah! alhamdulillah….dalam pengamatan saya usaha persiapan bazar ini amat super priceless! para pengurus IMSD bahu membahu dengan niat untuk dakwah Islam, mengusahakan agar IMSD berperan aktif di ajang bazar kali ini, bukan semata untuk mengumpulkan koin perkoin Kroner Denmark, lebih dari itu, untuk menyebarkan semangat dakwah perdamaian umat muslim Indonesia di Denmark. Dan kesimpulan saya pribadi, IMSD made it! 3) Terakhir namun inti kehadiran IMSD dalam bazar, IMSD juga menyediakan beberapa suvenir cantik bermisi dakwah: ada pembatas buku beraneka gambar tangan lincah Casia yang saya yakin dikerjakan diatara lelahnya mata dan jari untuk menyelesaikan tugas kuliah bioinformatika-nya dan persiapan mudik ke Indonesia (semoga Allah mudahkan perjalannya). Ada juga cupcake aneka warna yang diberikan secara gratis kepada pengunjung yang memberikan saran dan masukkan terkait program-program IMSD (what a special gift from this board for a lot of kind people coming today!). Ada jadwal sholat yang di ambil dari masjid Hamad bin Khalifa dan brosur berisi program2 IMSD (terima kasih untuk mbak Triana, menyempatkan diri mengotak-atik komputer di sela-sela kesibukan membaca literatur tentang nanoteknologi dan saat hari H harus ke Swis dalam rangka praktikum. Semoga Allah mudahkan studinya).

Dibalik semua keberhasilan acara ini, saya pribadi ingin mengucapkan apresiasi yang tinggi: Alhamdulillah, rasa syukur kepada Allah pastinya dikedepankan, namun secara langsung IMSD patutunya berterima kasih kepada Alfi dan Pak Kun, dua sosok yang banyak diamnya, -seperti kebanyak para ilmuan Kimia- namun bekerja dalam diam dan kelihatan hasil kerja nyata yang positifnya untuk kehidupan. Demikian cara mudah menggambarkan bagaimana Alfi bekerja sebagai salah satu pengurus IMSD dalam persiapan bazar kali ini dan pak kun yang memegang tali komado sebagai ketua harian IMSD.

170702_WP_IMSD_bazar 1.png

Subahanllah itu cerita singkat dibalik prestasi besar yang Alhamdulillah hari ini berhasil IMSD lakukan. Ya Allah terima semua yang kami lakukan ini sebagai amal ibadah. Aamiin. Terima Kasih para saudara seiman yang tetap mau dan mampu meluangkan waktu di sela-sela waktu sibuk yang tak ternilai harganya. Barakallahulakum wa uhibbukum ikhwafillah 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s